Stasiun Kereta Api Keleti di Budapest

aroengbinang.com - Stasiun Kereta Api Keleti berupa bangunan tua yang masih berdiri kokoh, terletak di Kota Budapest, Hongaria. Kereta Api dari Bratislava membawa kami ke kota tua di Hongaria yang ditempuh selama 2 jam 40 menit. Perjalanan di dalam kereta api dari Bratislava menuju Budapest disuguhi pemandangan indah dan begitu memasuki ke wilayah Hongaria terlihat perbukitan dan hutan menghijau memanjakan penglihatan. Turun dari kereta api di Stasiun Keleti Kota Budapest menapaki suasana masa lalu yang kental, stasiun tua berlangit-langit sangat tinggi. Pandangan mata saya langsung menyisiri jengkal demi jengkal stasiun dengan antusias.

Harga tiket kereta api dari Bratislava ke Budapest one way ticket 15 €uro sekitar 225.000 rupiah, sedangkan return ticket 17,50 €uro sekitar 262.555 rupiah, perbedaannya hanya 2,5 €uro atau sekitar 37.555 rupiah saja dan dapat dibeli secara online atau beli langsung di loket stasiun. Di stasiun kereta api Bratislava loket pembelian tiket tempatnya terlihat jelas, sedangkan di Stasiun Kereta Api Keleti loketnya agak menjorok ke dalam. Sesampai di Stasiun Kereta Api Keleti, saya langsung menukarkan mata uang €uro yang berlaku hampir di seluruh negara Uni Eropa dengan mata uang Forint yang berlaku di Hongaria. Walaupun Hongaria bergabung dengan Uni dan termasuk negara Schengen, alat tukar uangnya mempergunakan mata uangnya sendiri.

Destinasi dari Stasiun Kereta Api Keleti, ada beberapa kota di negara yang berdekatan dengan Hongaria yaitu tiket kereta api ke Wiena (Austria), Bratislava (Slowakia), Sofia (Bulgaria), Zagreb (Kroasia), Prague/Praha (Ceko), Berlin, Hamburg, Munich (Jerman), Warsaw, Kraków (Polandia) dan Bukarest, Brașov, Sibiu, Cluj, Napoca, Arad, Timişoara (Rumania). Sekedar perbandingan untuk nilai tukar uang, 1 €uro sebesar 300 Forint pada saat saya berkunjung ke Hongaria di akhir tahun 2016. Di Stasiun Keleti terdapat 3 tempat penukaran mata uang atau money changer, antara satu sama lain saling berdekatan masih di area dalam stasiun Kereta Api Keleti.

stasiun kereta api keleti
Inilah tampak depan Stasiun Kereta Api Keleti di Budapest, bangunan berarsitektur masa lalu. Terdapat tulisan "Keleti Pályaudvar" yaitu bahasa Hongaria yang tertulis di bagian atas, lalu setengah lingkaran dipercantik oleh kaca patri antik juga bertengger 4 patung manusia. Dilengkapi jam petunjuk waktu,dan pada dinding sebelah kanan kiri terdapat pula patung manusia. Sedangkan 4 pilar yang tinggi tepat berada di pintu masuk.

Stasiun Kereta Api Keleti tepatnya di daerah Rákóczi út, Budapest, Hongaria, dibangun pada tahun 1881 dan selesai tahun 1884 sedangkan metro dioperasikan mulai tahun 1972. Kebanyakan stasiun kereta api, seperti juga di Indonesia bangunannya adalah bangunan tua. Keleti buat saya adalah pintu masuk ke Budapest yang penuh dengan kejutan, banyak hal mencengangkan di Ibu Kota Hongaria.

stasiun kereta api keleti
Bagian depan Stasiun Kereta Api Keleti diambil dari dalam stasiun, saya perhatikan kaca-kaca yang terpasang agak suram namun cukup membuat cahaya matahari masuk dengan mudah. Kuno dan antik, itulah dua kata yang tepat untuk Stasiun Keleti, dan kereta yang tadi kami tumpangipun melanjutkan perjalanannya.

Masih menilik bagian dalam Stasiun Kereta Api Keleti, di atas pintu masuk terdiri 5 pasang jendela kaca yang besar, dan 5 pintu masukpun dipasang kaca hanya 3 yang dibuka yaitu ujung kiri dan kanan entah sengaja ditutup atau memang didesain seperti itu. Keleti memang menarik dicermati, stasiun kereta api tua yang mempunyai nilai seni.

stasiun kereta api keleti
Langit-langit yang tinggi di Stasiun Kereta Api Keleti juga dipenuhi kaca, dengan desain yang senada secara keseluruhan. Seperti halnya di stasiun kereta api manapun selalu ada informasi kedatangan dan keberangkatan kereta api, di Stasiun Keleti juga tertera jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api dalam bahasa Hongaria yang dipasang di papan informasi.

Ada tangga berjalan ke ruang bawah tanah yang dipenuhi oleh pedagang makanan terutama kebab dan pizza, selain itu ada juga penjual suvenir. Beberapa pedagang terutama dengan kios yang besar, masih menerima €uro sebagai mata uangnya. Stasiun Kereta Api Keleti berbentuk memanjang dengan dinding bercat cream agak memudar, dua gerbong bersandar di deretan rel-rel menanti keberangkatan.

stasiun kereta api keleti
Keluar dari Stasiun Kereta Api Keleti disambut dengan merpati yang memenuhi pelataran stasiun, kami sempat berfoto dengan burung-burung yang jinak mumpung masih berkumpul. Langipun tampak cerah, suhu udara cukup panas apalagi ketika kami meninggalkan Bratislava masih terasa dingin.

Menyaksikan Stasiun Kereta Api Keleti dari kejauhan, Keleti memang unik dan menarik untuk ditelaah. Di Kota Budapest yang dipenuhi bangunan indah dan Keleti adalah salah satunya. Enggan cepat berlalu dari pelataran stasiun, sambil melihat suasana kota dengan santai duduk di depan Keleti. Merpati yang sedang bergerombol sesekali terbang rendah lalu kembali menepi.

Lstasiun kereta api keleti
Sebelum berjalan-jalan di Kota Budapest, saya dan kawan-kawan Manikam Khatulistiwa berfoto bersama. Mumpung langit biru tanpa awan, bersih dan jernih. Tidak berlalu banyak orang lalu lalang di sekitar stasiun, kami memanfaatkan untuk berfoto grup dan beberapa diantara kamipun berfoto sendiri pas di depan megahnya Keleti.

Hari itu mulailah berpetualang di Budapest, beberapa tempat sudah direncanakan untuk didatangi seperti Gedung Parlemento, Katredral Basilika, Air Mancur Kota dan yang lainnya. Udara yang sedang panas sangat pas menikmati ice cream yang banyak dijual di jalanan dengan aneka rasa menggoda selera.

Stasiun Keleti adalah tempat pertama yang kami saksikan di Kota Budapest, dan dari Keleti kamipun kembali menuju ke Slovakia kemudian melanjutkan perjalanan ke Austria. Menyimpan beberapa Forint untuk suvenir, dan saya menyisakan koin sebagai ikatan agar bisa datang lagi ke Hongaria.

Stasiun Kereta Api Keleti

Rákóczi út, Budapest, Hongaria. Lokasi GPS: 47.5002642, 19.0826082, Waze

Penulis : Senang membuat catatan diri setiap perjalanan sekedar penghargaan atas apa yang dilihat dan dirasakan sebagai ritual ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta.(Jatuh cinta pada lembah, gunung dan pepohonan ). Follow aroengbinang ! Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.