Foto Durian Kayu Tanam

Uni Yusi, ibu penjual Durian Kayu Tanam, terlihat tengah berbincang dengan dua orang teman, Lita Jonathans dan Fenty Effendy, untuk menyepakati harga durian yang hendak kami beli. Terasa mahal memang sehingga agak sedikit alot nego harganya, karena di daerah Sumatera umumnya murah terutama di musim panen.

Durian Kayu Tanam Padang Pariaman

Daging buah Durian Kayu Tanam yang terlihat lumayan tebal empuk, dan rasanya pun mantul di lidah. Mestinya tak ada orang yang tak suka dengan buah Durian yang lezat ini. Boleh jadi mereka yang tak suka sudah keburu bete dengan baunya yang memang bisa membuat mabuk, terutama jika disimpan di ruang tertutup seperti di dalam mobil.

Durian Kayu Tanam Padang Pariaman

Daging buah durian lainnya, yang juga tak kalah enaknya. Jika ada orang merasakan tekanan darahnya naik setelah makan buah Durian dalam jumlah banyak maka itu adalah hal wajar oleh karena kandungan nutrisi durian yang tinggi.

Durian Kayu Tanam Padang Pariaman

Sisa-sisa serangan kami terhadap beberapa buah Durian Kayu Tanam yang tandas dalam tempo sesingkat-singkatnya. Dagingnya sudah berpindah semua ke dalam perut, tinggal tersisa biji beton dan sampah kulit buah serta baunya yang semerbak.

Durian Kayu Tanam Padang Pariaman

Uni Yusi, ibu penjual Durian Kayu Tanam, tampak tersenyum ramah saat kami berpamitan pergi meninggalkan kios sederhananya yang dipakai hanya pada saat musim panen Durian. Musim panen ini bisa berbeda-beda di setiap daerah. Ada yang mencapai puncaknya antara bulan Januari - Februari, ada pula yang bulan November atau di bulan lainnya.

Durian Kayu Tanam Padang Pariaman

©2021 Ikuti

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.