Makam Syekh Anom Sida Karsa Kebumen

October 09, 2019. Label:
aroengbinang.com - Kunjungan pertama di pagi hari itu adalah ke lokasi Makam Syekh Anom Sida Karsa yang berada di daerah Petanahan, Kebumen. Tempat ziarah ini berjarak sekitar 11,8 kilometer dari alun-alun kota yang ada di depan Masjid Agung Kebumen mengarah ke Selatan, sedikit agak ke arah Barat Daya. Jarak yang cukup jauh dari Kota Kebumen.

Melewati Jl Ronggowarsito dan Jl Raya Soka, kami masuk Jl Raya Petanahan hingga bertemu Jl Klengen - Wonosari dan belok kanan, mengarah ke Barat. Setelah 2 km belok kiri, dan 600 meter lagi belok kanan. Musholla dan Makam Syekh Anom Sidakarsa ada di kanan jalan. Lokasi Makam Syekh Anom Sida Karsa berjarak sekitar 6 km dari Pantai Petanahan, pantai yang saya datangi kemudian.

Saat Bambang tengah mencari rumah pengurus makam berdasar keterangan ibu pemilik warung di depan gerbang makam, saya terlebih dahulu masuk ke area makam dan mengunjungi musholla yang detail ornamennya sangat menarik. Ada kaligrafi tulisan Arab di musholla yang di bawahnya terdapat tulisan "Sesungguhnya yg memakmurkan masjid Allah hanya orang2 yg beriman kepada Allah dan hari Qiamat". Di bawah tulisan ada kaligrafi lagi, dan paling bawah ada lagi tulisan berbunyi "Sodaqoh itu menutup tujuhpuluh pintu kejahatan".

makam syekh anom sida karsa kebumen

Musholla ini diberi nama Musholla Agung Al Waliyyu Syekh Anom Sida Karsa. Tidak begitu besar ukurannya, sesuai nama, namun merupakan bangunan permanen dengan tembok bata disemen dan atap genteng serta kemuncak kuncup bunga empat tingkat dan aksara Arab berbunyi "Allah" di puncaknya.

Di samping kiri terdapat pintu unik dan elok berdaun satu berbentuk lengkung. Di sisi kiri dan kanan bawah pintu ini terdapat hiasan suluran, sedangkan di dasar lengkung atasnya terdapat aksara Arab berbunyi "Muhammad" di kiri, "Allah" di kanan, dan "Bismillahirrahmanirrahim" pada bagian lengkungnya.

Di bawah lengkung ada sepotong matahari dengan tujuh berkas sinar, dan di dalam matahari terdapat tulisan "Musholla Agung Al - Waliyyuh Syech Anom Sida Karsa, Putra wayah Dalem Sunan Demak". Menurut cerita, Syekh Anom Sida Karsa merupakan keturunan ke-5 Raden Patah / Fatah, Sultan Demak yang pertama.

Pada pintu utama di tengah berdaun dua yang juga sangat indah, dengan lengkung bertaut di bagian atasnya, ornamen suluran warna metalik, huruf Arab "Allah", "Muhammad", kaligrafi ayat suci, dan tulisan "Pangkat ilmu di atas Segala pangkat, Al Hadits", serta tulisan "Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan, QS At-Tholaq"

makam syekh anom sida karsa kebumen

Makam Syekh Anom Sida Karsa berada di dalam cungkup bertutup kain yang dikelilingi oleh kurungan berangka besi berdinding kaca dengan tulisan ayat suci dan hiasan di bagian bawahnya. Di sebelahnya adalah makam isterinya. Kurungan besi itu digembok untuk melindungi makam dari tangan jahil.

Pria berpeci berbaju hitam dan bersarung biru bergaris itu bernama Muhyidin (40 tahun). Ia adalah keturunan ke-12 Syekh Anom Sida Karsa yang selain mengurus makam juga mengurus kegiatan madrasah, meneruskan apa yang telah dicontohkan oleh Syekh Anom semasa hidupnya.

Muhyidin meneruskan kisah dari para orang tua bahwa Syekh Anom Sida Karsa adalah asli keturunan Raden Patah dari Demak. Silsilahnya adalah Brawijaya V - Raden Patah - Sultan Trenggono - Sunan Prawoto - Pangeran Kediri - Pangeran Sudarmo - Pangeran Anom atau Syekh Anom Sida Karsa.

Kurungan besi itu digembok untuk melindungi makam dari tangan jahil. Pasalnya dulu peziarah ada yang mencongkel makam untuk dibawa pulang sebagai jimat penangkal bahaya. Tadinya saya tak faham apa yang dicongkel, namun setelah gembok dan kain dibuka baru terlihat bahwa pada makam terdapat unur (gundukan rumah rayap yang telah membatu), bertekstur kasar dengan ketinggian sekitar satu setengah meter berwarna putih kecoklatan. Ziarah ke makam Syekh Anom Sidakarsa biasanya banyak dilakukan pada bulan Sura dan Ruwah.

Menurut Muhyidin, meski banyak tempat telah beliau jelajahi namun Syekh Anom Sida Karsa memilih tinggal di daerah ini karena mengetahui banyak orang yang masih membutuhkan pencerahan, diantaranya adalah daerah Ambal yang dihuni banyak berandal. Beliau menetap di tempat ini sampai wafatnya.

Di serambi bangunan Makam Syekh Anom Sida Karsa yang dikeramik seluruhnya itu terlihat ada beberapa buah makam yang posisinya terpisah dengan letak tak teratur. Bentuk dan ketinggian makamnya berbeda-beda pula. Mungkin saja ada masanya nanti salah seorang keturunannya akan merapikan letak dan bentuk makam yang ada di sana.

Yang menarik adalah adanya beberapa makam yang bagian tengah pusaranya berada di bawah permukaan lantai serambi, serta tak ada bagian makam itu yang lebih tinggi posisinya dari lantai. Jika pun itu dibuat sebagai penghormatan kepada Syekh Anom Sida Karsa, namun ada makam lain yang berbentuk kijing biasa dan lebih tinggi dari lantai.

Beberapa makam di serambi itu diberi tengara, seperti makam B. Nyai Romini, makam Ny. Chasan Abdullah yang wafat pada 1955, KH Bachri wafat 1957, dan makam K. Chasan Abdullah yang wafat pada 1943. Sejumlah makam lainnya tidak memiliki penanda. Mereka yang dimakamkan di serambi adalah keturunan Syekh Anom Sida Karsa.

Semasa hidupnya, Syekh Anon Sida Karsa terkenal memiliki kelebihan. Kabar itu akhirnya sampai ke telinga para berandal di Ambal. Mereka pun datang menyatroni rumah Syekh Anom, berjumlah 200-an orang. Sampai di lokasi mereka melihat ada keanehan, yaitu meskipun rumah Syekh Anom miring ke Utara namun justru yang di sebelah Selatan yang disangga kayu. Para berandal itu pun menganggap pemilik rumah sudah tak waras lagi.

Ketika Syekh Anom Sida Karsa mempersilahkan para begal masuk ke dalam rumah, lagi-lagi mereka menganggap tuan rumah tak waras. Bagaimana mungkin rumah sekecil itu sanggup menampung gerombolan yang berjumlah demikian banyak. Namun ketika akhirnya masuk, ternyata dalaman rumah itu luas sekali. Seluruh gerombolan hanya memenuhi satu pojok rumah saja. Barulah para berandal itu sadar bahwa Syekh Anom bukan orang sembarangan.

Berandal itu dijamu makan oleh Syekh Anom, satu hal yang selalu dilakukannya pada setiap tamu yang datang ke rumahnya. Makanan selalu ada, berapa pun tamu yang datang setiap harinya. Para berandal dipesan agar tidak membuang tulang ayam ke lantai. Namun seorang berandal sengaja membuang tulang ayam ke lantai, dan tiba-tiba tulang itu berubah menjadi ayam lagi! Akhirnya para berandal itu pun takluk kepada Syekh Anom.

Muhyidin berujar bahwa pemugaran bagian dalam makam Syekh Anom dilakukan pada 1982, sedangkan pendopo, dan madrasah dibangun pada 2000 - 2002, sudah di jaman Muhyidin. Musholla dibangun 2003 selesai 2006, atas inisiatif H. Edi Sucipto dari Bekasi yang konon mendapat perintah dari Syekh Anom. Pembangunan musholla dilakukan setelah lebih dulu berembug dengan Muhyidin dan para pengurus yang belum lama dibentuk.

Makam Syekh Anom Sida Karsa

Alamat : Dusun Wadas, Desa Grogol Beningsari, Petanahan, Kebumen. Lokasi GPS : -7.74329, 109.60658, Waze.

Galeri Foto Makam Syekh Anom Sida Karsa

Masuk ke dalam serambi bangunan Makam Syekh Anom Sida Karsa yang dikeramik seluruhnya terlihat ada beberapa buah makam yang posisinya terpisah dengan letak tak teratur, dengan bentuk dan ketinggian yang berbeda-beda pula. Yang menarik adalah adanya beberapa makam yang bagian tengah pusaranya berada di bawah permukaan lantai serambi, serta tak ada bagian makam itu yang lebih tinggi posisinya dari lantai. Jika pun itu dibuat sebagai penghormatan kepada Syekh Anom Sida Karsa, namun ada makam lain yang berbentuk kijing biasa dan lebih tinggi dari lantai.

makam syekh anom sida karsa kebumen

Kaligrafi tulisan Arab di musholla yang di bawahnya terdapat tulisan "Sesungguhnya yg memakmurkan masjid Allah hanya orang2 yg beriman kepada Allah dan hari Qiamat". Di bawah tulisan ada kaligrafi lagi, dan paling bawah ada lagi tulisan berbunyi "Sodaqoh itu menutup tujuhpuluh pintu kejahatan".

makam syekh anom sida karsa kebumen

Sepotong matahari dengan tujuh berkas sinar, dan di dalam matahari terdapat tulisan “Musholla Agung Al – Waliyyuh Syech Anom Sida Karsa, Putra wayah Dalem Sunan Demak”. Menurut cerita, Syekh Anom Sida Karsa dipercayai sebegai keturunan ke-5 Raden Fatah, Sultan Demak yang pertama.

makam syekh anom sida karsa kebumen

Langit-langit musholla yang sederhana dengan lubang hawa segiempat di keempat sisi, tanpa ornamen. Lampu gantung yang biasa dipasang pun tinggal kabel listriknya saja yang menjuntai. Hanya ada seekor cecak tengah menunggu nyamuk terlihat menempel pada langit-langit di dekat kabel.

makam syekh anom sida karsa kebumen

Bagian pengimaman pada mihrab masjid yang berbentuk lengkung dengan tulisan "Musholla Agung Al Waliyyu Syeh Anom Sida Karsa". Tidak ada mimbar untuk khotbah, karena musholla memang hanya diperuntukkan buat sholat wajib dan sunnah, selain shalat Jumat dan shalat pada hari raya.

makam syekh anom sida karsa kebumen

Sisi kiri kanan bagian pengimaman yang hanya ada papan tulis untuk ngaji, dan di sebelah kiri terdapat papan absensi siswa. Di dalam ruang pengimaman terdapat poster bergambar Ka'bah.

makam syekh anom sida karsa kebumen

Pintu utama musholla yang dibuat dengan detail sangat elok, sangat kontras dengan bagian dalam musholla yang terkesan seadanya. Dari celah pintu bisa terlihat bagian pengimaman musholla.

makam syekh anom sida karsa kebumen

Pintu utama masjid saya tangkupkan untuk melihat kesempurnaan pengerjaannya, dengan lengkung bertaut di bagian atasnya, ornamen suluran warna metalik, serta huruf Arab “Allah”, “Muhammad” di bagian atas kedua pintu.

makam syekh anom sida karsa kebumen

Kaligrafi, ornamen suluran, dan tulisan “Pangkat ilmu di atas segala pangkat, Al Hadits” yang berada di bagian bawah daun pintu sebelah kiri.

makam syekh anom sida karsa kebumen

Tulisan "Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan, QS At-Tholaq" yang berada di bagian bawah daun pintu musholla sebelah kanan.

makam syekh anom sida karsa kebumen

Kijing makam B. Nyai Romini yang wafat pada 18 Agustus 2013. Kijing makam ini termasuk kijing biasa, diantara kubur unik yang rata dengan lantai.

makam syekh anom sida karsa kebumen

Kubur ini juga biasa, yang didiami oleh Ny. Chasan Abdullah yang wafat pada 1955, KH Bachri wafat 1957, dan K. Chasan Abdullah yang wafat pada 1943. Jika saja semua kubur ini dubuat rata dengan lantai, dan ditata rapi, akan menjadi sebuah keunikan selain sebagai perlambang.

makam syekh anom sida karsa kebumen

Sejenis batu sangat keras yang disebut unur, bertekstur kasar dengan ketinggian sekitar satu setengah meter berwarna putih kecoklatan yang ada di dalam cungkup Makam Syekh Anom Sida Karsa. Unur ini yang dulu sering dicongkel peziarah untuk dijadikan jimat penolak bala.

makam syekh anom sida karsa kebumen

Atap musholla bertutup genteng dengan kemuncak kuncup bunga empat tingkat dan aksara Arab berbunyi “Allah” di puncaknya.

makam syekh anom sida karsa kebumen

Info Kebumen

Hotel di Kebumen, Tempat Wisata di Kebumen, Peta Wisata Kebumen.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang ! Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.