Masjid Agung Jawa Tengah Semarang

Masjid Agung Jawa Tengah Semarang saya kunjungi hanya beberapa saat setelah hujan deras yang mengguyur Kota Semarang telah reda. Jalanan masih basah dengan genangan air masih terlihat di sana-sini, dan mendung tebal menggayut yang menandai langit belum cukup puas menumpahkan simpanan airnya ke bumi. Musim hujan memang belum lagi lewat.

Karena keterbatasan pengetahuan tentang lokasi dan trayek angkutan umum di Kota Semarang, saya datang ke Masjid Agung Jawa Tengah dengan menumpang taksi. Meski taksi mudah didapat ketika menuju ke masjid (ojol dan taksi online belum populer waktu itu), namun ketika pulang saya memesan lewat telepon karena taksi yang lewat di depan masjid relatif jarang. Itu karena Masjid Agung Jawa Tengah Semarang tidak di pusat kota, namun di Jl. Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Semarang, sekitar 3,9 km dari Kantor Gubernur Jawa Tengah atau 3,2 km dari Simpang Lima.

Masjid ini memang masjid baru yang mulai dibangun sejak 2002, sehingga berada jauh dari pusat keramaian. Desain Arsitektur Masjid Agung Jawa Tengah dibuat oleh Ahmad Fanani, arsitek senior lulusan UGM, yang memenangkan sayembara desain masjid ini pada 28 Nopember 2001. Peletakan batu pertama pembangunan masjid dilakukan pada hari Jum’at, 6 September 2002 oleh Menteri Agama RI, Ketua Umum MUI Pusat dan Gubernur Jawa Tengah waktu itu.

masjid agung jawa tengah semarang

Masjid Agung Jawa Tengah diambil dari Menara Asmaul Husna. Bangunan utama berbentuk tajug berkapasitas 6000 orang, dengan lantai pertama untuk jamaah pria, dan lantai kedua untuk wanita. Kubah utamanya berdiameter 20 meter dengan empat minaret. Di kiri kanan gedung utama terlihat bangunan hall sepanjang sekitar 100 meter.

Tiket masuk ke Menara Asmaul Husna waktu itu masih Rp. 3.000, dan Rp. 4.000 setelah jam 17.30. Menara dibuka untuk umum jam 08.00 -21.00. Pada dek pandang Menara Asmaul Husna tersedia teleskop untuk menikmati panorama di sekitar masjid. Sedangkan di lantai dasar menara terdapat Radio Dakwah Islam di frekuensi 107,9 FM yang mengudara sejak 23 September 2006.

Kabarnya Masjid Agung Jawa Tengah merupakan masjid terbesar dan mungkin termewah di Provinsi Jawa Tengah, yang dilengkapi area pujasera, auditorium, menara pandang, museum kebudayaan Islam, perkantoran, taman, tempat parkir, toko suvenir, dan hotel. Biaya pembangunannya konon menelan biaya Rp230 milyar, dari rencana awal yang 'hanya' Rp30 milyar.

masjid agung jawa tengah semarang

Rancangan lengkung luar Masjid Agung Jawa Tengah mengingatkan saya pada struktur bangunan Romawi kuno. Jarak dari prasasti hingga ke dinding lengkung ini sekitar 50 meter, dan dari sana masih sekitar 100 meter lagi untuk sampai di serambi masjid, dengan melewati dua kolom payung hidraulik raksasa berjumlah seluruhnya enam buah.

Payung raksasa itu dibuka dan ditutup dengan penggerak otomatis, meniru payung raksasa yang telah ada sebelumnya di Masjid Nabawi Madinah, membuat Masjid Agung Jawa Tengah menjadi masjid kedua di dunia yang memiliki payung seperti itu. Tiang-tiang payung tingginya mencapai 20 meter, dengan bentang atau jejari payung sepanjang 14 meter.

Ruang utama Masjid Agung Jawa Tengah ditopang pilar-pilar kokoh, dengan dasar pilar diwarnai lukisan batik Jawa Tengah bercorak tumpal, kawung dan parang-parangan. Di ruang utama ini disimpan mushaf Al-Qur’an Al-Akbar berukuran 145x95 cm karya Khyatudin dari PonPes Al-Asy’ariyyah Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo yang dirikan KH. Muntaha Al-Hafidz.

Kami sempat melihat pemandangan pada pelataran Masjid Agung Jawa Tengah saat malam mulai turun dan lampu-lampu masjid serta lampu Menara Al Husna menyala. Ada baiknya memang untuk berkunjung ke masjid ini sekitar jam 4 sore, sehingga bisa berkeliling, makan di Kafe Muslim di Menara Al Husna yang bisa berputar, dan kemudian bisa menikmati suasana masjid pada malam hari.

Masjid Agung Jawa Tengah disebut mampu menampung total 15.000 jamaah ini dibangun di atas tanah seluas 10 hektar, dan dibutuhkan waktu lima tahun untuk menyelesaikan pembangunannya sampai diresmikan SBY pada tahun 2006. Jarak dari tepi jalan ke pelataran depan masjid sekitar 150 meter, melewati pos tiket parkir kendaraan. Di bagian depan pelataran terdapat batu prasasti peresmian Masjid Agung Jawa Tengah setinggi 3,2 meter dengan berat 7,8 ton yang berasal dari lereng Gunung Merapi, dan dikerjakan oleh I Nyoman Alim Mustapha dari Desa Pabelan, Mungkid.

Sekitar 60 meter di sebelah timur prasasti terdapat Pondok Bedug, tempat Bedug Ijo raksasa karya KH. Ahmad Shobri dari Desa Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas. Panjang bedugnya 3,1 m, radius kulit 1,86 m, dan radius tengah 2,20 m. Bedug Ijo itu dibuat dari Kayu Waru berumur tua. Di dalam Pondok Bedug juga terdapat Kentongan Ijo. Masjid Agung Jawa Tengah merupakan masjid yang perlu dikunjungi di Kota Semarang, dan akan menarik jika bisa melihat saat payung raksasa itu mengembang.

Masjid Agung Jawa Tengah

Alamat : Jl. Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Semarang. Lokasi GPS : -6.984533, 110.447445, Waze. Harga tiket masuk : Menara Asmaul Husna (buka jam 08.00 - 21.00) Rp.3.000 siang hari, Rp.4.000 setelah jam 17.30.

Galeri Foto Masjid Agung Jawa Tengah


masjid agung jawa tengah semarang

masjid agung jawa tengah semarang

Ruang utama Masjid Agung Jawa Tengah ditopang pilar-pilar kokoh. Dasar pilar diwarnai lukisan batik Jawa Tengah bercorak tumpal, kawung dan parang-parangan. Di ruang utama ini disimpan mushaf Al-Qur’an Al-Akbar berukuran 145x95 cm karya Khyatudin dari PonPes Al-Asy’ariyyah Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo yang dirikan KH. Muntaha Al-Hafidz.

masjid agung jawa tengah semarang

masjid agung jawa tengah semarang

Pemandangan pada pelataran Masjid Agung Jawa Tengah saat malam mulai turun dan lampu-lampu masjid serta lampu Menara Al Husna menyala. Ada baiknya memang untuk berkunjung ke masjid ini sekitar jam 4 sore, sehingga bisa berkeliling, makan di Kafe Muslim di Menara Al Husna yang bisa berputar, dan kemudian bisa menikmati suasana masjid pada malam hari.

masjid agung jawa tengah semarang

masjid agung jawa tengah semarang

Masjid Agung Jawa Tengah dilihat dari gerbang masuk, dengan Menara Asmaul Husna terlihat menjulang di sisi sebelah kiri. Masjid yang disebut mampu menampung sekitar 15.000 jamaah ini dibangun di atas tanah seluas 10 hektar, dan dibutuhkan waktu lima tahun untuk menyelesaikan pembangunannya sampai diresmikan SBY pada tahun 2006.

masjid agung jawa tengah semarang

masjid agung jawa tengah semarang

Ujung pelataran masjid dengan deretan ayat suci pada bagian atas dinding dengan lubang lengkung di bagian bawahnya. Keempat minaret yang menglilingi kubah di latar belakang masing-masing tingginya 62 meter.

masjid agung jawa tengah semarang

Pandangan burung dari lantai 19 dek pandang Menara Asmaul Husna ke arah bagian belakang Masjid Agung Jawa Tengah yang masih berupa sawah yang hijau. Besarnya payung raksasa bisa diperbandingkan dengan orang yang berada di sampingnya. Hanya saja payung itu tentunya hanya bisa melindung orang dari panas matahari, tak bisa melindungi dari guyuran air hujan yang turun deras.

masjid agung jawa tengah semarang

Menara Al Husna ini tingginya 99 meter. Di lantai dasar terdapat Studio Radio Dakwah Islam (Dais) di frekuensi 107,9 FM yang mengudara sejak 23 September 2006, di lantai 2 dan lantai 3 ada Museum Kebudayaan Islam di lantai 18 terdapat Kafe Muslim yang dapat berputar 360 derajat, dan di lantai 19 ada menara pandang yang dilengkapi dengan 5 teropong.

masjid agung jawa tengah semarang

masjid agung jawa tengah semarang

Seorang pengunjung tampak sumringah berbincang dengan temannya setelah mengintip dari salah satu teropong yang ada di dek pandang lantai 19 Menara Al Husna. Pada awal Ramadhan 1427 H teropong di masjid Al Hunsa untuk pertama kalinya digunakan untuk melihat Rukyatul Hilal oleh Tim Rukyah Jawa Tengah dengan menggunakan teropong Boscha.

masjid agung jawa tengah semarang

masjid agung jawa tengah semarang

Ruang utama Masjid Agung Jawa Tengah ditopang pilar-pilar kokoh. Dasar pilar diwarnai lukisan batik Jawa Tengah bercorak tumpal, kawung dan parang-parangan. Di ruang utama ini disimpan Al-Qur’an Al-Akbar berukuran 145×95 cm karya Khyatudin dari PonPes Al-Asy’ariyyah Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo yang dirikan KH. Muntaha Al-Hafidz.

masjid agung jawa tengah semarang

Satu sudut pandang dari sisi kiri Masjid Agung Jawa Tengah yang saya ambil sesaat sebelum pergi. Hujan yang sempat turun lagi membuat pelataran terlihat masih basah oleh sisa air hujan. Tak diragukan lagi bahwa Masjid Agung Jawa Tengah merupakan tempat menarik yang perlu dikunjungi jika tengah berada di Kota Semarang.

masjid agung jawa tengah semarang

Info Semarang

Hotel di Semarang, Tempat Wisata di Semarang, Peta Wisata Semarang.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑