Showing posts with label Flora. Show all posts
Showing posts with label Flora. Show all posts

Petilasan Sunan Geseng Bedegolan Kebumen

Petilasan Sunan Geseng Bedegolan Kebumen
Lokasi Petilasan Sunan Geseng, atau Kramat Sunan / Kyai Geseng, berada tepat di pinggir beton dek pandang di Bendung Bedegolan, Kebumen, di dalam sebuah rumah kecil menghadap searah dengan aliran sungai. Nama Kyai Geseng juga ditulis pada dinding tembok di dekat salah satu roda gigi yang mengendalikan pintu air bendungan di Kali Bedegolan ini.
December 24, 2019. Label:

Pohon Beringin Trembesi Pekalongan

Pohon Beringin Trembesi Pekalongan
Pohon Beringin Trembesi Pekalongan kami ketahui saat melintas di jalanan, dan diberi tahu keunikan pohon tua ini oleh Dodi (rental Bima Sakti Pekalongan 0856 4004 5111). Dodi pula yang rajin mengantar kami saat berkeliling di sekitar Pekalongan. Pelayanan dan pengetahuan areanya bagus, sehingga merasa puas menyewa mobil darinya.
December 21, 2019. Label:

Pekalongan Mangrove Park

Pekalongan Mangrove Park
Waktu sudah menunjukkan jam setengah enam sore ketika kami tiba di Pekalongan Mangrove Park atau Taman Mangrove Pekalongan, sebuah kawasan restorasi dan pengembangan hutan mangrove di wilayah pantai utara Pekalongan. Pekalongan Mangrove Park diresmikan Menteri Kehutanan RI pada 17 Desember 2013, dan berkembang menjadi kawasan wisata menarik.

Ekowisata Petungkriyono Pekalongan

Ekowisata Petungkriyono Pekalongan
Perjalanan ke kawasan Ekowisata Petungkriyono Pekalongan memakan waktu cukup lama, sekitar satu setengah jam lebih dari Kota Pekalongan dengan menempuh jarak sejauh 42-an km. Ekowisata Petungkriyono berada di ujung selatan Kabupaten Pekalongan, berbatas wilayah Kabupaten Batang, Banjarnegara dan Wonosobo.
November 15, 2019. Label:

Bendung Padurekso Karanggondang Pekalongan

Bendung Padurekso Karanggondang Pekalongan
Tengara di pinggir jalan membuat kami bisa mampir ke Bendung Padurekso Karanggondang Pekalongan di Kecamatan Karanganyar. Belokan arah ke bendung berada hanya 150 meter dari RM Tirta Alam Karanggondang. Mungkin nama bendung itulah yang menarik perhatian saya.

Kata padurekso atau paduraksa adalah bentuk gapura yang bertaut di atasnya, biasanya sebagai gerbang masuk ke daerah suci di tempat ibadah atau rumah. Namun nama Bendung Padurekso Karanggondang Pekalongan ini tak ada hubungannya dengan itu. Tak ada gapura di bendung itu. Kami menyusuri jalan tanah diperkeras mengarah ke Timur, menjajari saluran irigasi yang airnya cukup berlimpah. Sekitar setengah kilometer berkendara kami melihat ada sebuah bendung, atau lebih tepat pintu air berukuran kecil, sehingga kami meneruskan perjalanan. Setelah 1,1 km barulah kami sampai di tepian Bendung Padurekso Karanggondang Pekalongan.

Meskipun Bendung Padurekso Karanggondang Pekalongan dibangun pada tahun 1915, namun struktur bendung masih terlihat kokoh. Bendung ini sudah pernah mengalami perbaikan pada 1979, dan perbaikan juga direncanakan dilakukan pada 2013, namun tak jelas realisasinya. Masih banyak yang bisa dilakukan untuk membuat bendung ini bisa terlihat lebih elok.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Tiga buah pintu air Bendung Padurekso Karanggondang Pekalongan terlihat menggelontorkan air ke saluran irigasi yang mampu mengairi areal seluas 3029 hektare di empat kecamatan di wilayah Kabupaten Pekalongan dengan jumlah petani lebih dari 9.000 orang. Undakan di kiri kanan pintu air bisa digunakan untuk mendapat arah pandang yang baik ke pintu air.

Dalam perjalanan menyusuri pinggir saluran irigasi ini, ketika masih menuju ke Bendung Padurekso Karanggondang Pekalongan, kami melihat beberapa anak muda menggunakan ban karet berukuran besar untuk mengambang di permukaan air dan menghanyut mengikuti aliran saluran irigasi ini. Debit air yang dialirkan ke saluran irigasi ini memang cukup besar.

Ini adalah permainan yang lebih "maju" ketimbang yang biasa saya lakukan ketika masih berada di sekolah dasar dan sering main ke sungai. Meskipun sungai di kampung saya dulu itu juga tak kalah besar dari saluran irigasi Bendung Padurekso Karanggondang ini, serta tak kalah panjang, namun tak pernah terpikir untuk hanyut mengambang di atas ban. Dulu kami cukup senang dengan main "kunclungan".

Ketika itu ada seorang pria bertopi dan berkaos putih tampak tengah merenungi aliran air Sungai Sengkarang yang terlihat tenang dan cukup jernih. Batang tali pancingnya tampak dibiarkan tergeletak di sebelah kanannya. Saat itu memang masih musim kemarau, sehingga air sungai tidak terlihat keruh, namun debit airnyapun menjadi jauh lebih kecil dibanding ketika saat musim hujan.

Hal pertama yang menarik perhatian setiba di Bendung Padurekso Karanggondang Pekalongan adalah adanya pohon tua besar dan rimbun di tepi jalan. Pohon ini menyerupai pohon beringin karena adanya akar-akar gantung yang menyerupai rambut bergelantungan mengitari pohon. Akar pohon yang sudah tua telah tumbuh besar mengelilingi batang pohon utamanya.

Pintu air bagian dari Bendung Padurekso Karanggondang Pekalongan dan saluran irigasinya berada di sebelah kiri bawah pohon besar ini. Di sebelah kanan kami adalah tanah persawahan. Seorang pria tengah bekerja membalik tanah dengan traktornya sebelum ditanami padi. Suasana pedesaan sangat terasa di sekitar bendung, membuat kami merasa betah berada di sana.

Bentang Bendung Padurekso Karanggondang Pekalongan dibuat cukup landai, dengan kemiringan sekitar 35 derajat. Lebar bendung saya perkirakan sekitar 60 meter. Lantaran musim kering, hanya sekitar sepertiga bendung yang dirambati air. Sebagian besar air tampaknya ditumpahkan ke saluran irigasi untuk mengairi sawah dan mungkin kolam ikan milik penduduk.

Saya sempat mengambil foto pandangan dekat pada roda-roda besi yang digunakan untuk mengatur naik turunnya pintu air dan dengan demikian mengatur besar kecilnya debit air yang ditumpahkan ke saluran irigasi. Di latar belakang ada pula roda-roda pengatur pintu air lainnya. Beberapa orang pria yang terlihat di ujung sana adalah mereka yang tengah sibuk dengan peralatan pancingnya.

Mereka, para pemancing itu, melemparkan mata pancingnya ke Sungai Sengkarang, sungai lebar yang dibendung oleh Bendung Padurekso Karanggondang Pekalongan ini. Sungai itu pula yang sebelumnya saya lihat saat mampir berkunjung ke Jembatan Lengkung Lolong. Sebagaimana jembatan itu, bendung ini juga dibuat semasa penjajahan kolonial Belanda.

Seng penutup rumah roda pintu air sudah berkarat dan berlubang. Papan data teknis sudah berkarat parah, sehingga tulisannya tidak bisa dibaca lagi. Papan Operasi Bendung Padurekso Karanggondang Pekalongan masih terlihat baik, berisi tindakan yang harus dilakukan pada saat banjir normal hingga banjir besar dengan permukaan air lebih dari 200 cm.

Pada pelat besi yang menjadi dudukan roda penggerak pintu air Bendung Padurekso Karanggondang Pekalongan ada menempel satu pelat besi dengan tulisan timbul yang berbunyi "N.V. Machinefabriek, BRAAT, Soerabaia", yang tampaknya adalah pabrik pembuat roda-roda dan pintu air untuk jembatan ini. Tulisan itu masih bisa dilihat secara jelas.

Bendung Padurekso Karanggondang Pekalongan

Alamat : Desa Karanggondang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Lokasi GPS : -7.04658, 109.62758, Waze ( smartphone Android dan iOS ).

Galeri Foto Bendung Padurekso Karanggondang

Hal pertama yang menarik perhatian setiba di Bendung Padurekso Karanggondang Pekalongan adalah adanya pohon tua besar dan rimbun di tepi jalan. Pohon ini menyerupai pohon beringin karena adanya akar-akar gantung yang menyerupai rambut bergelantungan mengitari pohon. Akar pohon yang sudah tua telah tumbuh besar mengelilingi batang pohon utamanya.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Pandangan dekat pada roda-roda besi yang digunakan untuk mengatur naik turunnya pintu air dan dengan demikian mengatur besar kecilnya debit air yang ditumpahkan ke saluran irigasi. Di latar belakang ada pula roda-roda pengatur pintu air lainnya. Beberapa orang pria yang terlihat di ujung sana adalah mereka yang tengah sibuk dengan peralatan pancingnya.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Seorang pria bertopi dan berkaos putih tampak tengah merenungi aliran air Sungai Sengkarang yang terlihat tenang dan cukup jernih. Batang tali pancingnya tampak dibiarkan tergeletak di sebelah kanannya. Saat itu memang masih musim kemarau, sehingga air sungai tidak terlihat keruh, namun debit airnyapun menjadi jauh lebih kecil dibanding ketika saat musim hujan.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Seorang anak muda tampak tengah bersiap untuk melemparkan ban karetnya ke air sungai di saluran irigasi. Sesaat setelah ban itu dilemparkan, ia pun meloncat terjun ke dalam air dan lalu naik ke atas ban, tiduran di atasnya, dan menikmati perjalanan dihanyutkan oleh aliran air. Perjalanan ban itu setidaknya sekitar 500 meter hingga 1 km. Lumayan jauh.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Pemandangan yang saya lihat saat menyusuri saluran irigasi sekunder menuju ke arah bendung. Anak-anak tampak menikmati waktu dengan duduk di atas ban dalam besar yang berjalan mengambang di atas air.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Di seberang bendung adalah tegalan dan sawah, yang entah darimana sumber airnya datang, karena letaknya jauh lebih tinggi dari sungai yang dibendung. Entah jika ada kincir yang menaikkan air dari sungai seperti Kincir Air Talawi Sawhlunto.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Seorang petani tengah menggunakan traktor untuk mengolah tanah sebelum ditanami bibit padi. Tenaga kerbau yang mahal, karena semakin sulit ongkos memeliharanya, dan lambat kerjanya sudah mulai digantikan dengan mesin.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Wid di samping Pohon Beringin besar yang berada di tepian saluran irigasi dekat bendung, menjadi skala pembanding bagi ukuran lingkar pohon yang saya kira sudah berumur lebih dari seratus tahun itu.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Pemandangan pada batang Sungai Sengkarang yang lebar namun debit airnya sedang rendah saat itu. Bagusnya adalah air sungai tampak lebih jernih dan lebih jinak ketimbang ketika musim hujan.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Bendung Padurekso Karanggondang | Klik foto ke halaman berikutnya ¬ยช

Di seberang bendung adalah tegalan dan sawah, yang entah darimana sumber airnya datang, karena letaknya jauh lebih tinggi dari sungai yang dibendung. Entah jika ada kincir yang menaikkan air dari sungai seperti Kincir Air Talawi Sawhlunto.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Seorang petani tengah menggunakan traktor untuk mengolah tanah sebelum ditanami bibit padi. Tenaga kerbau yang mahal, karena semakin sulit ongkos memeliharanya, dan lambat kerjanya sudah mulai digantikan dengan mesin.

bendung padurekso karanggondang pekalongan
Bambang Aroengbinanghttps://www.blogger.com/profile/14056086394929635116

Wid di samping Pohon Beringin besar yang berada di tepian saluran irigasi dekat bendung, menjadi skala pembanding bagi ukuran lingkar pohon yang saya kira sudah berumur lebih dari seratus tahun itu.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Pemandangan pada batang Sungai Sengkarang yang lebar namun debit airnya sedang rendah saat itu. Bagusnya adalah air sungai tampak lebih jernih dan lebih jinak ketimbang ketika musim hujan.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Papan informasi yang karatan dan hurufnya sudah sangat sulit untuk dibaca. Coretan orang iseng membuatnya lebih parah. Kondisi ini bisa menjadi indikasi lamanya pejabat pemerintah tidak mengontrol ke tempat ini.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Buih air berwarna putih menjadi tanda cukup derasnya debit aliran yang melewati pintu air yang dibuang ke saluran irigasi sekunder, yang dipasok oleh Bendung Padurekso ini.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Foto tegak yang memperlihatkan ketinggian dinding beton bendung serta kondisinya yang sudah menua dan perlu perawatan. Pemeliharaan tempat seperti ini mungkin hanya bisa terjadi jika pejabat sering turun ke bawah untuk mengganggarkan dana pemeliharaan.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Prasasti beton yang kondisinya sudah tua dan rusak ini memberi informasi teknis yang nyaris pudar tentang Bendung Padurekso. Luas area tercakup 3029 Ha, dibangun 1915, direhabilitasi oleh Sub-Proyek Pemali - Comal mulai 12 Januari 1979 dan selesai pada 10 Juni di tahun yang sama.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Papan informasi Bendung Padurekso yang kondisinya masih cukup baik ini memberi keterangan lebih terperinci tentang tindakan yang harus dilakukan oleh petugas pada setiap pintu air, sesuai dengan ketinggian permukaan air sungai, terutama di saat musim hujan.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Roda-roda bergerigi yang menjadi alat pengendali naik turunnya pintu air untuk menyesuaikan dengan ketinggian air sungai. Penggeraknya tampaknya masih secara manual, dengan mengengkol tuas yang mungkin memerlukan sedikitnya dua orang untuk menggerakkannya.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Kabut air yang keluar dari bawah himpitan pintu pengatur yang sebagian sudah berlubang dan membocorkan air ekstra ke badan sungai. Jika tak diperbaiki lubang itu mungkin bisa semakin besar.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Di atas dinding beton menjadi tempat nyaman bagi sejumlah orang yang lebih senang menghabiskan waktu dengan memancing, entah sebagai selingan dari rutinitas kerja atau hanya agar sekadar keluar dari rumah yang sumpek hawanya.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Undakan yang kondisinya masih cukup baik dengan pelindung pegangan besi di sisi kanannya, bisa dipakai untuk berjalan kaki turun ke sungai dari atas bangunan bendung.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Nama pabrik pembuat yang pelatnya dipakukan pada batang besi dudukan roda gigi penggerak pintu air. Tulisan itu berbunyi "N.V. Machinefabriek BRAAT, Soerabaia". Entah dimana lokasi pabrik itu sekarang.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Posisi pelat merk pabrik itu berada tepat di bawah salah satu roda gigi mendatar yang ada di bagian bawah. Perbekalan seorang pemancing tampak bergeletakan di sisinya.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Di ujung bendung tampak sebuah tangga besi yang bisa digunakan penduduk menyeberang sungai saat ketinggian air rendah seperti saat itu. Entah kampung apa yang ada di seberang sana.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Pandangan tegak pada badan bendung yang kondisinya terlihat masih mulus, dengan kedung yang cukup dalam di bawahnya. Sebagian besar air saat itu tampaknya sedang dibuang ke saluran irigasi sekunder.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Jika saja sumber daya alam dan anggaran belanja negeri yang kaya raya ini dikelola dengan baik, pemeliharaan fasilitas irigasi semacam ini bisa dilakukan setiap tahun sebelum kondisinya memburuk.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Pandangan tegak pada aliran setelah pintu air samping bendung, dengan undakan di sebelah kirinya. Ini adalah lebihan air yang dialirkan ke saluran irigasi sekunder di sebelah kirinya bendung.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Sudut pandang lain dari badan bendung dan struktur pintu air. Bagian atas bendung dahulunya mungkin tak sedangkal ini, setidaknya serendah bagian di bawah bendung. Abrasi di bagian atas sungai yang menumpuk sedimen di sana.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Pandangan pada saluran irigasi sekunder di sebelah kiri bendung saat seorang anak muda baru saja melemparkan dalaman ban ke sungai. Teman-temannya yang lain sebelumnya telah terjun lebih dahulu.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Anak muda itu pun mencebur ke dalam sungai menyusul ban yang tadi dilemparkannya. Jika saja dilakukan beramai-ramai permainan gratis ini tentu akan lebih menyenangkan.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Ban dalam sudah dipegang oleh anak muda itu, tinggal naik ke atas ban dan menikmati alunan air dengan berbaring telentang di atasnya. Ini bisa menjadi atraksi wisata menarik jika dikelola warga sekitar.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Dam ini posisinya ada di bagian bawah atau hilir dari Bendung Padurekso, yang membangi aliran air ke saluran tertier untuk mengairi sawah dan kolam warga. Suasana pedesaan masih sangat terasa di sana.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Kombinasi yang memungkinkan anak-anak ini bermain luncuran ban mungkin adalah ada pak haji di kampung yang punya truk dan ban bekasnya dihibahkan ke anak atau cucunya yang lalu mengajak teman-temannya bermain di sungai dengan debit air lumayan besar, cukup jernih pula dan lintasan sungainya yang relatif lurus.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Pandangan tegak yang lebih lengkap dari foto sebelumnya pada pohon beringin raksasa yang berada di pinggiran Bendung Padurekso Karanggondang Pekalongan. Bukan hanya besar pohonnya yang mengesankan, namun juga bentuk belit akarnya pada pohon dan tanah.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Pandangan lebih dekat pada pintu air Bendung Padurekso Karanggondang, dengan seorang pemancing terlihat ada di atas badan bendungan sebagai skala pembanding untuk melihat besar pintu air bendung ini secara proporsional. Cukup besar dan mengesankan.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Badan sungai di atas Bendung Padurekso Karanggondang yang saat itu tak sepenuhnya berada di bawah permukaan air, sebagai indikasi bahwa musim hujan belum lagi tiba, yang bisa dilihat pula dari penampakan air sungai yang relatif bersih dan bening.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Penampakan lebih lengkap pada dudukan dan roda-roda gigi yang dipergunakan untuk membuka dan menutup pintu-pintu air di Bendung Padurekso Karanggondang. Kondisinya terlihat masih cukup baik dan terawat, serta dilumasi dengan oli yang cukup untuk menjamin mulusnya pengoperasiannya.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Duduk di atas beton Bendung Padurekso Karanggondang menghadap ke arah hilir sungai yang diapit tebing dan gerumbul pepohonan lebat, dengan perbukitan hijau biru nun jauh di ujung sana, air sungai yang jernih dengan pulau-pulau kecil yang terbentuk karena debit air yang tak terlalu besar, memberi ketenangan pikir bagi siapa pun yang menunggu tali pancingnya disambar ikan di sini.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Seorang petani tampak tengah mendorong traktornya untuk mengolah tanah di sawahnya agar siap ditanami padi. Salah satu tujuan dibangunnya Bendung Padurekso Karanggondang adalah untuk melayani kebutuhan air yang cukup bagi sawah seperti yang bapak petani ini miliki. Bendungan membuat petani bisa menanam padi dengan frekuensi lebih banyak per tahunnya, yang sebelumnya sekali bisa dua sampai tiga kali dalam setahun.

bendung padurekso karanggondang pekalongan

Info Pekalongan

Hotel di Pekalongan, Tempat Wisata di Pekalongan, Peta Wisata Pekalongan.
August 29, 2019. Label:

Pohon Jlamprang Wonobodro Batang

Pohon Jlamprang Wonobodro Batang
Sependek ingatan, keberadaan Pohon Jlamprang Wonobodro Batang saya ketahui dari obrolan dengan penjual gorengan yang ramah, mungkin juga dari Dodi, atau entahlah, namanya juga ingatan pendek. Penjual gorengan itu mangkal dengan pikulannya di pinggir halaman parkir Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro.

Makam Pangeran Jayakarta Jakarta Timur

Makam Pangeran Jayakarta Jakarta Timur
Lokasi Makam Pangeran Jayakarta Jakarta ternyata berada di Jl. Jatinegara Kaum, Jakarta Timur. Sebelum berkunjung ke makam ini, saya telah melewati jalan di depannya selama lebih dari lima belas tahun untuk mengantar anak sekolah ke LabSchool Rawamangun, dan masih melewatinya lagi jika ke Kelapa Gading, tanpa tahu nama jalannya, sampai saat kunjungan itu.

Rumah Anggrek Kebun Raya Bogor

Rumah Anggrek Kebun Raya Bogor
Rumah Anggrek Kebun Raya Bogor berada di salah satu sudut dalam kompleks Kebun Raya, arah timur laut. Kebun botani yang sangat luas dan kaya koleksi ini berjarak sekitar 60 km arah ke arah selatan Jakarta, yang mudah dicapai dengan kendaraan pribadi melalui jalan tol Jagorawi, atau dengan menggunakan Kereta Api dan Bus.

Baca Pula