Blog Post, Percikan

Percik Pikir Aroengbinang

Ada baiknya serak percik pikir yang pernah saya tulis di Twitter dan Facebook saya kumpulkan dalam sebuah tulisan, lebih sebagai referensi pribadi. Percik pikir itu, meski memakai kata "kau" dan sejenisnya, sering tidak dimaksudkan untuk orang lain namun lebih untuk diri.

Namun karena kata kadang memilih sendiri sasarannya, seperti setiap peluru yang keluar dari pabrik yang konon sudah tertera nama yang akan jadi korbannya, maka ada juga yang merasa terkena dan tentu ada pula yang tidak. Percik pikir itu muncul oleh picu yang beragam, walau kadang timbul begitu saja.

Walau berjudul Percik Pikir Aroengbinang, tak perlu disebut bahwa tak semua percik itu orisinil keluar dari pikir sehingga saya tak hendak mengklaim sebagai pemilik tunggalnya. Setiap huruf sudah ada di papan ketik, setiap kata sudah ada sebelumnya, oleh sebab itu meski merasa menemukan rangkaian kata namun tak selalu berarti bahwa kita yang jadi pemiliknya.

Agama

Jika agama bisa dinodai, maka agamanya palsu atau penganutnya yang dangkal pikir.

Jika percayai agama dan kaummu terbaik dan sempurna, baiknya berkaca apakah pekertimu sesuai dengan yang kau percayai itu.

Memeluk suatu agama tak membuatmu jadi pemiliknya, yang lalu bisa kau jual dan gunakan sesukamu untuk kepentinganmu dan kelompokmu.

Asmara

Cinta musnah seiring hilangnya hasrat dan romantisme, yang kau ciptakan sendiri di pikiranmu.

Jangan simpan kenangan manis jika tak mau menangisinya suatu saat nanti.

Jangan terlalu mencinta, agar cukup ruang maaf saat ia lakukan kesalahan.

Orang yang kau cinta ada sisi cacatnya. Orang yang kau benci ada bagian baiknya. Karena itu sediakan ruang cukup agar mampu berpikir jernih dan berlaku adil.

Perdamaian terindah adalah dengan masa lalu.

Rindu bisa sangat menyakitkan, ketika kau tak mau atau tak sanggup meraih kembali apa dan siapa yang telah hilang darimu.

Yang telah pergi biarkanlah dalam ketenangannya. Ringkankan langkah dengan melepas gelayutnya pada pikirmu.

Cobaan

Jangan pernah berpikir tugasmu sebagai orang tua telah selesai, karena itu mengundang cobaan baru yg lebih berat. Kecuali kau siap dan menyukainya.

Ketika lelah menapak jalan hidup yang buruk, percayalah di ujung sana ada jalan mulus dan ada pilihan jalan simpang untuk bangkit. Ketika menikmati jalan hidup mulus, waspadalah di ujung sana ada jalan buruk dan selalu ada jalan simpang yang bisa membawa ke keterpurukan.

Petunjuk hendak naik kelas adalah kau menerima soal ujian hidup yang berbeda. Jika ujian hidupmu berulang, maka kerjakan soalmu dengan cara berbeda agar tak gagal naik kelas.

Sekali-sekali jatuh itu baik, sering juga tak apa. Jatuh bangun membuatmu ulet, lentur dan tak mudah patah.

Jalan Hidup

Ada yang sangat ingin bertemu namun tak pernah terkabul. Ada yang ingin berpisah langkah namun selalu berpapas jalan. Ada yang bertemu hanya sekali dan rubah segalanya. Begitulah hidup.

Mungkin kau percaya bahwa tak ada kebetulan dalam hidup. Namun pada setiap kebetulan ada banyak ketidakbetulan yang telah mendahului dan banyak lagi yang akan dilewati.

Teruslah berjalan, jangan berhenti, karena dengan itu kau bisa tersandung pada sesuatu yang meletupkan pencerahan dan membuka jalan hidup lebih baik.

Karakter

Kerendahan hati meninggikan, ketinggian hati menjatuhkan. Namun tak ada baik tanpa buruk. Bersyukur tak jadi yang buruk daripada mengutuk.

Ketika bertemu hati yang bersih, baik bertanya siapa kah yang telah dengan sabar menyianginya ...

Melatalah di bumi agar tak tersisa ruang bagi orang untuk merendahkanmu. Terbanglah di langit agar orang tak bisa menjatuhkanmu.

Orang baik berbeda dari yang biasa karena ia lakukan lebih mulia dari yang semesti dan sewajarnya.

Kebaikan

Di atas hakmu adalah kebaikan.

Manakala kosongmu puncak keberisian, dasar sumurmu tak lagi berbatas, dan jernih amrta kasihmu melimpah, merahmati semesta ...

Mengalah untuk kebaikan adalah kemenangan. Walau tak ada piala dan sanjung puja, namun semesta tak buta.

Keberhasilan

Banyak yang berhasil setelah dibantu orang, namun itu setelah mereka lebih dulu berusaha membantu diri mereka sendiri dan orang lain. Jadi, berkeringatlah lebih dulu sebelum meminta bantuan.

Surga adalah ketika kau menemukan dan menjalani makna hidupmu.

Kegagalan

Tak perlu berlarut menyesali keadaan meski nasi telah jadi bubur, karena selalu ada pilihan: membeli nasi di warung, menanak nasi yang baru, atau nikmati saja buburnya.

Jika ratusan kegagalan membuatnya patah, maka hari ini kau tak bisa menikmati terangnya gelap.

Kadang lakukan kesalahan dan mengalami kegagalan adalah berkah tersendiri, karena itu jangan berlarut menyesalinya.

Keinginan

Kebutuhan itu sederhana, keinginan tidak. Yang disebut terakhir itu bermata dua : menumbuhkan atau menghancurkan.

Tak semua mimpi ditakdirkan jadi kenyataan, namun sedikitnya ada satu mimpi terbesarmu bisa mewujud dengan meyakini, fokus dan berusaha keras.

Kekayaan

Apa yang kau punya, orang tidak. Apa yang orang punya, kau tidak. Kecuali saling berbagi maka sesungguhnya milik kalian hanyalah sedikit.

Kaya adalah saat kau bisa jaga pengeluaran selalu lebih kecil dari perolehanmu.

Kemanusiaan

Ada masanya ketika kau merasa lapar bukan perutmu sendiri yang kau dahulukan namun perut mahluk di rumah atau lingkunganmu yang butuh ulur tangan.

Bersahabat dengan seekor ikan, membuatku tak tega makan kaum sejenisnya. Aku pun pedih melihat orang memancing ikan hanya untuk kesenangannya semata.

Jika tak bisa berbuat kebaikan setidaknya jangan melakukan kejahatan. Jika tak bisa menyenangkan orang setidaknya jangan menyakiti. Meski bukan emas, kadang diam lebih baik. Namun hati-hatilah, karena kadang diam bisa pula menjadi jahat dan menyakiti.

Kecintaan pada benda jangan sampai mengalahkan kecintaanmu pada kemanusiaan.

Kesedihan

Kesedihan yang berkepanjangan adalah keinginan yang salah kelola. Ketika keinginan dan ketercapaiannya tak akan pernah bisa bertemu sepanjang hidup, baiknya kau relakan dan lupakan. Selain dari soal itu, jarak keduanya adalah perjuangan yang tanpanya tak akan ada keindahan ketika kau bisa mencapainya.

Pangkal masalah dan kesedihanmu adalah karena ketidakcocokan berketerusan antara keinginan dan kenyataan yang kau hadapi. Berdamai dengan keinginan membuatmu akan merasa jauh lebih baik.

Bukan hidupmu, namun apa yang ada di kepalamu itu yang sangat menyedihkan, dan hanya kau sendiri yang bisa merubahnya.

Tak ada kesedihan dan kegembiraan, penderitaan dan kebahagiaan, yang berdiri sendiri. Mereka selalu berpasangan, kini dan nanti. Oleh sebab dunia selalu dalam keseimbangan, maka penderitaanmu membuat kebahagiaan menjadi mungkin buat orang lain, demikian pun sebaliknya. Karenanya, jangan berlebihan.

Cara terbaik untuk keluar dari masalahmu adalah membantu sebanyak-banyaknya orang untuk keluar dari masalah mereka, karena kebaikan hanya berbalas kebaikan, meski tak jarang berbungkus musibah.

Kehidupan baru dimulai dan menjadi bermakna ketika kau telah mengalami dan merasakan kedukaan yang amat sangat luar biasa.

Leluhur

Garis keturunanmu membawa bibit baik dan buruk. Bergantung padamu bagian mana yang kau buat besar dan kuat.

Kiriman terbaik bagi leluhur, pada mereka yang memberi kebaikan padamu, pada mereka yang kau lakukan kesalahan, adalah perbuatan baikmu pada alam dan kehidupan.

Masalah

Berbohong untuk kebaikan sering hanya menunda masalah, kadang dengan akibat yang jauh lebih berat.

Seekor lebah terbentur kaca saat hendak terbang keluar rumah. Ia melihat jelas dunia di luar sana. Namun betapa pun keras berusaha, tak bisa ia lewati kaca itu. Begitu pun dirimu. Kadang orang lain melihat dengan jelas betapa bodohnya usaha keras yang tengah kau lakukan. Jika saja kau tahu ada cara yg jauh lebih baik, lebih cepat, dan jauh lebih murah untuk keluar dari masalahmu ...

Masalahmu adalah kau hanya tertarik agar kawan bicaramu benar-benar mendengar dan mengerti apa yang kau katakan. Ketika kawanmu lakukan hal yang sama, masing-masing kalian akan berpisah dengan hati yang patah.

Persahabatan

Orang yang pengertian tak mesti selalu sepaham denganmu, namun ia berusaha memahami dengan melihat sudut pandangmu, lalu membantumu melihat dari sudut pandang lain, di saat kau siap.

Waktu

Ada kalanya waktu kau sia-siakan, ada waktunya kala kau hidupkan. Karena hidup datar adalah kematian.

Akan ada satu masa, titik masa, ketika kau sungguh berharap mesin waktu benar-benar ada.

Baik buruk kadang perspektif dalam rentang waktu. Apa yang baik kemarin, bisa jadi buruk hari ini atau di hari kemudian, begitu pun sebaliknya. Karenanya jangan terlalu bersitegang soal kebenaran, oleh sebab yang absolut hanya waktu milik Sang Pencipta.

Gunakan waktu untuk memperbaiki kelebihanmu agar kau capai yang terbaik dalam hidup, dan bisa menutup kekuranganmu.

Jika saja kau bisa meniti balik waktu, maka akan kau temukan sebuah simpul pilih yang mengubah jalan hidupmu, dan yang seperti itu tidak banyak.

Kepintaranamu hari ini adalah kebodohon yang menunggu diurai waktu suatu saat nanti, demikian kadang sebaliknya.

Ketika akhir telah dekat, begitu pula dengan awal, walau keduanya terkait dengan hal yang sangat berbeda.

Pemandangan elok yang sering dilihat tidak lagi menarik perhatian, begitupan pasangan rupawan, harta benda dan semua turunan duniawinya.

Saat malam tak lagi sanggup memberi kelelapan maka tahulah kau bahwa harimu kian dekat.

Tempat yg paling indah pun kian lama menjadi biasa, membosankan, lalu dihindari, untuk dirindukan suatu saat nanti ...

Acak

Film yang baik selalu ada bumbu humor yang segar, begitupun hidup.

Jalan terbuka ketika kau cukup berusaha, namun jangan pernah memperbandingkan, karena kecukupanmu tidak sama dengannya, dan telah sering kau buktikan bahwa kau lebih kuat daripada yang semula kau sangka.

Semakin dekat puncak, semakin dekat jalan menurun. Maka tataplah langit dan tapaki bumi, karena hidup selalu berubah ..

Kebaikanmu hendaknya menghidupimu, kerena kebaikan yang membunuh sama buruknya dengan kejahatan yang menghidupi.

Di atas kepentingan politik dan kebutuhan perutmu, ada hati nurani. Mana yang kau ikuti menjadikanmu sosok yang orang lihat sebagai dirimu. Namun lebih dalam lagi mestinya adalah apakah kau bisa bangga atau harus malu dengan apa yang kau ikuti itu.

Ada masanya syukur temukan makna manakala terbangun dan tarik nafas masih ada padamu. Dan, sebaik-baik ungkap syukur adalah perbuatan, yang baik, ialah luhurkan kemanusiaan.

Singkirkan bibit penyakit pikir selagi lemah belitnya dengan memutus nadi makanannya.

Pada satu masa kemampuanmu yang paling bermanfaat adalah mengosongkan, karena tanpanya tak ada lagi yang bisa kau isi ke dalam hati dan pikirmu.

Saat menolong kau menabung, kala dibantu kau menarik tabungan, walau keduanya sering tak berada di simpanan yang sama. Tabung sebanyaknya, dan tarik seperlunya, maka hatimu kaya.

Berkabar bahagia dan menyimpan sengsara itu amat biasa. Berkabar bahagia dan sengsara itu biasa. Menyimpan bahagia dan nestapa itu luhur.

Sebaik kau sembunyikan kekuranganmu, sebaik itu pula tak kau umbar kelebihanmu.

Baik menahan hujat dan berterima kasih dalam hening pada mereka yang tengah tersandung, karena ia menjadi pengingat agar kau tak tersuruk.

Engkau adalah apa yang kau percayai, yang sebagian terlihat oleh dunia dengan apa yang kau tulis, ucap dan lakukan, karena selalu ada yang kau biarkan mengeram gelisah di dalam dirimu.

Seburuk apa pun hari kemarinmu, hari inimu dimulai dengan lembar yang putih bersih.

Ketakutanmu yang membutakan pada neraka, dan nafsumu untuk kejar bidadari bidadara surga membuatmu lupa pada kemanusiaan dan tuntunan kebaikan.

Ketika mendoakan buat yang terkasih kau akan sadar bahwa sebagian karunia dalam hidupmu ada karena doa orang yang mengasihimu.

Terlalu sering mengeluh dan mengkritik pertanda sumur jiwamu kering. Isi kembali dengan yang jernih.

Sifat perwira adalah tidak mengemis, mendahulukan kepentingan orang lain, dan tak mudah menerima pemberian.

Kebenaran tak jarang dianggap salah, karena benar manusia sering relatif. Tak apa, sepanjang kau selalu eling bahwa kau bukan Tuhan.

Yang membuat orang menjadi tua bukanlah umur, namun kegagalan berkelanjutan dalam mengelola perih masa lalu, kesedihan, dan cobaan hidup.

Sebagian yang jahat pernah jadi orang saleh. Sebagian orang baik pernah jadi penjahat. Selalu ada jalan kembali, selalu ada jalan simpang.

Orang yang sangat lucu kadang sedang amat menderita. Orang yang terlihat amat bijak kadang sedang sangat titik-titik. Kadang.

Tak bisa kau paksa ayam bertelur sekehendakmu. Lagi pula telur macam apa yang keluar jika kau tak jaga makannya? Begitu pun pikir.

Sebelum berdoa agar semua kesalahanmu diampuni, lebih dulu maafkanlah kesalahan semua orang kepadamu.

Tak bisa kau terus pikirkan diri, tak bisa pula kau selalu pikirkan orang. Waras butuh keseimbangan.

Saat kau rapal kata Tuhan Mahabesar berkali-kali, bukan pujianmu yang membuat-Nya senang, karena Ia tak butuh itu. Bukan pula karena kau merasa sangat kecil dibanding kebesaran-Nya, karena itu keniscayaan. Namun bahwa rapal itu membuatmu terus ingat akan tugas hidup agar terus berkarya menelisik rahasia alam yang maha besar untuk memberi manfaat bagi kemanusiaan.

Eksperimen membawamu ke tingkat lebih tinggi, namun hanya setelah berkali lolos dan bangkit dari getir kegagalan.

Mengetahui apa yang kau lakukan sia-sia amat mengecewakan, namun itu membuatmu selangkah lebih dekat pada keberhasilan.

Bicara selalu dengan pikir, hatimu lemah. Bicara selalu dengan hati, pikirmu lemah. Bicara selalu dengan pikir dan hati, keduanya lemah.

Menemukan mutiara kata yg terserak tak lantas menjadikanmu pembuat dan pemilik mutiara itu.

Jangan pernah bilang tak akan kembali, karena itu akan jadi mantra kutukmu untuk datang lagi suatu saat nanti.

Anakmu adalah semesta yang bernyawa dan yang tidak, mereka doakanmu karena kebaikan yang kau semai di sependek hayatmu.

Jika yang abadi adalah perubahan, maka teruslah belajar dan bereskperimen karena tanpanya kau akan jadi debu jalanan.

Putus asa hanya tanda bahwa sebelumnya ada harap. Sambung lagi asamu dengan menggunakan cara pandang dan pendekatan berbeda.

Tindak yang kau pikir lebih baik ternyata sering sama bodohnya. Tapi itulah ongkos pencarian. Ada yang harus dilalui untuk naik kelas.

Tak ada malaikat atau iblis hidup di muka bumi, karenanya tak ada yang selalu benar dan tak ada pula yang selalu berbuat bejat.

Hati yang damai sedikit bicara, dan meneduhkan.

Laku prihatin membuatmu fokus dan tiba lebih cepat pada apa yang kau inginkan.

Di atas benar dan salah adalah kebaikan.

Benar bahwa hati bisa terbolak-balik. Keteguhan, karenanya, merupakan berkah.

Jika sulit kelola masa lalu dan masa depanmu, fokus pada hari inimu dan dua masalahmu itu akan selesai dengan sendirinya.

Alasan yang membuatmu hidup selama ini akan kau lepas pada titik pencapaiannya, dan saat itu alasan baru baiknya menyapa, atau kau akan mati.

Untuk meneruskan hidup dan memulai lembar baru, kadang kau harus merelakan bagian masa lalumu untuk pergi selamanya.

Sorot matamu jernih ketika kau sedikit memikir diri dan lebih banyak memakai rasa, pikir dan waktumu untuk kebaikan sekelilingmu.

Perspektif mengembalikan keseimbangan dalam melihat dan menangani masalahmu.

Terlalu sering mengintip hasil membuatmu galau dan tak fokus. Jarang melihat hasil membuatmu kehilangan arah, momentum dan kendali.

Sebaik-baiknya kebebasan adalah ketika kau memiliki dan mengikuti aturan.

Berpegangteguhlah pada tujuan, maka rasa malasmu akan hilang.

Jika sumurmu mengering, isilah kembali agar tulismu kembali jernih dan berbobot.

Kesenangan ada di dekatmu dan di tempat yang jauh. Ketidakseimbangan perhatian yang kau berikan pada keduanya membuatmu galau.

Galau membuatmu jalan di tempat. Jawaban untuk sebuah kegalauan adalah melakukan tindakan, dan tak ada tindakan sempurna. Lakukan saja.

Manfaat beragama mestinya pada luhurnya budi dan tindak pengasih penyayang, bukan menebar kebencian dan bom.

Jika duka suka menguras air mata, dan keduanya ada di bilik hatimu, lalu apakah kau akan mengusir salah satunya untuk hidup datar dan hampa?

Setelah habis waktu buat dirimu sendiri, kau bisa rasakan nikmat memberi waktumu buat orang lain. Sebaliknya setelah habis waktumu buat orang lain, kau bisa merasakan nikmat kesendirianmu. Itulah kesementaraan hidup.

Betapa pendeknya hari. Karenanya, berhati-hatilah dengan hari inimu, karena hanya sedikit yang bisa kau lakukan dg hari kemarinmu.

Kemarin dan hari ini adalah besok dan lusa...

Merdeka itu saat uang dan kekayaan negara digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Bersyukur dengan kelemahanmu, karena dengannya kau bisa tumbuh. Berhati-hati dengan kekuatanmu, karena bisa membuatmu hancur.

Melakukan trik akan membantumu untuk sementara waktu, namun selanjutnya akan merugikanmu dalam jangka waktu yang jauh lebih panjang.

Segala nikmat inderamu itu sesaat, ingatan dan keinginanmu tidak. Pilih kepuasan sesaatmu itu yang ujungnya baik.

Janganlah kau mencela perilaku buruk orang, meski kau sudah pintar membersihkan kotoranmu sendiri.

Jika upaya seminggumu gagal, anggap kau baru pulang berlibur. Telisik apa yg berkesan dari liburanmu itu..

Ketika kau merasa sia-sia dengan apa yang kau lakukan, ketahuilah bahwa kau sedang lupa mengasah imajinasimu.

Tindakan benar dan kesatria yang diambil berdasarkan informasi keliru akan berakibat tragis.

Melepaskan diri dari distraksi membuatmu kembali fokus ke tujuan.

Kembali ke rumah, tempat dimana kau merasa bebas, nyaman, dan terlindungi.

Berdamai dengan waktu dan tempat memupus gelisahmu

Godaan dan distraksi itu 'menjadi ada' ketika tujuan ditetapkan. Tanpa tujuan, semuanya hanya hiburan dan kesenangan.

Kerinduan yang dalam akan memanggil kembali masa lalu yang menggetarmu, setidaknya dalam angan dan mimpi.

Terpusat untuk secepatnya tiba di tujuan membuatmu bertahun kemudian menyadari betapa banyak yang kau lewatkan. Tak sebanding dg kesesaatan di tempat yang kau tuju.

Perbuatan baik hasil kalkulasi adalah manipulasi


percik pikir aroengbinang

, seorang pejalan musiman dan penyuka sejarah yang lahir di Desa Mersi - Purwokerto, dan sekarang tinggal di Jakarta. Diperbarui: Maret 17, 2021.

Tulis Komentar

Ketik dulu, lalu klik "Masuk ..." atau "Posting".

« Baru©2021 IkutiLama »

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.