Percik Pikir Aroengbinang

Ada baiknya serak percik pikir yang pernah saya tulis di Twitter dan Facebook saya kumpulkan dalam sebuah tulisan, lebih sebagai referensi pribadi. Percik pikir itu, meski memakai kata "kau" dan sejenisnya, sering tidak dimaksudkan untuk orang lain namun lebih untuk diri.

Namun karena kata kadang memilih sendiri sasarannya, seperti setiap peluru yang keluar dari pabrik yang konon sudah tertera nama yang akan jadi korbannya, maka ada juga yang merasa terkena dan tentu ada pula yang tidak. Percik pikir itu muncul oleh picu yang beragam, walau kadang timbul begitu saja.

Walau berjudul Percik Pikir Aroengbinang, tak perlu disebut bahwa tak semua percik itu orisinil keluar dari pikir sehingga saya tak hendak mengklaim sebagai pemilik tunggalnya. Setiap huruf sudah ada di papan ketik, setiap kata sudah ada sebelumnya, oleh sebab itu meski merasa menemukan rangkaian kata namun tak selalu berarti bahwa kita yang jadi pemiliknya.

percik pikir aroengbinang

Tak ada kesedihan dan kegembiraan, penderitaan dan kebahagiaan, yang berdiri sendiri. Mereka selalu berpasangan, kini dan nanti. Oleh sebab dunia selalu dalam keseimbangan, maka penderitaanmu membuat kebahagiaan menjadi mungkin buat orang lain, demikian pun sebaliknya. Karenanya, jangan berlebihan.

Akan ada satu masa, titik masa, ketika kau sungguh berharap mesin waktu benar-benar ada.

Cara terbaik untuk keluar dari masalahmu adalah membantu sebanyak-banyaknya orang untuk keluar dari masalah mereka, karena kebaikan hanya berbalas kebaikan, meski tak jarang berbungkus musibah.

Kehidupan baru dimulai dan menjadi bermakna ketika kau telah mengalami dan merasakan kedukaan yang amat sangat luar biasa.

Jika tak bisa berbuat kebaikan setidaknya jangan melakukan kejahatan. Jika tak bisa menyenangkan orang setidaknya jangan menyakiti. Meski bukan emas, kadang diam lebih baik. Namun, kadang diam bisa pula jahat dan menyakiti.

Petunjuk bahwa kau naik kelas dalam hidup adalah selanjutnya kau akan menerima soal ujian yang berbeda. Jika ujian dalam hidupmu berulang, maka coba rubah sudut pandangmu, hadapi dan kerjakan soalmu dengan cara berbeda, karena caramu sebelumnya telah gagal membuatmu naik kelas kehidupan

Melatalah di bumi serendah-rendahnya agar tak lagi tersisa ruang bagi orang untuk merendahkanmu. Terbanglah setinggi-tingginya di langit agar tak guna betapa pun orang berusaha sekeras-kerasnya untuk merendahkanmu.

Film yang baik selalu ada bumbu humor yang segar, begitupun hidup.

Jangan pernah jumawa tugasmu sebagai orang tua telah selesai, karena itu resep datangnya tugas baru yg lebih berat. Kecuali kau menyukainya.

Jalan terbuka ketika kau cukup berusaha, namun jangan pernah memperbandingkan, karena kecukupanmu tidak sama dengannya, dan telah sering kau buktikan bahwa kau lebih kuat daripada yang semula kau sangka.

Jika saja kau bisa meniti balik waktu, maka akan kau temukan sebuah simpul pilih yang mengubah jalan hidupmu, dan yang seperti itu tidak banyak.

Ketika bertemu hati yang bersih, baik bertanya siapa kah yang telah dengan sabar menyianginya ...

Semakin dekat puncak, semakin dekat jalan menurun. Maka tataplah langit dan tapaki bumi, karena hidup selalu berubah ..

Kebaikanmu hendaknya menghidupimu, kerena kebaikan yang membunuh sama buruknya dengan kejahatan yang menghidupi.

Di atas kepentingan politik dan kebutuhan perutmu, ada hati nurani. Mana yang kau ikuti menjadikanmu sosok yang orang lihat sebagai dirimu. Namun lebih dalam lagi mestinya adalah apakah kau bisa bangga atau harus malu dengan apa yang kau ikuti itu.

Garis keturunanmu membawa bibit baik dan buruk. Bergantung padamu bagian mana yang kau buat besar dan kuat.

Kiriman terbaik bagi leluhur, pada mereka yang memberi kebaikan padamu, pada mereka yang kau lakukan kesalahan, adalah perbuatan baikmu pada alam dan kehidupan.

Orang baik berbeda dari yang biasa karena ia lakukan lebih mulia dari yang semesti dan sewajarnya.

Ada masanya syukur temukan makna manakala terbangun dan tarik nafas masih ada padamu. Dan, sebaik-baik ungkap syukur adalah perbuatan, yang baik, ialah luhurkan kemanusiaan.

Singkirkan bibit penyakit pikir selagi lemah belitnya dengan memutus nadi makanannya.

Yang pergi biarkanlah dalam ketenangan. Ringkankan langkah dengan melepas gelayut pada pikirmu.

Pada satu masa kemampuanmu yang paling bermanfaat adalah mengosongkan, karena tanpanya tak ada lagi yang bisa kau isi ke dalam hati dan pikirmu.

Saat menolong kau menabung, kala dibantu kau menarik tabungan, walau keduanya sering tak berada di simpanan yang sama. Tabung sebanyaknya, dan tarik seperlunya, maka hatimu kaya.

Kaya adalah saat kau bisa jaga pengeluaran selalu lebih kecil dari perolehanmu.

Orang yang pengertian tak mesti selalu sepaham denganmu, namun ia berusaha memahami dengan melihat sudut pandangmu, lalu membantumu melihat dari sudut pandang lain, di saat kau siap.

Berkabar bahagia dan menyimpan sengsara itu amat biasa. Berkabar bahagia dan sengsara itu biasa. Menyimpan bahagia dan nestapa itu luhur.

Gunakan waktu untuk memperbaiki kelebihanmu agar kau capai yang terbaik dalam hidup.

Sebaik kau sembunyikan kekuranganmu, sebaik itu pula tak kau umbar kelebihanmu.

Baik menahan hujat dan berterima kasih dalam hening pada mereka yang tengah tersandung, karena ia menjadi pengingat agar kau tak tersuruk.

Berbohong untuk kebaikan sering hanya menunda masalah, kadang dengan akibat yang jauh lebih berat.

Mengalah untuk kebaikan adalah kemenangan. Walau tak ada piala dan sanjung puja, namun semesta tak buta.

Engkau adalah apa yang kau percayai, yang sebagian terlihat oleh dunia dengan apa yang kau tulis, ucap dan lakukan, karena selalu ada yang kau biarkan mengeram gelisah di dalam dirimu.

Ada waktunya kala kau sia-siakan, ada kalanya waktu kau hidupkan. Karena hidup yg datar adalah kematian.

Seburuk apa pun hari kemarinmu, hari inimu dimulai dengan lembar yang putih bersih.

Ketakutanmu yang membutakan pada neraka, dan nafsumu untuk kejar bidadari bidadara surga membuatmu lupa pada kemanusiaan dan tuntunan kebaikan.

Ketika mendoakan buat yang terkasih kau akan sadar bahwa sebagian karunia dalam hidupmu ada karena doa orang yang mengasihimu.

Jika percayai agama dan umatmu adalah yang terbaik dan disempurnakan, baik berkaca apakah ahlak pekertimu sesuai dengan yang kau percayai.

Rindu bisa terasa sangat menyakitkan, ketika kau tak mau atau tak sanggup untuk meraih kembali apa dan siapa yang telah hilang darimu.

Terlalu sering mengeluh dan mengkritik pertanda sumur jiwamu kering. Isi kembali dengan yang jernih.

Sifat perwira adalah tidak mengemis, mendahulukan kepentingan orang lain, dan tak mudah menerima pemberian.

Kebenaran tak jarang dianggap salah, karena benar manusia sering relatif. Tak apa, sepanjang kau selalu eling bahwa kau bukan Tuhan.

Yang membuat orang menjadi tua bukanlah umur, namun kegagalan berkelanjutan dalam mengelola perih masa lalu, kesedihan, dan cobaan hidup.

Kerendahan hati meninggikan, ketinggian hati menjatuhkan. Namun tak ada baik tanpa buruk. Bersyukur tak jadi yang buruk daripada mengutuk.

Sebagian yang jahat pernah jadi orang saleh. Sebagian orang baik pernah jadi penjahat. Selalu ada jalan kembali, selalu ada jalan simpang.

Ada yang sangat ingin bertemu namun tak pernah terkabul. Ada yang ingin berpisah langkah namun selalu berpapas jalan. Ada yang bertemu hanya sekali dan rubah segalanya. Begitulah hidup.

Sekali-sekali jatuh itu baik, sering juga tak apa. Jatuh bangun membuatmu ulet, lentur dan tak mudah patah, jika frekuensi gelombang pikirmu benar.

Orang yang sangat lucu kadang sedang amat menderita. Orang yang terlihat amat bijak kadang sedang sangat titik-titik. Kadang.

Tak bisa kau paksa ayam bertelur sekehendakmu. Lagi pula telur macam apa yang keluar jika kau tak jaga makannya? Begitu pun pikir.

Jika ratusan kegagalan membuatnya patah, maka hari ini kau tak bisa menikmati terangnya gelap.

Sebelum berdoa agar semua kesalahanmu diampuni, lebih dulu maafkanlah kesalahan semua orang kepadamu.

Saat malam tak lagi sanggup memberi kelelapan maka tahulah kau bahwa harimu kian dekat.

Tak bisa kau terus pikirkan diri, tak bisa pula kau selalu pikirkan orang. Waras butuh keseimbangan.

Mungkin kau percaya bahwa tak ada kebetulan dalam hidup. Namun pada setiap kebetulan ada banyak ketidakbetulan yang telah mendahului dan banyak lagi yang akan melewati.

Seekor lebah terbentur kaca saat hendak terbang keluar rumah. Ia melihat jelas dunia di luar sana. Namun betapa pun keras berusaha, tak bisa ia lewati kaca itu. Begitu pun dirimu. Kadang orang lain melihat dengan jelas betapa bodohnya usaha keras yang tengah kau lakukan. Jika saja kau tahu ada cara yg jauh lebih baik, lebih cepat, dan jauh lebih murah untuk keluar dari masalahmu ...

Masalahmu adalah kau hanya tertarik agar kawan bicaramu benar-benar mendengar dan mengerti apa yang kau katakan. Ketika kawanmu lakukan hal yang sama, masing-masing kalian akan berpisah dengan hati yang patah.

Saat kau rapal kata Tuhan Mahabesar berkali-kali, bukan pujianmu yang membuat-Nya senang, karena Ia tak butuh itu. Bukan pula karena kau merasa sangat kecil dibanding kebesaran-Nya, karena itu keniscayaan. Namun bahwa rapal itu membuatmu terus ingat akan tugas hidup agar terus berkarya menelisik rahasia alam yang maha besar untuk memberi manfaat bagi kemanusiaan.

Eksperimen membawamu ke tingkat lebih tinggi, namun hanya setelah berkali lolos dan bangkit dari getir kegagalan.

Di atas hakmu adalah kebaikan.

Mengetahui apa yang kau lakukan sia-sia amat mengecewakan, namun itu membuatmu selangkah lebih dekat pada keberhasilan.

Bicara selalu dengan pikir, hatimu lemah. Bicara selalu dengan hati, pikirmu lemah. Bicara selalu dengan pikir dan hati, keduanya lemah.

Menemukan mutiara kata yg terserak tak lantas menjadikanmu pembuat dan pemilik mutiara itu.

Jangan patah meski nasi telah jadi bubur, karena selalu ada pilihan : membeli, menanak nasi yang baru, atau menikmati buburnya.

Jangan pernah bilang tak akan kembali, karena itu akan jadi mantra kutukmu untuk datang lagi suatu saat nanti.

Kadang lakukan kesalahan adalah berkah tersendiri, karena itu jangan terlalu berlarut menyesalinya.

Anakmu adalah semesta yang bernyawa dan yang tidak, mereka doakanmu karena kebaikan yang kau semai di sependek hayatmu.

Jika yang abadi adalah perubahan, maka teruslah belajar dan bereskperimen karena tanpanya kau akan jadi debu jalanan.

Banyak yang berhasil setelah dibantu, namun setelah mereka lebih dulu berusaha keras membantu diri dan orang lain. Jadi, berkeringatlah.

Putus asa hanya tanda bahwa sebelumnya ada harap. Sambung lagi asamu dengan menggunakan cara pandang dan pendekatan berbeda.

Jika kata sudah tak berarti, gunakan bibir.

Kadang perlu jadi domba untuk mendapatkan harimau.

Berjalanlah, karena kau bisa tersandung pada sesuatu yang memberi pencerahan.

Tindak yang kau pikir lebih baik ternyata sering sama bodohnya. Tapi itulah ongkos pencarian. Ada yang harus dilalui untuk naik kelas.

Tak ada malaikat atau iblis hidup di muka bumi, karenanya tak ada yang selalu benar dan tak ada pula yang selalu berbuat bejat.

Jangan terlalu mencinta dan memuja, agar cukup ruang maaf saat ia lakukan kesalahan.

Hati yang damai sedikit bicara, dan meneduhkan.

Jangan simpan kenang manis jika kau tak mau menangisinya suatu saat nanti.

Laku prihatin membuatmu fokus dan tiba lebih cepat pada apa yang kau inginkan.

Perdamaian terindah adalah dengan masa lalu.

Sebaik-baiknya orang adalah bisa menempatkan diri pada posisi yang sewajarnya.

Yang kau benci selalu ada sisi baiknya. Yang kau cinta selalu ada cacatnya. Karena itu baik sediakan ruang cukup agar mampu berpikir jernih dan berlaku adil.

Manakala kosongmu puncak keberisian, dasar sumurmu tak lagi berbatas, dan jernih amrta kasihmu melimpah ruah, merahmati semesta ...

Di atas benar dan salah adalah kebaikan.

Benar bahwa hati bisa terbolak-balik. Keteguhan, karenanya, merupakan berkah.

Jika sulit kelola masa lalu dan masa depanmu, fokus pada hari inimu dan dua masalahmu itu akan selesai dengan sendirinya.

Cinta akan musnah seiring hilangnya bayang hasrat dan romantisme, yang kau ciptakan sendiri.

Alasan yang membuatmu hidup selama ini akan kau lepas pada titik pencapaiannya, dan saat itu alasan baru baiknya menyapa, atau kau akan mati.

Untuk meneruskan hidup dan memulai lembar baru, kadang kau harus merelakan bagian masa lalumu untuk pergi selamanya.

Apa yang kau punya orang tidak. Apa yang orang punya kau tidak. Kecuali saling berbagi maka sesungguhnya milik kalian hanyalah sedikit.

Sorot matamu jernih ketika kau sedikit memikir diri dan lebih banyak memakai rasa, pikir dan waktumu untuk kebaikan sekelilingmu.

Perspektif mengembalikan keseimbangan dalam melihat dan menangani masalahmu.

Terlalu sering mengintip hasil membuatmu galau dan tak fokus. Jarang melihat hasil membuatmu kehilangan arah, momentum dan kendali.

Sebaik-baiknya kebebasan adalah ketika kau memiliki dan mengikuti aturan.

Kebutuhan itu sederhana, keinginan tidak. Yang disebut terakhir itu bermata dua : menumbuhkan atau menghancurkan.

Berpegangteguhlah pada tujuan, maka rasa malasmu akan hilang.

Jika sumurmu mengering, isilah kembali agar tulismu kembali jernih dan berbobot.

Kesenangan ada di dekatmu dan di tempat yang jauh. Ketidakseimbangan perhatian yang kau berikan pada keduanya membuatmu galau.

Galau membuatmu jalan di tempat. Jawaban untuk sebuah kegalauan adalah melakukan tindakan, dan tak ada tindakan sempurna. Lakukan saja.

Manfaat beragama mestinya pada luhurnya budi dan tindak pengasih penyayang, bukan menebar kebencian dan bom.

Jika duka suka menguras air mata, dan keduanya ada di bilik hatimu, lalu apakah kau akan mengusir salah satunya untuk hidup datar dan hampa?

Setelah habis waktu buat dirimu sendiri, kau bisa rasakan nikmat memberi waktumu buat orang lain. Sebaliknya setelah habis waktumu buat orang lain, kau bisa merasakan nikmat kesendirianmu. Itulah kesementaraan hidup.

Betapa pendeknya hari. Karenanya, berhati-hatilah dengan hari inimu, karena hanya sedikit yang bisa kau lakukan dg hari kemarinmu.

Kemarin dan hari ini adalah besok dan lusa...

Jika agama bisa dinodai, kalau bukan agamanya yang palsu maka pastilah penganutnya yang baperan.

Bangsa besar bukanlah semata diukur dari jumlah penduduk, tetapi juga dari perilaku dan etos kerja serta budaya pejabat dan rakyatnya.

Merdeka itu saat uang dan kekayaan negara digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Bersyukur tidak cukup hanya dengan mengatakan alhamdulillah...

Bersyukur dengan kelemahanmu, karena dengannya kau bisa tumbuh. Berhati-hati dengan kekuatanmu, karena bisa membuatmu hancur.

Melakukan trik akan membantumu untuk sementara waktu, namun selanjutnya akan merugikanmu dalam jangka waktu yang jauh lebih panjang.

Segala nikmat inderamu itu sesaat, ingatan dan keinginanmu tidak. Pilih kepuasan sesaatmu itu yang ujungnya baik.

Janganlah kau mencela perilaku buruk orang, meski kau sudah pintar membersihkan kotoranmu sendiri.

Jika upaya seminggumu gagal, anggap kau baru pulang berlibur. Telisik apa yg berkesan dari liburanmu itu..

Ketika kau merasa sia-sia dengan apa yang kau lakukan, ketahuilah bahwa kau sedang lupa mengasah imajinasimu.

Mengencani dan mengawini pasangan karena ada apanya akan berakhir dengan kegagalan, penyesalan, dan malu.

Tindakan benar dan kesatria yang diambil berdasarkan informasi keliru akan berakibat tragis.

Melepaskan diri dari distraksi membuatmu kembali fokus ke tujuan.

Kembali ke rumah, tempat dimana kau merasa bebas, nyaman, dan terlindungi.

Berdamai dengan waktu dan tempat memupus gelisahmu

Godaan dan distraksi itu 'menjadi ada' ketika tujuan ditetapkan. Tanpa tujuan, semuanya hanya hiburan dan kesenangan.

Kerinduan yang dalam akan memanggil kembali masa lalu yang menggetarmu, setidaknya dalam angan dan mimpi.

Terpusat untuk secepatnya tiba di tujuan membuatmu bertahun kemudian menyadari betapa banyak yang kau lewatkan. Tak sebanding dg kesesaatan di tempat yang kau tuju.

Tempat yg paling indah pun kian lama menjadi biasa, membosankan, lalu dihindari, untuk dirindukan suatu saat nanti ...

Tak semua mimpi ditakdirkan jadi kenyataan, namun sedikitnya ada satu mimpi terbesarmu bisa mewujud dengan meyakini, fokus dan berusaha keras.

Kecintaan pada benda sering mengalahkan kecintaan pada kemanusiaan. Manusia, selain dirimu, lebih rendah dari benda milikmu kah?

Perbuatan baik hasil kalkulasi, bukan dari hati, adalah manipulasi

Pohon randu itu seksi...

Surga adalah ketika kau menemukan dan menjalani makna hidupmu.
Label : . Updated : July 01, 2018.
Author : .
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok. Youtube.
Share   Tweet   WhatsApp   Telegram   Email   Print!