Pura Luhur Uluwatu Bali Yang Mempesona

February 01, 2019. Label:
aroengbinang.com - Pura Luhur Uluwatu atau Pura Uluwatu merupakan sebuah pura yang berada pada tepi tebing tinggi dengan ombak berdebur keras di bawahnya, terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung, Bali. Perjalanan ke Pura Luhur Uluwatu melewati jalan mulus berkelok, dengan pamandangan indah sepanjang jalan.

Di satu titik di atas sebuah jembatan kami berhenti dan melihat pemandangan yang sangat indah di bawah sana. Ada beberapa orang tengah berenang di pantai yang terlihat seperti sebuah pantai terpencil sebuah hotel karena diapit dua buah karang sangat tinggi. Sebuah gazebo tampak di lereng perbukitan, tempat yang ideal untuk melihat pemandangan matahari tenggelam. Sesaat kemudian perjalanan ke Pura Luhur Uluwatu kami lanjutkan. Hari sudah agak sore ketika saya tiba di Pura Luhur Uluwatu. Banyak pengunjung telah berdatangan terlebih dahulu dengan tujuan untuk menikmati pemandangan matahari tenggelam dari atas tebing curam dengan pemandangan lepas ke pantai luas.

Pengunjung memiliki pilihan apakah menikmati pemandangan dari tempat yang bebas, atau menunggu matahari tenggelam sambil menikmati suguhan tarian dan berakhir dengan tari kecak saat matahari telah tenggelam, dengan membayar lebih. Saya memilih yang pertama. Ada puluhan anak tangga lebar yang diapit pepohonan kamboja untuk menuju puncak perbukitan dimana Pura Luhur Uluwatu. Pura ini terletak pada ketinggian 97 meter dari permukaan laut.

pura luhur uluwatu

Tebing Pura Luhur Uluwatu yang didasarnya adalah Pantai Pecatu tempat selancar internasional. Gemuruh gelombang susul menyusul menghantam tebing memang sangat jelas terdengar dari atas menciptakan pemandangan indah dan sangat mengesankan.

Di bagian depan, dibalik gapura candi bentar Pura Luhur Uluwatu, terdapat sebuah arca dengan ubel-ubel kepala yang terlihat unik, terhalang oleh pagar berjeruji besi sehingga pejalan hanya bisa melihat dari luar gapura.

pura luhur uluwatu

Matahari sore terlihat mulai mendekati garis cakrawala Pura Luhur Uluwatu, sementara dua ekor monyet duduk di atas singgasana mereka masing-masing tanpa merasa terganggu dengan kerumunan banyak orang di sekitarnya.

Melangkah ke sebelah kiri Pura, saya bertemu dengan bibir tebing tinggi dengan pemandangan ke arah laut lepas dan debur ombak sangat mempesona. Dari tempat berdiri saya bisa melihat dengan jelas para pengunjung Pura Luhur Uluwatu yang tengah menonton pertunjukan tari pada ujung tebing Uluwatu yang tinggi. Posisi duduk mereka menghadap ke laut, sehingga bisa menyaksikan panorama saat matahari tenggelam.

Di tempat ini ada banyak monyet liar berbadan gemuk yang nakal. Seekor monyet baru saja duduk di tugu bibir tebing Pura Luhur Uluwatu dengan memegang jepit rambut yang dirampasnya dari seorang pengunjung wanita. Monyet-monyet di Pura Luhur Uluwatu ini sangat berani, dan anda harus berhati-hati. Mereka dengan cepat menyambar kacamata, jepit rambut dan benda-benda lain yang dipegang pengunjung. Namun ada yang akan membantu untuk membujuk monyet agar mengembalikan barang rampasannya.

Di sepanjang bibir tebing tinggi di kawasan Pura Luhur Uluwatu ini terlihat para pejalan lokal dan asal luar negri berdiri menanti matahari tenggelam. Jika di ujung kanan tebing adalah tempat dimana Pura Luhur Uluwatu, maka di ujung arah berlawanan adalah pertunjukan tari kecak dengan tempat duduk bertingkat.

Siapa pun yang berdiri di tepian tebing dimana saja diantara kedua ujung kiri kanan itu pasti akan terpesona dengan kesempurnaan alam yang ada di sekeliling mereka. Tebing yang sangat tinggi dan curam namun bisa terlihat dengan jelas, debur ombak yang sangat keras susul menyusul menghantam tebing, pemandangan laut lepas, dan matahari terbenam saat awan tidak

Letak Pura Luhur Uluwatu pada posisi yang berhadapan dengan Pura Andakasa, Pura Batur, serta Pura Besakih, karenanya kekuatan spiritual Dewa Brahma memancar dari Pura Andakasa, kekuatan spiritual Dewa Wisnu memancar dari Pura Batur, dan kekuatan spiritual Dewa Siwa dari Pura Besakih. Oleh karena banyak umat Hindu sangat percaya bahwa Pura Luhur Uluwatu merupakan tempat yang baik untuk memohon karunia dewa dalam menata kehidupan yang seimbang.

Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu dari enam Pura Sad Kahyangan yang disebutkan dalam Lontar Kusuma Dewa dan dipercaya sebagai penyangga 9 mata angin. Pura ini didirikan sebagai Pura Padma Bhuwana pada abad ke-11 oleh Mpu Kuturan yang datang dari Jawa pada 923 Saka (1001 M). Selain Pura Luhur Uluwatu, kelima Pura Sad Kahyangan lainnya adalah Pura Goa Lawah, Pura Pusering Jagat, Pura Besakih, Pura Lempuhyang Luhur, dan Pura Luhur Batukaru. Pura Luhur Uluwatu memiliki wilayah kekeran, atau wilayah suci dalam radius sekitar lima kilometer.

Jika ingin menikmati panorama matahari tenggelam dari tempat yang sangat eksotis dengan tingkah suara debur ombak menghantam tebing maka Pura Luhur Uluwatu merupakan salah tempat paling sempurna di Bali yang tidak boleh terlewatkan. Hanya saja anda harus berhati-hati dengan kawanan monyet yang sangat jahil.

Pura Luhur Uluwatu

Alamat : Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung, Bali. Lokasi GPS : -8.8293958, 115.0848447, Waze ( smartphone Android dan iOS ).

Galeri Foto Pura Luhur Uluwatu

Dari tempat berdiri saya bisa melihat dengan jelas para pengunjung Pura Luhur Uluwatu yang tengah menonton pertunjukan tari pada ujung tebing Uluwatu yang tinggi. Posisi duduk mereka menghadap ke laut, sehingga bisa menyaksikan panorama saat matahari tenggelam.

pura luhur uluwatu

Di satu titik di atas sebuah jembatan kami berhenti dan melihat pemandangan yang sangat indah di bawah sana. Ada beberapa orang tengah berenang di pantai yang terlihat seperti sebuah pantai terpencil sebuah hotel karena diapit dua buah karang sangat tinggi.

pura luhur uluwatu

Pemandangan elok pada pantai berpasir putih kecoklatan yang diapit oleh dua tebing yang tinggi. Beberapa orang tengah bermain voli pantai, sementara di sebelah kiri adalah meja pemnjual makanan dan minuman. Sebuah gazebo tampak di lereng perbukitan, tempat yang ideal untuk melihat pemandangan matahari tenggelam.

pura luhur uluwatu

Kebanyakan orang di bawah sana yang tengah berada di dalam air laut terlihat memegang papan selancar dan sedang menunggu gelombang untuk berselancar.

pura luhur uluwatu

Gelombang laut di sana terlihat cukup tinggi dan ideal untuk berselancar, sementara di tebing sebelah kiri terdapat gazebo yang terlihat nyaman namun tidak terlihat ada orang duduk di sana.

pura luhur uluwatu

Seekor induk monyet dan anaknya saya lihat duduk tercenung sesampainya di kawasan Pura Luhur Uluwatu, Peliatan.

pura luhur uluwatu

Puluhan undakan diapit pepohonan kamboja menuju ke puncak perbukitan dimana Pura Luhur Uluwatu berada. Pura ini terletak pada ketinggian 97 meter dari permukaan laut.

pura luhur uluwatu

Melangkah ke sebelah kiri Pura, saya bertemu dengan bibir tebing tinggi dengan pemandangan ke arah laut lepas dan debur ombak sangat mempesona. Di tempat ini ada banyak monyet liar berbadan gemuk yang nakal.

pura luhur uluwatu

Sebuah patung Ganesha dengan gaya dan ornamen yang tidak biasa. Ada rambut ikal di kepalanya, serta posisi kaki sebelah kiri lebih tinggi dari kaki kanannya. Gadingnya sangat pendek, dan pada telinganya ada giwang.

pura luhur uluwatu

Sebuah arca dengan ubel-ubel kepala terlihat unik dibalik gapura candi bentar Pura Luhur Uluwatu, tertutup oleh pagar berjeruji besi di puncak perbukitan Uluwatu.

pura luhur uluwatu

Sepasang turis berada di depan gapura candi bentar Pura Luhur Uluwatu dengan tanda "Do No Enter, Worship Only". Di depan masing-masing candi terdapat arca Ganesha dengan ornamen dan posisi berdiri yang unik.

pura luhur uluwatu

Buih air laut setelah gelombang tinggi menghantam dinding tebing membentuk mosaik rumit yang indah menyerupai rambut putih yang saling melibat, sementara di belakangnya menyerbu lagi gelombang air laut yang baru.

pura luhur uluwatu

Tebing sebelah kiri kawasan Pura Luhur Uluwatu yang sangat tinggi dan mempesona dengan buih air laut yang putih bersih di bawahnya. Orang-orang yang berdiri di bibir tebing tampak sangat kecil.

pura luhur uluwatu

Seekor monyet baru saja duduk dengan tenangnya di atas tugu bibir tebing Pura Luhur Uluwatu dengan memegang jepit rambut yang dirampasnya dari seorang pengunjung.

pura luhur uluwatu

Monyet ini sama sekali tidak takut dengan banyaknya pengunjung di sekitarnya, dan dengan tenang duduk di atas tugu. Mereka bisa turun ke tebing untuk menghindar jika ada petugas yang mendekatinya untuk meminta kembali barang yang dirampasnya.

pura luhur uluwatu

Tingginya tebing tidak membuat jeri para pengunjung Pura Luhur Uluwatu untuk berdiri di sepanjang bibir tebing untuk menikmati pemandangan laut lepas di bawah sana serta gelombang air laut yang terus berkejaran menghantam tepian pantai. Monyet yang duduk di sebelah kiri tampaknya adalah "monyet boss".

pura luhur uluwatu

Matahar tinggal dua pertiganya saja yang masih terlihat di atas cakrawala, membuat langit berwarna kuning kemerahan, sementara gelombang terus bergulung berdatangan menuju tepian.

pura luhur uluwatu

Pandangan lebih dekat memperlihatkan bulatan bola api matahari seolah tengah mengambang di atas air laut. Posisi awan sangat mendukung saat itu, sama sekali tidak menghalangi pemandangan matahari terbenam.

pura luhur uluwatu

Matahari hampir separuhnya turun dibalik garis cakrawala. Jika saja saat itu ada kapal besar yang lewat, tentu akan menjadi pemandangan yang sangat indah.

pura luhur uluwatu

Gemuruh ombak yang terus terdengar tanpa henti membuat suasana sama sekali tidak membosankan ketika menunggu detik-detik matahari tenggelam dibalik carawala. Angin juga cukup jinak.

pura luhur uluwatu

Seorang pengunjung tampak tengah merekam detik-detik tenggelamnya matahari dengan telepon genggamnya, sementara dua orang di sebelahnya bersandar pada dinding tebing dengan mata menatap matahari yang tengah tenggelam di cakrawala.

pura luhur uluwatu

Matahari hampir sepenuhnya tenggelam di balik cakrawala, menyisakan semburat langit berwarna kuning kemerahan. Orang-orang masih betah berdiri di tepian tebing untuk menikmati suasana.

pura luhur uluwatu

Sebuah meru tumpang tiga tampak berdiri di bibir tebing yang curam. Siluetnya memberi pemandangan yang eksotis kala matahari telah terbenam dan cahaya mulai temaram.

pura luhur uluwatu

Monyet-monyet masih setia duduk di atas dinding tebing dan tugu. Melihat badan-badan mereka yang gemuk, makanan tampaknya bukan merupakan masalah buat mereka.

pura luhur uluwatu

Tempat duduk di arena pertunjukan tampaknya dipenuhi oleh pengunjung. Ketika gelap mulai menyergap, pertunjukan yang sebenarnya tampaknya baru saja dimulai.

pura luhur uluwatu

Bentuk tebing di Pura Luhur Uluwatu benar-benar sempurna sehingga pengunjung pada sisi berbeda bisa melihat satu sama lain. Demikian pula tebing yang tinggi dan air laut bisa terlihat sangat jelas.

pura luhur uluwatu

Pantai yang terjal dengan batuan besar dan buih air laut putih bersih seperti ini tampaknya hanya bisa dijumpai di beberapa tempat di pantai selatan Laut Jawa.

pura luhur uluwatu

Seorang pengunjung tanpa merasa takut terlihat berdiri di bibir tebing yang sangat curam untuk menikmati pemandangan matahari terbenam dari posisi terbaiknya.

pura luhur uluwatu

Matahari telah benar-benar terbenam dibalik cakrawala, namun langit masih menyisakan pemandangan yang indah bagi pengunjung yang masih bertahan berdiri di bibir-bibir tebing.

pura luhur uluwatu

Satu persatu pengunjuk mulai beranjak pergi meninggalkan tebing Pura Luhur Uluwatu menuju kendaraan mereka masing-masing dengan membawa kenangan yang indah, dan saya termasuk diantara mereka yang pergi itu.

pura luhur uluwatu

Info Badung

Hotel di Badung, Tempat Wisata di Badung, Peta Wisata Badung.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang ! Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!.