Taman Buaya Indonesia Jaya Bekasi

December 31, 2019. Label:
Tulisan Taman Buaya Indonesia Jaya Bekasi ini menjadi travelog pertama untuk wilayah padat penduduk yang berbatasan dengan DKI Jakarta di sisi Timur itu, meski bisa dibilang wilayah terdekat di luar Jakarta dengan tempat dimana saya tinggal, Jakarta Timur. Sering pula dulu lewat melintasinya, baik di dalam kotanya maupun di sekitaran Jababeka dan Cikarang, namun setelah bertahun-tahun menulis blog baru kali inilah ada travelognya, sementara sudah banyak travelog terbit untuk Tangerang dan Bogor.

Meski Bekasi belum bisa disebut sebagai tempat tujuan wisata, namun daerahnya terus berkembang semakin maju. Wilayah luas, mulai dari Muara Gembong hingga Cibarusah, Serang Baru dan Bojongmangu di selatan. Di sisi baratnya ada Tarumajaya, Babelan, Tambun, dan Setu, sedangkan di sisi Timurnya ada Pebayuran, Kedungwaringin, dan Cikarang. Di tengah ada Cibitung, Sukatani. Cikarang sendiri terbagi menjadi lima wilayah.

Taman Buaya Indonesia Jaya adalah tempat wisata berusia cukup tua di Bekasi yang berdiri sejak tahun 1990, sebelum waterboom dan mal ramai, dan masih bertahan hidup hingga saat ini. Hampir jam setengah empat sore saat kami tiba di pelataran parkirnya yang bisa menampung puluhan mobil dan belasan bus pariwisata berukuran besar. Panjang halamannya tak kurang dari 115 meter dengan lebar sedikitnya 20 meter.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Patung buaya yang berada di halaman parkir ini agak berbeda sedikit gestur mulut dan badannya dengan yang ada di Taman Buaya Tanjung Pasir, Tangerang. Karena pemilik penangkaran buaya di kedua tempat itu sama, maka besar kemungkinan yang membuat kedua patung buaya itu adalah orang yang sama.

Jika dudukan patung buaya di Tanjung Pasir berupa bundaran, maka yang ada di Taman Buaya Indonesia Jaya Bekasi ini berbentuk segi empat, namun tetap dengan bundaran di bawahnya. Perbedaan kedua tempat penangkaran buaya yang cukup besar kapasaitasnya ini pada luas tanah dan pengaturan serta pemanfaatan lanskap yang tersedia.

Hanya tinggal setengah jam lagi tempat ini ditutup untuk pengunjung, namun karena sudah jauh-jauh datang ke sana maka kami tetap membeli karcis dan masuk ke dalam area penangkaran untuk memuaskan rasa ingin tahu, setidaknya bisa membandingkan dengan yang ada di Tanjung Pasir. Sepertinya kami adalah pengunjung terakhir di hari itu, karena tak ada lagi orang yang terlihat masuk ke taman setelah kami berada di dalam.

Penangkaran buaya yang ada di Bekasi ini merupakan pindahan dari Pluit, sedangkan Taman Buaya Tanjung Pasir, Tangerang, merupakan pindahan dari Bandengan. Jika di Bandengan dan Pluit dahulu tanahnya masih mengontrak, maka yang di Bekasi dan Tangerang sudah merupakan tanah milik sendiri.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Segerombol buaya tampak tengah bersantai di kolam dan di daratan sekitaran tepiannya. Air kolam yang berwarna hijau menandai lamanya air itu diam menggenang di kolam dan tidak mengalir. Bisa dipahami, oleh sebab siapa pula yang sanggup mengusir sekian banyak buaya setiap beberapa bulan sekali untuk mengganti air kolam dengan yang baru.

Walaupun buaya adalah pemakan bangkai namun mereka pun bisa sakit dan mati selama di penangkaran. Kolam pada foto adalah merupakan tempat penampungan paling luas di kompleks Taman Buaya Indonesia Jaya Bekasi. Letaknya berada di sisi barat daya, sekitar 20 meter jaraknya dari kolam buaya lainnya yang berukuran lebih kecil.

Selain dua kolam itu, setidaknya ada 3 atau empat kolam buaya lainnya dengan ukuran yang lebih kecil. Jumlah keseluruhan buaya yang ada di penangkaran saat itu adalah 425 ekor, termasuk buaya muara, buaya putih, buaya air payau Kalimantan, dan buaya Irian. Cukup banyak. Kolam dengan jalur pedestrian pengunjung dibatasi parit yang dalam selebar sekitar setengah meter.

Taman Buaya Indonesia Jaya Bekasi memiliki taman yang cukup luas dengan pepohonan yang rimbun, dimana terdapat berbagai macam mainan anak seperti sejumlah ayunanan, luncuran, gazebo beton, patung-patung binatang mulai dari buaya besar dan kecil yang bisa dinaiki anak-anak, ular naga, harimau loreng, dan sejumlah patung binatang lainnya. Meskipun sudah tampak tua namun beberapa mainan dan patung itu masih lumayan untuk hiburan anak-anak.

Tempat pertunjukan atraksi buaya, debus Banten dan ular berbentuk setengah lingkaran yang disebut Arena Atraksi Joko Tingkir dan mestinya merupakan andalan penerimaan bagi Taman Buaya Indonesia Jaya. Namun pertunjukan yang pada papan tertulis sebulan dua kali semasa jayanya tempat wisata itu kini hanya dipertunjukkan selama sekitar semingguan setelah hari raya lebaran.

Perijinan pertunjukan yang beresiko tinggi ini dan animo masyarakat yang tampaknya menjadi penyebabnya. Dari obrolan dengan petugas, pendiri Taman Buaya Indonesia Jaya Bekasi yang bernama Lukman Arifin ternyata sudah meninggal dunia, dan sekarang pengelolaannya dipegang oleh anaknya yang bernama Sugiarta Arifin.

Di dalam kolam yang terpisah dan berukuran tak terlalu besar ini terdapat sejumlah kecil buaya dan seekor buaya putih yang bukan hanya badannya saja namun sampai matanya pun berwarna putih. Buaya ini terlihat sangat waspada saat berenang perlahan mendekati tempat saya berdiri, yang membuat saya pun menjadi berhati-hati karena saya tahu buaya bisa meloncat beberapa meter di atas air yang bisa membuat orang kaget.

Di dekat buaya albino itu terdapat kolam lain yang berukuran lebih kecil yang ditutup jala logam dan dibatasi pagar ram-raman besi dimana terdapat buaya buntung berumur 14 tahun dan seekor buaya yang disebut paling imut. Mungkin untuk meringankan biaya pakan, tertulis di sana bahwa buaya buntung dan buaya albino itu keramat dan barang siapa mempunyai nazar maka bisa menyumbangkan ayam, bebek dll untuk diberikan pada kedua buaya itu. Penangkaran ini juga menerima derma bangkai binatang yang mati tergilas kendaraan.

Berbeda dengan saya lihat di Tangerang dulu dimana di dekat lokasi bisa ditemui warung-warung yang menawarkan sate buaya, maka di Bekasi ini tak ada warungseperti itu. Masih dari informasi seorang petugas, bagi yang berminat mencicipi sate dan tangkur buaya yang konon rasanya panas di badan bisa membeli buaya hidup sepanjang 1 meter untuk disate dengan harga kisaran 2-3 juta rupiah. Telur buaya juga bisa dibeli, jika sedang ada, dengan harga Rp 50.000 per butirnya.

Taman Buaya Indonesia Jaya Bekasi

Alamat : Sukaragam, Serang Baru, Bekasi. Jam buka : 08.00 - 16.00. Lokasi GPS : -6.3931246, 107.1032855, Waze. Harga tiket masuk : Rp 20.000 dewasa, dan Rp 15.000 untuk anak-anak.

Video Taman Buaya Indonesia Jaya



Galeri Foto Taman Buaya Indonesia Jaya


taman buaya indonesia jaya bekasi

Tempat pertunjukan atraksi buaya, debus Banten dan ular berbentuk setengah lingkaran yang disebut Arena Atraksi Joko Tingkir dan mestinya merupakan andalan penerimaan bagi Taman Buaya Indonesia Jaya. Namun pertunjukan yang pada papan tertulis sebulan dua kali semasa jayanya tempat wisata itu kini hanya dipertunjukkan selama sekitar semingguan setelah hari raya lebaran. Perijinan pertunjukan yang beresiko tinggi ini dan animo masyarakat yang tampaknya menjadi penyebabnya.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Di dalam kolam yang terpisah dan berukuran tak terlalu besar ini terdapat sejumlah kecil buaya dan seekor buaya putih yang bukan hanya badannya saja namun sampai matanya pun berwarna putih. Buaya ini terlihat sangat waspada saat berenang perlahan mendekati tempat saya berdiri, yang membuat saya pun menjadi berhati-hati karena saya tahu buaya bisa meloncat beberapa meter di atas air yang bisa membuat orang kaget.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Sebuah bangunan di pojokan area bertulis 'Arena Atraksi Joko Tingkir, Taman Buaya Indonesia Jaya'. Di bawah atap seng yang berkarat itu adalah tribun berundak yang menjadi tempat duduk penonton. Tembok tinggi dibuat untuk mencegah orang bisa mengintip pertunjukan dari luar, jika sedang ada atraksi.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Kolam buaya berbentuk bundar yang berada di bagian depan area Taman Buaya Indonesia Jaya. Jika tidak berendam mendinginkan tubuh maka buaya-buaya itu berbaring di tepian kolam. Mereka bisa betah dalam posisi diam dalam waktu yang sangat lama.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Air yang diam dalam waktu yang sangat lama membuat warna kolam menjadi hijau pekat. Tak jelas berapa bulan atau tahun sekali air kolam itu dikuras. Meski demikian tak terlihat ada sampah atau kotoran mengambang di permukaan airnya.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Seekor buaya tengah berbaring diam dengan ekor berada di atas saluran buangan air yang mengalirkan luberan air kolam ketika musim hujan tiba. Air luberan itu ditampung pada parit cukup dalam dalam yang dibuat mengelilingi kolam di luar tembok pengaman.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Berbeda dengan mulut manusia yang tak tahan dibuka dalam waktu yang lama karena akan membuat rahang pegal dan tenggorok kering, namun buaya-buaya itu sepertinya santai saja berbaring lama dengan moncong terbuka yang konon dimaksudkan untuk menjaga suhu tubuhnya karena mereka tak mempunyai kelenjar keringat.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Pandangan pada sisi kolam lainnya yang memperlihatkan dua ekor buaya berukuran besar dan seekor buaya lagi yang lebih kecil berada di tepian kolam. Buaya lainnya memilih untuk berendam di dalam air kolam, dengan kepala di atas air karena mereka bernafas dengan paru-paru, bukan insang.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Seekor buaya yang berukuran besar terlihat dengan sejumlah luka mengering di sekitar mulutnya. Berkelahi memperebutkan area kekuasaan, makanan, dan betina menjadi penyebab timbulnya luka-luka itu, yang jika terlalu parah bisa saja mengantarkannya pada kematian.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Meskipun ada cukup banyak buaya di kolam ini namun kami tak ada satu pun buaya yang mengeluarkan suara membuat suasana menjadi relatif hening. Buaya mungkin memang hanya bersuara ketika tengah bergairah, entah ketika sedang bercinta atau tengah bertarung dengan musuh sesama jantan.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Di bagian samping kanan hingga ke ujung area Taman Buaya Indonesia Jaya terdapat area bermain anak, dengan sejumlah permainan yang akrab dengan anak kecil. Meski kondisinya tak bisa dibilang bagus, namun cukup memadai bagi anak-anak untuk sekadar menghibur diri sebagai selingan setelah melihat kolam buaya.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Sejumlah patung binatang terbuat dari semen juga terlihat di sejumlah titik di area taman bermain anak. Selain bisa duduk di atas punggung patung binatang itu, anak-anak juga bisa berfoto di sana bersama orang tuanya.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Meski sudah banyak bagiannya yang terlihat menua, namun kompleks di dalam kawasan Taman Buaya Indonesia Jaya ini terlihat cukup bersih, menandai bahwa setidaknya ada usaha untuk merawat tempat ini meski areanya terbilang luas untuk bisa dibersihkan setiap harinya.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Ayunan di dekat patung buaya dengan beton yang terkelupas. Di sejumlah tempat, area di sekitar ayunan sudah dipasang alas empuk yang terbuat dari semacam karet sehingga aman bagi anak-anak meski jatuh sekalipun saat bermain.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Terowongan pendek dengan patung pria di atasnya. Di ujung sana terlihat beberapa orang tukang tengah bekerja untuk melakukan perbaikan di area sekitar kolam buaya.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Sebuah patung buaya yang terlihat dengan ekspresi yang cukup lucu di area taman bermain, meski sudah memerlukan polesan ulang agar menjadi lebih menarik dan segar.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Salah satu kolam berisi buaya yang lokasinya agak ke ujung kompleks dengan permukaan air yang nyaris tertutup semua oleh semacam lumut, kecuali pada bagian dimana terdapat buaya. Tak jelas apakah kolam ini digunakan sebagai tempat kawin buaya atau untuk keperluan lainnya.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Bergaya di patung buaya lain yang berukuran cukup besar, sementara di dekat tukang yang tengah bekerja di ujung sana terdapat luncuran yang biasanya digemari oleh anak-anak balita.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Foto yang memperlihatkan parit pemisah antara area kolam buaya dengan jalur pedestrian pengunjung sebagai upaya pengamanan. Di musim kering seperti saat kami berkunjung, parit itu terlihat kering kerontang, tidak sebagaimana saat musim penghujan tiba.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Tujuan utama penangkaran buaya seperti ini umumnya adalah untuk menjual kulitnya ke industri pembuatan tas, sepatu, dompet, sabuk, dan sejenisnya. Harga kulit buaya memang terbilang sangat baik, alias sangat mahal dan bisa mencapai puluhan juta per meternya, karena selain langka juga karena binatang ini dilindungi oleh undang-undang.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Area kolam buaya yang terlihat cukup bersih, meski ada tumpukan sampah dedaunan di dekat tembok. Sebagai binatang piaraan mereka tentu sudah terbiasa dengan petugas pembersih, dan akan menyingkir tanpa protes jika diusir dengan tongkat.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Pandangan pada kolam buaya yang cukup luas dan terlihat lumayan bersih. Selain kulitnya, buaya juga mendatangkan penghasilan bagi pemiliknya dengan menjual tangkur atau penis, serta dagingnya, namun secara resmi harus ada ijin tertulis dari dinas terkait jika hendak memotong seekor buaya. Telur buaya juga harganya lumayan mahal.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Buaya yang kulit warnanya lebih terang sepertinya adalah buaya betina, yang kulitnya lebih disukai bagi pengrajin kulit oleh sebab lebih lembut dibanding kulit buaya jantan yang lebih keras. Buaya adalah salah satu dari sedikit hewan purba yang masih bertahan hingga saat ini.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Patung harimau loreng yang berada di dekat luncuran anak. Di alam liar, buaya kadang menjadi mangsa harimau, meski harus melewati pertempuran dahsyat yang bisa menimbulkan luka parah bagi si pemangsa.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Penampakan dari kepala buaya yang ekornya buntung. Buaya buntung ini diletakkan dalam kandang terpisah dari buaya lainnya, dan menjadi salah satu daya tarik Taman Buaya Indonesia Jaya.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Kandang buaya dengan pagar dan kawat pelindung untuk memberi keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung. Kawat pelindung memang sangat diperlukan karena buaya bisa meloncat cukup tinggi yang bisa membahayakan keselamatan pengunjung.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Penampakan pada bagian belakang buaya 'imut' itu yang memperlihatkan ekor buntungnya. Oleh karena tak memiliki ekor maka buaya ini memang terlihat rada aneh, meski badannya bisa dibilang sudah cukup besar.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Buaya yang sudah besar ini diletakkan di sebuah kolam khusus yang berada di bagian kanan area penangkaran. Boleh jadi tempat ini merupakan kolam yang diperuntukkan bagi buaya yang sudah siap untuk dijual, agar bisa dilihat dengan mudah oleh calon pembelinya.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Penampakan kolam khusus itu, yang tidak ada tepian keringnya, sehingga buaya hanya bisa berjemur dengan naik ke beton yang ada di bagian depan kolam yang dibuat dalam bentuk memanjang. Di sebelah kolam ini adalah kolam buaya albino.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Papan nama pada kolam Buaya Buntung dan Buaya Albino atau Buaya Putih. Di kolam ini saya hanya melihat buaya putih saja, dan tak melihat adanya buaya buntung, kecuali di kandang khusus yang telah saya lihat sebelumnya.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Di ujung sana adalah toilet yang diperuntukkan bagi pengunjung, dengan tanki air terlihat di sebelah kiri. Tak terlalu bagus kondisinya, namun cukuplah untuk membuang sisa metabolisme tubuh di sana.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Catatan yang memperlihatkan waktu pertunjukan atraksi debus buaya, yang saat ini hanya dilakukan setahun sekali, yaitu di sekitar lebaran.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Saung-saung tempat berteduh dan untuk membuka bekal makanan. Di sebelah kanan adalah kios-kios yang menjual makanan, minuman dan cindera mata yang sepertinya hanya dibuka di akhir pekan.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Patung buaya di halaman Taman Buaya Indonesia Jaya ini dibuat dengan cukup baik dengan bentuk yang sangat mirip tongkrongan aslinya.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Untuk menarik penonton yang haus hiburan di saat lebaran, selain atraksi buaya dan debus, pengelola juga menggelar acara musik dangdut dengan deretan nama artis yang mungkin sudah dikenal oleh masyaratak setempat.

taman buaya indonesia jaya bekasi

Info Bekasi

Hotel Murah di Bekasi, Hotel di Bekasi, Tempat Wisata di Bekasi, Peta Wisata Bekasi.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.

Tulisan lainnya

Kembali ke atas ↑