Pantai Pasir Padi Pangkalpinang Bangka

Oleh Bambang Aroengbinang. November 12, 2018
Pantai Pasir Padi Pangkalpinang adalah salah satu dari begitu banyak pantai di Pulau Bangka yang paling ramai dikunjungi wisatawan karena letaknya yang cukup dekat dari kota Pangkalpinang, serta adanya beberapa restoran makanan laut yang lezat dan nyaman di sepanjang tepiannya, serta pemandangan laut yang biru tenang dan indah.

Tampaknya ada lebih dari satu jalan untuk sampai ke Pantai Pasir Padi yang mempesona ini. Kami melalui jalan memotong dari arah Sungailiat, tanpa perlu melalui kota Pangkalpinang terlebih dahulu. Namun jalan itu banyak berlubang di sana-sini karena merupakan jalur yang dilewati oleh truk-truk besar pengangkut biji timah mentah dan yang telah siap untuk dijual.

Ketika kami sampai di Pantai Pasir Padi hari sudah menjelang senja.Meskipuntak banyak terlihat awan di kaki langit, namun saya tak lagi melihat ada matahari. Mungkin sudah tenggelam, atau memang tak bisa melihat panorama matahari tenggelam di sini.


Agak jauh di sebelah kiri ada sebuah mobil tampak meninggalkan sebuah titik indah di pinggiran Pantai Pasir Padi yang menjorok ke laut. Bentang Pantai Pasir Padi ini cukup panjang dan selebar 100-300 meter, membuat orang lebih suka menjelajahinya dengan menggunakan mobil dan motor, ketimbang berjalan kaki di sepanjang tepinya.

Warna biru yang tertangkap pada foto adalah asli, bukan rekayasa PhotoShop. Di kalangan fotografer, ada fase cahaya yang bergantung pada ketinggian matahari dari garis cakrawala, yaitu golden hour, blue hour, senja, siang, dan malam. Fase cahaya itu juga bergantung pada lokasi. Blue hour terjadi pagi hari saat matahari pada posisi -6 hingga -4 derajat, dan sore pada posisi -4 hingga -6 derajat. Sedangkan Golden hour terjadi pagi hari saat matahari pada posisi -4 hingga 6 derajat, dan sore pada posisi 6 hingga -4 derajat. Golden hour dan blue hour juga dikenal dengan nama magic hour. Momen blue hour lainnya yang saya nikmati waktu itu adalah ketika dua buah kapal besar melego jangkar di lepas Pantai Pasir Padi. Lampu-lampunya tampak berkilau di atas laut dan di bawah langit yang biru menyihir.

Sebuah mobil jeep dengan atap terbuka yang ditumpangi oleh empat orang dewasa dan tiga anak-anak tampak melintas pelan di atas pasir di tepian Pantai Pasir Padi saat. Tidak sebagaimana di Pantai Parai yang lembut, dasar hamparan pasir di Pantai Pasir Padi ini ternyata padat dan keras. Oleh karena itulah roda mobil dan motor tidak terbenam ke dalam pasir dan dengan mudah melaju di atasnya dengan aman, meskipun pada kecepatan cukup tinggi.

Di sebelah kanan, tak tampak pada foto, adalah sejumlah kapal asli berukuran sedang yang dirubah fungsinya menjadi bagian restoran makanan laut yang nyaman. Meski tak ada goyangan air laut saat kami bersantap malam di salah satu restoiran kapal di Pantai Pasir Padi, namun tetap ada suasana berbeda yang kami rasakan ketimbang berkumpul dan makan bersama di sebuah ruang restoran biasa.

Dari kejauhan saya melihat beberapa orang teman tengah menikmati suasana tepi Pantai Pasir Padi dalam temaram senja, sekali-sekali berpose dengan heboh untuk difoto, dengan latar belakang tepian laut yang membiru.

Rasa bebas lepas umumnya merupakan hal yang dinikmati oleh para pengunjung di sebuah pantai. Suasana yang jauh berbeda dibanding ketika orang berada di pinggang atau puncak pegunungan. Pantai adalah tempat dimana orang bisa melepaskan segala beban, termasuk pakaian yang membungkus tubuh, untuk berjemur di bawah panas matahari.

Selagi berdiri di tepian pantai, beberapa anak muda memacu sepeda motor mereka di atas hamparan pasir luas yang padat. Saat itu pengunjung di Pantai Pasir Padi mulai berkurang kepadatannya sehingga mereka bisa secara bebas berlomba. Sirkuit balap gratis tampaknya perlu dibuat. Bagaimana pun orang memang sering perlu mencari sensasi, melakukan hal yang tidak biasa mereka lakukan, sebagai selingan dari kehidupan yang rutin.

Kebosanan adalah kutukan namun juga berkah di saat yang berbeda, karena dengannya hal baru bisa ditemukan, diciptakan dan dikembangkan yang sering membuat kehidupan menjadi lebih baik bagi banyak orang. Mungkin karena bentuk pasirnya yang menyerupai bulir padi maka masyarakat setempat memberi nama tempat ini Pantai Pasir Padi. Sekitar 11 km dari tepian pantai terdapat Pulau Panjang arah ke tenggara. Berjarak 1,7 km dari Pulau Panjang yang tak berpenghuni, ada Pulau Semujur yang jauh lebih kecil ukurannya namun dikeliling pantai pasir putih dan terumbu karang elok. Di Pulau Semujur ada dermaga dan sekitar 20 pondok, dihuni masyarakat yang mayoritas Bugis.

Jangan lewatkan Pantai Pasir Padi jika anda kebetulan berada di Pangkalpinang, dimana anda bisa menikmati keindahan pantai yang biru sambil menikmati makanan laut yang lezat di salah satu restoran kapal. Pantai Pasir Padi berada sekitar 7 Km dari Kota Pangkalpinang, Pulau Bangka.

Pantai Pasir Padi Bangka

12 foto di gallery. Alamat : Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Pulau Bangka. Lokasi GPS : -2.11612, 106.172814, Waze. Hotel di Sungaliat, Peta, Hotel di Bangka . Tempat Wisata di Bangka.
Label : .
Share, Print!
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok.
Disarankan untuk Anda Follow me