Medan, Sumatera Utara, Tempat Wisata

Tempat Wisata di Medan

Tulisan ini merupakan catatan tentang

Tempat Wisata di Medan

, Provinsi Sumatera Utara, yang berisi lokasi tempat menarik yang ada di Kota Medan dan sekitarnya, yang mungkin bermanfaat bagi para pejalan. Catatan ini diperbarui ketika data baru telah diperoleh.

Kota Medan merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Utara, yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Kota ini menjadi pintu masuk utama di wilayah bagian barat melalui Pelabuhan Belawan dan Bandar Udara Internasional Kuala Namu, bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta.

Tempat Wisata di Medan


Danau Siombak

Rengas Pulau, Medan Marelan, 15 Km dari pusat kota, merupakan obyek danau buatan yang biasa digunakan untuk Festival Kano dan Perahu Tradisional.

Gedung Balaikota

Jl Balaikota yang semula bernama Gemeen Tehnis, dibangun pada 1908 oleh Biro Arsitek Hulswit, direnovasi pada 1913 dan 1923 dengan menempelkan jam dinding di bagian atas gedung. Jam yang dahulu bisa mengeluarkan bunyi itu buatan Firma van Bergen di Hialigerlee, Belanda, disumbangkan oleh milyuner Tjong A Fie.

Gedung Bank Exim

Persimpangan Jl Raden Saleh dan Jl Ahmad Yani, dibangun pada 1942, semula merupakan kantor Nederlandsche Handel Maatschappij, dan dipakai sebagai kantor Gunseikambu pada masa penjajahan Jepang.

Gedung Bank Indonesia

Jl Balaikota, dibangun pada 1910 oleh arsitek Hulsurt / Fermunt E.d. Caypers, semula digunakan sebagai kantor Java She Bank, dengan bentuk bangunan segi empat gaya Eropa tua.

Gedung Bank Mandiri

Gedung tua Medan di persimpangan Jl Ahmad Yani dan Jl Ahmad Yani VII, didirikan pada 1920, semula merupakan kantor Nederlandsche Handels Bank.

Gedung BKS PPS

Gedung tua Medan di persimpangan Jl Palang Merah dan Jl Pemuda, didirikan pada 1918 - 1919, sejak awal digunakan oleh AVROS (Gabungan Maskapai Perkebunan).

Gedung Dinas Pariwisata

Gedung tua Medan di Jl Ahmad Yani, Kesawan, didirikan pada 1921, sempat digunakan sebagai Kantor Percetakan Negara.

Gedung Hotel de Boer

Jl Balaikota, dibangun pada 1909 oleh Herman de Boer yang datang ke Medan pada 1899, sekarang menjadi bagian dari Hotel Dharma Deli.

Gedung Jasindo

Depan Lapangan Merdeka, dibangun padan 1920-an sebagai kantor Stoomvaart Maatschappij Nederland dan Rotterdamsche Llloyd, sekarang menjadi Kantor Pusat PT Jasindo.

Gedung Jiwasraya

Persimpangan Jl Palang Merah dan Jl Kol Sugiono, didirikan pada 1918 oleh N.V. Levensverzkering Mij Nillmij Van, direnovasi pada 1984 dengan mempertahankan bentuk aslinya.

Gedung Kantor Depnaker

Persimpangan Jalan Hindu, didirikan pada 16 Februari 1919 oleh Dannel Baron Mackay, Walikota Medan yang pertama, dengan arsitek G. Bos.

Gedung Kantor Direksi PTP IX

Jl Tembakau Deli, didirikan pada 1908 bergaya Eropa Melayu, semula digunakan sebagai Kantor Pusat Deli Maatschappij, lalu menjadi Kantor Direksi PTP IX, dan sekarang dimiliki oleh seorang pengusaha.

Gedung Kantor Pos

Jalan Medan Merdeka Square, berhadapan dengan Hotel de Boer, selesai dibangun pada 1911 oleh arsitek Snuyf, Direktur Jawatan Pekerjaan Umum Belanda untuk Hindia Belanda.

Gedung Lonsum

Jl. A. Yani No. 2, dibangun pada 1920-an dan dikenal sebagai Juliana Building sebelum dimiliki PT. London Sumatera Indonesia.

Gedung Kantor Gubernur

Wisata gedung tua Medan bergaya Neoklasik di Jl Diponegoro, dibangun pada 1913 sebagai Gedung Stasiun Penelitian Tembakai Deli.

Gedung Kantor Pusat PPKS

Jl Brigjen Katamso, dibangun pada 1918 dengan arsitek GH Muller sebagai Gedung AVROS Proefstation (Gabungan Perusahaan Perkebunan Belanda).

Gedung Rumah Dinas Gubernur

Jl Sudirman, dibangun pada 1939 oleh GMA Spits dengan arsitek Geb Carpentier, tertulis pada prasasti di tembok bangunan.

Gedung Stasiun Kereta Api

Jl Stasiun Kereta Api, dibangun pada 1891, diperbesar pada 1910, dan direnovasi pada 1939 oleh Deli Spoorweg Maatschappij, dengan penambahan menara jam setinggi 20 meter sebagai penanda bangunan, juga sebagai cerobong ventilasi udara, dan tempat jam yang menunjukkan waktu keberangkatan kereta.

Gereja GKI

Wisata gedung tua Medan bergaya Eropa tua di Jl Zainul Arifin, dibangun pada 1915 sebagai Gereja Gereformeer, berukuran 17 x 8 meter, dan tinggi 8 meter.

Gereja Immanuel

Jl. Diponegoro yang merupakan onbyek gereja tertua Medan, dibangun pada 1921, bisa menampung sekitar 500 jamaah.

Graha Bunda Maria Annai Velangkanni

Jl. Sakura 3, Tanjung Selamat, Tuntungan, yang semula diperuntukkan bagi umat Katolik Tamil Kota Medan.

Istana Maimun

Jalan Brigjen Katamso kota Medan, salah satu obyek wisata istana tua indah negeri ini.

Kebun Binatang

Jalan Pintu Air IV Kelurahan Simalingkar, 10 Km dari pusat kota, seluas 30 ha, yang dibuka setiap hari jam 09.00 s/d 17.00.

Kuil Shri Mariamman

Jalan Teuku Umar No.18, Kampung Madras, sebelumnya dikenal sebagai Kampung Keling.

Masjid Gang Bengkok

Tikungan Jl. Masjid, Kel.Kesawan, salah satu masjid tua kota Medan yang pembangunannya mendapat dukungan dana dari Tjong A Fie.

Masjid Raya Al Mashun

Jalan Masjid Raya, sekitar dua ratus meter dari obyek wisata Istana Maimun, dibangun 1865.

Masjid Raya Al Osmani

Jl. Yos Sudarso, 19 Km dari pusat kota ke arah Pelabuhan Belawan, yang merupakan masjid tertua Kota Medan, tempat 3 sultan dimakamkan.

Menara Air Tirtanadi

Jalan Sisingamangaraja, yang merupakan tangki penyimpanan air bersih sejak jaman kolonial, dan sekarang menjadi milik Perusahaan Air Minum Daerah Tirtanadi.

Merdeka Walk

Berada di pusat Kota Medan di area seluas 6600 m2 yang sebelumnya merupakan lahan parkir Lapangan Merdeka

Museum Bukit Barisan

Jl. Zainul Arifin yang diresmikan pada 1971, menyimpan benda-benda sejarah perjuangan ABRI dan rakyat Sumatera Utara.

Museum Sumatera Utara

Jl. H.M. Jhoni No. 51 yang merupakan museum terbesar di Sumatera Utara, dan salah satu yang terbaik di Indonesia, diresmikan pada 1982.

Rahmat International Wildlife Museum & Gallery

Jalan Letjen S Parman 309, dengan beragam obyek binatang liar hasil perburuan.

Rumah Tjong A Fie

Jalan Ahmad Yani (Kesawan) yang dibangun pada 1900, milik jutawan pertama di Sumatera yang namanya sangat terkenal sampai saat ini.

Taman Buaya

Desa Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, seluas 2 ha, berdiri sejak 1959, dimiliki oleh Lo Than Mok dengan 2600 ekor buaya.

Taman Rekreasi Mora Indah

Jalan Sisingamangaraja km 11, di perbatasan Medan dengan Tanjung Morawa, tempat rekreasi yang memiliki koleksi berbagai satwa.

Taman Sri Deli

Lokasinya berada persis di depan Masjid Raya Al Mashun, dan konon merupakan Taman Puteri-puteri Sultan Deli dan Keluarganya.

Tempat Kuliner di Medan

Catatan tempat wisata kuliner di Medan

Tugu Guru Patimpus

Jl. Kapten Maulana Lubis. Pada 1 Juli 1560, Guru Patimpus membangun perkampungan Medan Putri di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura, cikal bakal Kesultanan Deli.

Tugu Jenderal Ahmad Yani

Jl. Jenderal Sudirman sebagai tengara bagi Pahlawan Revolusi Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani yang tewas pada peristiwa G30S PKI.

Vihara Gunung Timur

Jalan Hang Tuah 16, menghadap ke sungai Babura yang dipercaya membawa keberuntungan.

tempat wisata di medan tempat wisata di medan tempat wisata di medan tempat wisata di medan

Vihara Setia Budi

Jl. Irian Barat No. 26 yang merupakan salah satu obyek kelenteng besar dan tertua Kota Medan.

, seorang pejalan musiman dan penyuka sejarah yang lahir di Desa Mersi - Purwokerto, dan sekarang tinggal di Jakarta. Diperbarui: Oktober 09, 2017.

Tulis Komentar

Ketik dulu, lalu klik "Masuk ..." atau "Posting".

« Tulisan Baru©2021 IkutiTulisan Lama »

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.