Foto Masjid Kubah Emas

Masjid Kubah Emas Depok terlihat sangat cantik dilihat dari jalan simpang yang ada di dalam kompleks. Walaupun gerbang masuk ke masjid terletak tepat di pinggiran Jl. Raya Meruyung, Kecamatan Limo, Cinere, Depok, namun lokasi masjidnya terletak jauh di dalam kompleks yang asri seluas 50 hektar dengan banyak ruang terbuka.



Ruang utama Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri yang berukuran 45 x 57 meter bisa menampung 8.000 jamaah. Keseluruhan masjid berukuran 60 x 120 meter yang mampu menampung 20.000 jamaah. Pilar-pilar masjid terlihat kokoh meski langit-langitnya tidak terlalu tinggi, namun mihrab dan dalam kubahnya sangat menarik.



Lampu kristal yang berukuran sangat besar dan menggantung di langit-langit kubah utama Masjid Kubah Emas ini terlihat sangat cantik. Untuk mendapatkan bidang terluas, saya merebahkan diri tubuh tepat di bawah lampu. Begitupun cara itu masih belum cukup untuk mendapatkan bagian atas dan bawahnya, meski sudah menggunakan lensa 14mm.



Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri dilihat dari jalan simpang pada bundaran yang memisahkan kendaraan yang masuk dan yang keluar, memperlihatkan lima dari enam menara masjid, kubah utama, dan tiga dari empat kubah kecil yang semuanya dilapis emas. Jalur pedestrian tampak rapi, dan di sebelah kiri terdapat kebun dengan bung yang elok.



Kebun bunga luas yang berada di sebelah kiri jalur pedestrian Masjid Kubah Emas. Tanaman bunga itu diletakkan pada pot-pot dengan dudukan yang membuatnya tak terhubung dengan tanah. Ada beberapa jenis bunga yang ditanam, dengan bunga merah, pink, dan putih.



Tampak muka Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri dilihat dari seberang jalan dimana terdapat kebun buah, memperlihatkan kubah emasnya yang cantik, gerbang masuk lengkung, dan undakan dari jalan yang menunjukkan posisi masjid hampir dua meter lebih tinggi dari permukaan jalan.



Pemandangan menyamping Masjid Dian Al-Mahri yang memperlihatkan taman yang ada di halaman masjid yang ditanami bunga dan pohon palem, yang sekarang mestinya sudah tinggi da lebih cantik. Sayang di bawah undakan ada semacam kios atau pos yang merusak pemandangan. Mudah-mudahan sekarang dudah tidak ada lagi.



Bagian mihrab yang anggun dengan ruang imam, mimbar, dan ornamen yang semuanya berlapis emas sehingga kelihatan sangat mencorong. Mungkin karena itu bagian ini dipagari dengan tali agar orang tidak masuk ke dalam. mencegah tangan jahil yang bisa merusaknya.



Lampu kristal Masjid Kubah Emas yang sangat indah itu didatangkan dari Itali, dikelilingi oleh pilar beton kokoh yang memberi kesan agung, dan langit-langit di bagian dalam kubah Masjid Kubah Emas dicat dengan lukisan langit biru dan awan putih yang memberi kesan luas.



Menara masjid dengan tiga dek. Masjid Kubah Emas Depok memiliki enam buah menara setinggi 40-meter dengan bentuk segi enam, melambangkan Rukun Iman dalam doktrin Islam. Kubah-kubah di atas menara Masjid Kubah Emas Depok juga dilapis dengan emas mosaik padat 24 karat.



Keindahan Masjid Kubah Emas bukan hanya pada bangunan utama masjidnya yang cantik dan berlapis emas, namun lingkungan sekitarnya juga diperhatikan dan dirawat dengan sangat baik. Memerlukan perhatian, kepedulian dan biaya yang tidak sedikit untuk membuat dan merawat semua ini dengan baik.



Sejenis pohon pinang atau jambe dengan buah matang berwarna merah yang menggelayut padat, dan di atasnya ada lagi buah yang masih hijau. Jika ini jambe sebagaimana yang saya kenal, maka buahnya dulu sering digunakan oleh orang-orang untuk menginang, membersihkan mulut dan gigi, biasanya dicampur dengan kapur dan beberapa bahan lainnya.



Pemandangan cantik yang memperlihatkan kubah kecil berlatar kubah utama yang selain berbeda ukuran juga hanya kubah utama yang kemuncaknya dihias bulan sabit. Pada dek teratas menara terlihat pengeras suara sebanyak dua buah pada setiap sisi menara yang berjumlah delapan.



Pandangan dekat pada lampu gantung kristal asal Italia yang terlihat amat mewah dengan detail ornamen yang cantik dengan garis-garis yang sempurna. Lampu kristal yang sangat mengesankan ini menghiasi dalaman kubah utama masjid.



Masjid Kubah Emas terlihat mencorong saat senja jatuh dan lampu-lampu telah menyala. Kami sengaja menunggu di sana hingga malam tiba untuk mendapatkan foto masjid pada malam hari, yang ternyata memang sangat indah. Masjid Kubah Emas ini dimulai pada 2001 dan dibuka untuk umum pada 31 Desember 2006.



Masjid kubah emas dari jalan simpang pada waktu malam mulai turun dan lampu-lampu luar dan lampu menara masjid telah dinyalakan.



Pandangan pojok pada bangunan Masjid Kubah Emas ketika semua lampu telah menyala yang membuat suasana berbeda dibanding ketika mellihatnya saat langit terang.



Pandangan depan dengan kubah-kubah keemasan menghias bagian atap masjid, sementara orang masih saja ramai keluar masuk dari dan ke dalam ruangan utama masjid.



Sudut pandang yang lokasi berdiri pemotretnya lebih ditarik mundur ke belakang dari foto sebelumnya, memperlihatkan menara-menara Masjid Kubah Emas Depok.



Rombongan pengunjung dari luar daerah yang ingin melihat Masjid Kubah Emas yang elok ini tampak sedang salat berjamaah. Salat di masjid yang berbeda sering memberi suasana hati yang berlainan pula, apalagi di masjid-masjid tua peninggalan para wali.



Mimbar masjid yang ketika tidak sedang digunakan oleh khatib untuk menyampaikan khutbah diberi tali pembatas agar orang tidak masuk ke dalamnya. Bahan pembuat mimbar itu sepertinya dilapis dengan benda atau logam yang sangat berharga.



Pandangan lainnya pada lampu kristal yang sungguh elok dan terlihat sangat rumit dan tentunya teramat mahal harganya untuk masjid kebanyakan bisa membelinya.



Penampakan bangunan luar Masjid Kubah Emas dengan pilar-pilar luar masjid yang berbentuk segi empat, lubang hawa kotak-kota berukuran kecil, kubah kecil di bagian depan serta menara empat tingkat di pojoknya.



Salat, membaca kitab, dzikir, meluruskan punggung dan kaki, dan kadang terlelap sejenak, adalah pemandangan keseharian yang terlihat di hampir semua masjid, kecuali yang mengunci pintunya beberapa saat setelah selesai waktu salat wajib, namun itu sangat jarang.



Suasana di dalam ruangan utama Masjid Kubah Emas dengan bagian tengah dilingkaring dengan sokoguru yang berbentuk silindris. Meskipun ruangan ini sebenarnya sangat luas, namun karena ada banyak pilar penyangga di sana maka kesannya menjadi kurang memukau.



Pandangan lainnya pada dalaman kubah dengan lampu kristal elok di bagian pusatnya. Jika saja awan yang menghias langit kubahnya dibuat lebih natural dan asli maka akan diperoleh efek yang jauh lebih mengesankan. Awan itu pun bisa diganti dengan foto langit asli yang bertabur kerlip bintang dan cahaya bulan.



Pandangan lainnya pada lampu kristal dan dalaman kubah utama Masjid Kubah Emas. Sayangnya awan yang terkesan sangat artifisial mengurangi keindahannya.



Pandangan pada baris paling depan shaf berbatas dinding bangunan dengan ornamennya serta mihrab Masjid Kubah Emas.



Area yang saat itu masih ditanami dengan pohon mangga, entah sekarang, karena boleh jadi bisa berubah menjadi tempat pemondokan atau pun sekolahan.



Pandangan depan lainnya pada Masjid Kubah Emas ketika langit masih terang. Semoga pos tanpa dinding beratap kain atau plastik di depan undakan sebelah kanan itu sudah tidak ada lagi, karena merusak pemandangan masjid yang seharusnya indah.



©2021 Ikuti

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.