Gua Sunyaragi Cirebon

May 07, 2019. Label:
Matahari mulai turun mendekati garis cakrawala di belahan bumi bagian barat ketika kami tiba di kompleks Gua Sunyaragi Cirebon yang lokasinya berada di Kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon. Gua bersejarah yang statusnya merupakan Benda Cagar Budaya ini merupakan sebuah kompleks situs seluas 1,5 ha yang dibangun pada tahun 1703 oleh Pangeran Kararangen atau Pangeran Arya Carbon.

Sebenarnya ada sedikit rasa enggan ketika akan berkunjung ke gua ini, oleh sebab sebelumnya sempat membaca sebuah berita bahwa situs itu keadaannya sedang tak terawat. Bagaimana pun juga gua yang menyimpan cerita masa lalu ini, yang sudah berkali-kali saya lewati ketika melintas Kota Cirebon sebelum jalan tol dibuat, tetap perlu dikunjungi sekali waktu.

Kata "Sunyaragi" berasal dari kata Sanskerta "sunya" yang berarti sepi dan "ragi" yang artinya raga, karena menurut cerita yang beredar di sana tujuan dibuatnya Gua Sunyaragi adalah sebagai tempat tetirah dan meditasi bagi Sultan Cirebon dan para kerabatnya. Menyepi merupakan salah satu cara untuk melakukan perenungan, kontemplasi, mengurai kekusutan masalah rumit yang sedang membelit, serta membuat terang pikir dan jiwa.

gua sunyaragi cirebon

Panggung budaya terbuka yang berada di sebelah kiri regol masuk tempat wisata ini terlihat lumayan terawat, biasanya digunakan sebagai tempat diselenggarakannya pementasan berbagai kesenian daerah Jawa Barat. Gua Sunyaragi Cirebon juga dikenal dengan nama Taman Air Sunyaragi, Tamansari Sunyaragi, atau Tamansari Gua Sunyaragi, oleh sebab di sana dahulunya memang ada kebun bunga tempat bersenang-senang para puteri raja, lengkap dengan kolam pemandiannya.

Papan tengara situs terdapat di dekat regol masuk ke dalam kompleks. Di sana ada sebuah bangunan gedung yang dilengkapi dengan serambi, kamar tidur, tempat mandi, kamar rias, tempat ibadah dan kolam. Sebelum regol masuk ini terdapat kantor Dinas Pariwisata setempat, dan di seberangnya terdapat beberapa kios yang menjual cindera mata dan lukisan kaca patri Cirebon yang halus dan cantik, dalam ukuran kecil dan besar.

Melangkahkan kaki lebih jauh masuk ke dalam kompleks Gua Sunyaragi Cirebon terdapat struktur bangunan Kaputren yang terlihat belum lengkap atau sudah rusak, dengan lubang masuk dan jendela berbentuk lengkung yang dipengaruhi gaya bangunan Eropa. Struktur di sebelah kanan dan bagian depan menyerupai bentuk kolam pemandian namun airnya telah kering. Lalu ada bangunan berbentuk sangkar besar beratap dua tingkat di puncak tatanan dinding dengan permukaan tak beraturan yang mungkin berfungsi sebagai pesanggrahan atau tempat untuk bermeditasi.

gua sunyaragi cirebon

Sebuah tempat bernama Mande Beling di Gua Sunyaragi Cirebon memiliki atap cungkup Joglo tunggal yang menunjukkan pengaruh budaya Hindu Jawa. Di tengahnya terdapat pendopo batu tinggi berbentuk segi empat dengan permukaan yang halus. Mande Beling dahulu digunakan oleh Sultan Cirebon untuk beristirahat ketika tetirah di Gua Sunyaragi, sedangkan Bangsal Jinem digunakan Sultan ketika menerima bawahan untuk bermufakat.

Ada Patung Perawan Sunti di depan Gua Peteng, yang merupakan gua utama di situs Gua Sunyaragi untuk bersemadi dan menyepi para Sultan Cirebon. Gua ini tampak tidak terlalu dalam, hanya berupa ceruk pendek yang pas untuk satu orang duduk di sana. Menurut mitos setempat, dipercayai bahwa jika seorang gadis perawan memegang patung batu Patung Perawan Sunti maka ia akan sulit untuk mendapatkan jodohnya.

Sayangnya air yang ada di kolam itu terlihat keruh dan kotor yang membuatnya tak sedap dipandang. Kecil kemungkinannya bahwa seorang raja atau sultan sebuah kerajaan besar akan merasa senang saat berada di tempat ini dengan kondisi air yang buruk seperti ini. Oleh sebab itu, besar kemungkinannya adanya saluran air masuk ke dan keluar dari kolam untuk menjaga air agar selalu bersih dan segar saat raja berada di sana.

Dinding bebatuan Gua Sunyaragi yang berbentuk gunung-gunungan itu seperti layaknya rumah semut yang sepintas terkesan serampangan, namun di bagian tengah sana terlihat patung batu kasar berbentuk gajah dalam ukuran kecil. Tatanan struktur di kompleks Gua Sunyaragi itu bentuknya tampaknya dimaksudkan menyerupai serakan awan, sebuah corak yang dikenal dengan sebutan Mega Mendung dan banyak ditemukan dalam motif batik Cirebon.

Diantara dinding gunungan Gua Sunyaragi juga terdapat sebuah patung batu berkepala burung Garuda dan bertubuh serta berkaki manusia, tengah duduk dengan posisi kaki terbuka dan bagian badannya dililit seekor ular besar. Patung ini terlihat agak samar di tengah bebatuan yang berbentuk tidak beraturan itu. Dengan begitu luasnya area dan minimnya petunjuk, untuk mengenal Gua Sunyaragi dengan lebih baik tidak bisa tidak anda membutuhkan seorang pemandu yang handal.

Kondisi Gua Sunyaragi Cirebon saat kunjungan saya itu memang tidak begitu baik, namun dengan bergantinya pejabat dan pemerintahan serta perhatian warga, semoga saja keadaan saat ini sudah jauh lebih indah. Jika tidak, mungkin sudah waktunya Kompleks Gua Sunyaragi pengelolaannya dirubah, karena selain memerlukan perhatian yang lebih baik, situs ini juga perlu dipugar secara menyeluruh sehingga bisa menjadi sebuah situs yang mampu menunjukkan keagungan Kesultanan dan budaya Cirebon masa lalu dan kini.

Gua Sunyaragi Cirebon

Alamat : Jl. Brigjen Darsono, Kel Sunyaragi, Kota Cirebon. Lokasi GPS : -6.73709, 108.54338, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : 08.00-17.00. Tiket masuk Rp. 7.000.

Galeri Foto Gua Sunyaragi Cirebon

Patung Perawan Sunti di depan Gua Peteng, yang merupakan gua utama di situs Gua Sunyaragi untuk bersemadi dan menyepi para Sultan Cirebon. Gua ini tampak tidak terlalu dalam, hanya berupa ceruk pendek yang pas untuk satu orang duduk di sana. Menurut mitos setempat, dipercayai bahwa jika seorang gadis perawan memegang patung batu Patung Perawan Sunti maka ia akan sulit untuk mendapatkan jodohnya.

gua sunyaragi cirebon

Dinding bebatuan Gua Sunyaragi yang berbentuk gunung-gunungan itu seperti layaknya rumah semut yang sepintas terkesan serampangan, namun di bagian tengah sana terlihat patung batu kasar berbentuk gajah dalam ukuran kecil. Tatanan struktur di kompleks Gua Sunyaragi itu bentuknya tampaknya dimaksudkan menyerupai serakan awan, sebuah corak yang dikenal dengan sebutan Mega Mendung dan banyak ditemukan dalam motif batik Cirebon.

gua sunyaragi cirebon

Papan tengara dan regol masuk ke kompleks Gua Sunyaragi. Di latar belakang adalah sebuah bangunan gedung, dengan serambi, kamar tidur, tempat mandi, kamar rias, tempat ibadah dan kolam. Sebelum regol masuk Gua Sunyaragi ini terdapat kantor Dinas Pariwisata setempat, dan di seberangnya terdapat beberapa kios yang menjual cindera mata dan lukisan kaca Cirebon yang halus dan cantik, dalam ukuran kecil dan besar.

gua sunyaragi cirebon

Struktur dinding pondasi dengan undakan di ujung kiri dan undakan lagi ke candi bentar di latar belakang sana. Dinding yang memanjang pada bagian atas memiliki pola yang tak beraturan. Sebuah pendopo kecil beratap sirap tampak berada di sebelah kanan.

gua sunyaragi cirebon

Area Gua Sunyaragi ini cukup luas. Ketiadaan penunjuk arah membuat saya melangkah menuruti ayun kaki saja, dan ketiadaan papan nama di setiap benda yang ada di sana juga merepotkan. Gua ini memang perlu perbaikan manajemen.

gua sunyaragi cirebon

Pemandangan sebuah struktur bangunan Kaputren di kompleks Sunyaragi yang terlihat seperti belum lengkap dengan lubang masuk dan jendela berbentuk lengkung pada bagian atasnya yang tampaknya dipengaruhi gaya bangunan Eropa.

gua sunyaragi cirebon

Sisi kanan bangunan Kaputren yang memperlihatkan adanya pendopo kecil atau gaebo di sebelah sana. Struktur di sebelah kiri menyerupai bentuk sebuah kolam pemandian, atau Tamansari, namun airnya telah kering.

gua sunyaragi cirebon

Sebuah bangunan di Gua Sunyaragi yang berbentuk seperti sebuah sangkar besar beratap dua tingkat, yang mungkin berfungsi sebagai sebuah pesanggrahan atau tempat untuk bermeditasi. Untuk mengenal Gua Sunyaragi, dengan begitu banyaknya nama tempat di kompleks ini dan ketiadaan tengara, tidak bisa tidak anda membutuhkan seorang pemandu.

gua sunyaragi cirebon

Pendopo kecil bernama Mande Beling itu yang digunakan Sultan Cirebon untuk beristirahat ketika sedang berada di Gua Sunyaragi. Struktur bebatuan karang Gua Sunyaragi yang bentuknya menyerupai awan, sebuah corak kota Cirebon yang dikenal dengan sebutan Mega Mendung.

gua sunyaragi cirebon

Undakan dan kolam kecil berisi air berlumut dengan tapak jalan menuju ke Gua Peteng, tempat untuk sultan bersemedi. Patung abstrak di sebelah kiri bawah adalah Patung Perawan Sunti, yang menurut mitos setempat dipercayai bahwa jika seorang gadis memegang patung batu tersebut maka ia akan sulit untuk mendapatkan jodohnya.

gua sunyaragi cirebon

Sebuah patung batu di tempat wisata Gua Sunyaragi dengan kepala berbentuk kepala burung Garuda dan tubuh serta kaki manusia, tengah duduk dengan posisi kaki terbuka, dengan badan dililit ular besar, terlihat agak samar di tengah bebatuan yang berbentuk tidak beraturan.

gua sunyaragi cirebon

Di tengah cungkup Mande Beling terdapat struktur segi empat setinggi dada sebagai tempat duduk dengan undakan untuk naik ke atasnya, tiang kayu di keempat pojoknya, dan ornamen menarik pada dindingnya. Di sebelah kanannya ada bangunan berdinding bata telanjang menyerupai benteng dengan ornamen lekuk lengkung.

gua sunyaragi cirebon

Pintu gerbang bagian dalam obyek wisata Gua Sunyaragi. Adalah sejak pengelolaan Gua Sunyaragi diserahkan kepada Keraton Kasepuhan pada tahun 1997, kondisi Gua Sunyaragi ini kian lama kian terbengkalai.

gua sunyaragi cirebon

Foto yang lebih jelas ke Mande Beling dan ornamen pada dinding tempat duduknya. Sejumlah sirap tampak telah rontok dan memang sudah terlihat tua. Di sisi belakang, di atas bukit sana tampak seorang ibu dengan du anaknya tengah duduk-duduk di rumput di bawah bayang Pohon Randu.

gua sunyaragi cirebon

Dilihat dari jarak lebih dekat dengan cropping photo, patung berwajah garuda berbadan manusia itu baru terlihat lebih jelas. Badan ular juga terlihat lebih jelas, meskipun sayapnya tak kentara benar. Di atasnya tampak ada undakan yang saya tak sempat naik ke sana.

gua sunyaragi cirebon

Pandangan lebih dekat ke Patung Perawan Sunti, yang memang tak jelas benar bentuknya, ditambah lagi fokus camera yang kurang baik. Jika ada kolam di sini maka mestinya ada aliran air masuk dan keluar, karena sebagai sultan tentu tak akan suka melihat air diam hingga berwarna hijau keruh seperti ini.

gua sunyaragi cirebon

Pandangan lebih jelas ke arah dalaman Gua Peteng yang berupa ceruk dengan undakan, dan undakan terakhir tampaknya menjadi tempat duduk. Di mulut gua, kiri kanannya ada ceruk dengan tempat untuk duduk, yang mungkin digunakan sebagai tempat duduk pengawal atau orang yang diajak oleh sultan.

gua sunyaragi cirebon

Pandangan lebih dekat ke patung gajah dengan belalai naik ke atas. Di kiri kanan patung ini juga ada tempat untuk duduk atau undakan untuk naik ke atas. Tempat wisata sejarah ini sebenarnya bisa sangat menarik dan bisa menjadi pilihan liburan keluarga, jika saja dikelola dengan lebih baik.

gua sunyaragi cirebon

Info Cirebon

Hotel di Cirebon, Hotel Murah di Cirebon, Tempat Wisata di Cirebon, Peta Wisata Cirebon
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑