Foto Patung Arjuna Wijaya

Sudut pandang pada Patung Arjuna Wijaya Jakarta Pusat yang mengarah ke Monas agak jauh di belakang sana dengan puncak lidah api emasnya. Ini adalah foto patung lama yang masih menggunakan bahan poliester resin yang menurut hemat saya indah dan hidup karena memperlihatkan otot-otot kuda yang mengesankan. Hanya saja bahan itu tak tahan lama terhadap perubahan cuaca yang ekstrem.



Pandangan dekat pada Patung Arjuna Wijaya Jakarta yang lama, memperlihatkan kanal air yang mengelilingi patung serta ada sebuah tulisan pada bentuk seperti umpak pada salah satu sudutnya. Patung semacam inilah yang menjadi penyusun ruh sebuah kota, membedakannya dengan kota-kota di tempat lain di dunia ini.



Sudut pandang yang mengarah ke Jalan Merdeka Barat arah ke Istana Negara dan Harmoni. Adanya nama sebuah bank swasta nasional yang ditulis di bawah patung karena patung dan tamannya dibuat dengan dana sumbangan perusahaan itu dengan perogram CSR. Mengambil sebagian dari keuntungan perusahaan dan diberikan bagi kepentingan masyarakat banyak.



Sudut pandang Patung Arjuna Wijaya dengan latar belakang gedung Indosat. Patung karya pematung Nyoman Nuarta yang dikerjakan oleh sekitar 40 orang seniman itu lama kelamaan rapuh karena terkena sinar matahari sehingga sejak 2003 dilakukan renovasi dengan mengganti bahan pembuatnya menggunakan tembaga.



Sudut pandang lainnya yang memperlihatkan trotoar lebar di dekat patung kuda.



Mobil dan kereta kuda, dua alat transportasi dari dua masa yang berbeda, namun tak ada orang yang berperang tanding menggunakan mobil dalam pertempuran satu lawan satu.



Pemandangan ke arah Jalan Thamrin dengan patung kuda terlihat di sisi kiri. Tidak sebagaimana patung Selamat Datang di Bundaran HI yang sering digunakan sebagai pusat unjuk, patung kuda ini relatif jarang dipakai sebagai tempat unjuk rasa meski sering ramai juga.



Sudut pandang lainnya pada patung kuda yang mengarah ke gedung Indosat dan gedung BI. Karena letaknya, patung ini hanya bisa dilihat sepintas saja saat lewat dan jarang yang melihatnya dari dekat kecuali saat sedang ada jalan bebas kendaraan.



©2021 Ikuti

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.