Foto Masjid Cut Meutia

Pandangan pada ruangan utama saat beberapa orang yang bersembahyang dzuhur. Karena letaknya strategis, meski bukan di jalan utama menteng, mereka bisa berasal dari mana saja yang kebetulan lewat dan menyempatkan mampir sekaligus santap siang atau santap malam di warung-warung di dekatnya.



Pusat langit-langit masjid dimana kandil lampu kristal elok menggantung. Bentuknya menyerupai menara segi empat dengan kisi kaca kotak-kotak sebagai sumber cahaya dan lubang hawa kecil-kecil di atasnya. Langitnya sederhana saja, berwaran krem dengan kotak putih.



Kaca patri dengan bentuk geometris dan konsentrik di pintu masuk Masjid Cut Meutia Jakarta, dengan kutipan ayat suci di bawahnya. Kombinasi krem tua dan pucat serta kayu coklat tua memberi nuansa yang teduh.



Pandangan ke ruang utama dari lantai atas masjid. Undakan menuju lantai atas terlihat pada foto di bagian kanan atas saat beberapa orang tengah salat berjamaah, dan beberapa orang lainnya meluruskan punggung sejenak beristirahat setelah menunaikan salat.



Mihrab Masjid Cut Meutia Jakarta yang tidak menunjukkan arah kiblat ini karena bangunannya yang masih asli itu pada jaman kolonial dulu merupakan kantor biro arsitek dan pengembang yang bernama N.V. Bouwploeg.



Bagian atas dinding ruangan yang berlekuk-lekuk dihiasi dengan kaligrafi tulisan Arab yang berisi ayat-ayat suci. Ada yang menggunakan tanda-tanda baca, dan ada pula yang ditulis dengan huruf Arab gundul.



Area ruangan di ujung kanan memperlihatkan pilar-pilar bangunan yang dasarnya dibalut dengan kayu warna coklat tua. Selain yang tengah membaca al-Aquran di bagian depan, ada banyak tubuh bergelimpangan tiduran di karpet masjid yang empuk. Di Jakarta yang keras ini, masjid kerap menjadi surga istirahat bagi warga.



Pandangan pojok pada ruang utama masjid. Kain hijau di ujung sana membatasi area jamaah wanita dengan area untuk pria. Posisi mimbar membuat jamaah harus memiringkan kepala jika hendak melihat khotib berkhotbah. Dinding pada bagian atas mimbar juga dihiasi dengan kaligrafi.



Pandangan lurus ke arah mimbar yang sesuai dengan arah gedung, memperlihatkan simetri sempurna pada arsitektur bangunan yang telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya ini.



Halaman dilihat dari serambi masjid. Karena lokasinya yang strategis, serta banyaknya penjual makanan dan minuman di sekeliling Masjid Cut Meutia, banyak jamaah mampir ke Masjid Cut Meutia untuk beristirahat melepas lelah setelah melaksanakan solat dan makan siang.



©2021 Ikuti

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.