Foto Roong Tondano 2

Suasana senja di Roong saat lampu-lampu jalanan mulai menyala, dan kendaraan yang melintas meninggalkan jejak seleret sinar lampu yang ditangkap oleh kamera berkecepatan rendah.

roong tondano minahasa sulawesi utara

Ketika matahari mulai menyinari persawahan Roong Tondani, kabut yang menyelimuti pinggang Gunung Masarang terlihat semakin menipis untuk kemudian lenyap sama sekali seiring naiknya matahari, sementara Boulevard Tondano yang tampak di sisi kanan foto tampak masih senyap.

roong tondano minahasa sulawesi utara

Sawah Roong Tonano di latar depan tampaknya belum lama dipanen padinya. Melihat batang pada yang kebanyakan masih panjang, tampaknya masih menggunakan ani-ani untuk mengambil bulir padinya. Belakangan para petani menggunakan arit untuk memotong seluruh batang padi dan lalu menggebuknya pada ram-raman bambu untuk melepas bulir padinya. Jika skala lahan sudah sangat besar, akan lebih mudah menggunakan mesin untuk melakukan pemotongan dan pengolahan gabah.

roong tondano minahasa sulawesi utara

Masakan Tante Stien di rumanya di Roong Tondano. Di tengah adalah ikan cakalang yang dibeli sehari sebelumnya oleh Lita Jonathans di Pasar Tondano. Ada satu ketika ia bukannya mengurangi rasa pedas pada masakannya namun malah menambahnya untuk menguji kekuatan mulut dan perut tamunya. Kalau saya sih tinggal mencucinya dengan air matang untuk mengurangi rasa pedasnya sebelum dimakan.

roong tondano minahasa sulawesi utara

Berada di gubung tengah sawah bisa memberi ketenangan pada pikir, dengan hamparan padi dan panorama pegunungan yang hijau biru. Apalagi jika bisa membawa seceret teh hangat dan goreng pisang atau makanan hangat lainnya.

roong tondano minahasa sulawesi utara

©2020 aroengBinang