Foto Museum Sulawesi Utara 7

Kanan atas adalah rumah Sam di Tondano yang difoto pada 1890. Rumah itu sekarang masih ada. Di bawahnya adalah foto ayah dan ibu Sam Ratulangi, yaitu Jozias Ratulangi dan Agustina Ratulangi-Gerungan, dan ia diapit oleh kedua kakaknya, yaitu Kayes dan Wulan.

museum negeri provinsi sulawesi utara manado

Pada 15 April 1946, Sam ditangkap Belanda dan dibuang ke Serui, Irian Jaya. Sejumlah foto dan sketsa yang menggambarkan kegiatan dan sosok Sam Ratulangi, seperti saat ia memberi contoh cara bercocok tanam ke penduduk Serui, bermain layangan dengan anak masyarakat Serui, memberi kuliah di Serui, dan bercerita kepada anak-anak Serui.

museum negeri provinsi sulawesi utara manado

Foto-foto yang memperlihatkan setelah perjanjian Renville, saat Sam Ratulangi serta para buangan lainnya dilepas oleh Belanda. Pemimpin perjuangan yang dibuang NICA ke Serui selama 2 tahun adalah Lanto Dg Pasewang, Sam Ratulangi, Laumahina, Intje Saleh, Tobing, Suwarno, dan Pondaag.

museum negeri provinsi sulawesi utara manado

Falsafah terkenal yang diucapkan oleh Sam Ratulangi, berbunyi "sitou timou tumou tou" yang artinya manusia hidup untuk memanusiakan manusia lainnya. Sam Ratulangi adalah Gubernur Sulawesi yang pertama.

museum negeri provinsi sulawesi utara manado

©2020 aroengBinang