iPhone

Panduan Membeli iPhone Bekas

Selalu saja ada potensi pasar menarik untuk IPhone bekas, baik pembelinya adalah mereka yang ingin bermigrasi dari ponsel Android atau untuk dijadikan ponsel kedua sekalian menjajalnya, atau pun pemakai iPhone yang ingin memiliki versi iPhone yang lebih baru.

Menghemat uang tentu menjadi pertimbangan utama ketika hendak membeli iPhone bekas, oleh sebab harga iPhone baru memang bisa mencekik dompet rakyat kebanyakan. Seperti umumnya dalam membeli barang bekas, mu (kamu) harus lakukan pemeriksaan sebelum melakukan pembayaran.

Ada beberapa alasan kenapa orang suka dengan iPhone, seperti keamanan informasi yang secara umum lebih baik dari ponsel Android; sistem operasi yang stabil dan hampir tidak pernah crash, bahkan di-jailbreak sekalipun; integrasi ke ekosistem yang ada bagi pengguna Mac; kualitas foto; kemudahan penggunaan; dan alasan emosional sebagai kelas tersendiri.

Alasan lainnya adalah harga jual iPhone bekas yang relatif masih tinggi. Sebuah survei memperlihatkan bahwa harga jual ponsel Android bisa turun kitar 34% dalam setahun pertama, sedangkan iPhone hanya turun kira 17% saja.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebagai panduan ketika hendak membeli iPhone bekas, diantaranya disebut dalam tulisan di howtogeek.com.


1. Beli Langsung

Lakukan pembelian secara langsung, tidak secara daring meski diiming ada garansi sekalipun, agar mu bisa lakukan pemeriksaan fisik pada iPhone bekas yang hendak dibeli agar tak kecewa dan repot lakukan klaim.

Untuk keamanan dan keselamatan bersama, buat janji temu dengan calon penjual di tempat umum yang cukup ramai, seperti mal, cafe, dengan akses yang mudah bagi kedua belah pihak.


2. Pastikan iPhone Menyala

Jika iPhone telah menyala, matikan, dan lakukan boot hingga muncul layar kunci atau prompt "Hello". Sewaktu buat janji pertemuan, pastikan ke penjual bahwa kabel dan adaptor pengisi daya dibawa, karena jika tidak ada maka boleh jadi itu merupakan iPhone curian.

Batalkan pembelian jika iPhone tidak menyala karena batere habis, dan penjual beralasan lupa membawa charger.


3. Kunci Aktivasi

Setelah iPhone melakukan booting, mestinya mu melihat layar kunci yang meminta pemilik isi kode sandi. Pastikan kode sandi itu mu ganti ketika nanti memutuskan beli.

Namun jika mu melihat pesan untuk memasukkan kata sandi untuk mengaktifkan iPhone dan penjual tak tahu sandinya, maka itu mungkin barang curian dan mu tak bisa gunakan ponsel dalam kondisi itu. Jadi batalkan pembeliannya.

Karena itu bersikeraslah agar penjual mengaktifkan iPhone dengan memasukkan kata sandinya. Kunci Aktivasi dapat dihapus dari iPhone dengan menonaktifkan "Find My iPhone" pada menu Settings > [Nama Pemilik] > Find My iPhone.


4. iPhone Telah Direset

iPhone bekas yang hendak mu beli mungkin telah direst dan siap untuk dijual, yang jika memang demikian maka mu akan melihat pesan "Hello" atau "Swipe to Begin".

Minta penjual memasukkan kartu SIM-nya untuk mengaktifkan perangkat, agar mu bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum memutuskan untuk beli. Setelah nanti selesai diperiksa dan mu mau membelinya, minta penjual untuk hapus Activation Lock dan reset iPhone menggunakan "Erase All Content and Settings" pada menu Settings > General > Transfer atau Reset iPhone.

Itu akan mengharuskan penjual memasukkan kata sandi ID Apple untuk menonaktifkan Kunci Aktivasi, agar mu bisa memakai iPhone dengan aman setelah membayar dan memilikinya nanti.


5. Pemeriksaan Fisik

Umumnya di iPhone bekas ada bagian yang lecet dan tergores, meski ada casing-nya. Lepaskan casing, dan periksa dengan teliti seluruh permukaan dan tepi layar apakah ada gores dan retak.

Adanya penyok di badan ponsel bisa menyebabkan kerusakan pada komponen internal seperti baterai. Periksa pula bagian kamera untuk melihat apakah ada kerusakan atau gores.

Jika ada kerusakan kecil maka mu punya alasan untuk menawar harga. Adanya screen protector dan casing sejak kali pertama dibeli akan memperkecil terjadinya kerusakan pada layar dan badan ponsel, yang tentu berpengaruh pada harga jual.


6. Kondisi Display

Jika iPhone-nya memakai LCD edge-lit yang biasa (iPhone XR, SE, dan 11), periksa apakah semua lampunya berfungsi dengan baik. Jika memakai layar OLED (iPhone X, 12, dan 13), periksa juga burn-in (retensi gambar permanen). Gunakan video YouTube layar penuh dan tekan jeda pada beberapa kali untuk melihat jika ada masalah. Lebih mudah untuk melihat masalah pada backlighting LCD dengan layar putih solid, sementara burn-in mungkin hanya muncul pada warna tertentu karena sub-piksel aus saat digunakan.


7. Kondisi Batere

Kapasitas penyimpanan baterai lithium-ion akan menurun seiring waktu, dan batere iPhone bekas tidak akan mampu menampung 100% dari kapasitas aslinya.

Buka menu Settings > Battery > Battery Health untuk melihat indikator maximum capacity, yaitu berapa banyak daya yang dimiliki baterai, yang jika di atas 90% maka masih bagus. Lihat pula indikator performance capability dari baterainya.

Ketika kondisi baterai menurun dratstis, maka kinerja iPhone melambat. Jika indikator yang muncul adalah bukan "Peak Performance Capability", maka itu artinya baterai harus sudah diganti yang tentunya harus mu timbang ketika menawar harga.


8. Kamera

Bukalah aplikasi kamera dan lakukan pengujian untuk merekam foto dan video menggunakan kamera depan dan belakang. Coba pula semua opsi yang ada termasuk ultra-lebar dan telefoto jika ada. Dalam cahaya yang cukup, gambar harusnya jelas dan tidak berbintik. Tampilan gambar layar harus mulus tidak tersendat ketika kamera berpindah arah, dan ketika diketuk maka layar harus fokus pada area itu.

9. Speaker

Lakukan tes pada mikrofon ponsel dengan merekam suara mu memakai aplikasi Voice Memos yang merupakan bawaan iPhone, dan putar ulang rekamannya. Lakukan juga preview nada dering dengan membuka Settings > Sounds. Lakukan juga uji panggilan telepon dan menerima panggilan telepon dengan memakai kartu SIM penjual untuk mengetahui bunyi dering dan apakah penerima telepon bisa mendengar suara kita.


10. Uji Kinerja

Buka Chrome atau Safari untuk menjelajahi situs web yang biasa mu kunjungi dan rasakan bagaimana respon dan kecepatannya.

Coba pula gunakan Spotlight untuk mencari sesuatu informasi; buka App Store dan klik sejumlah aplikasi untuk melihat responsnya.

Lakukan hal yang biasa mu lakukan dengan ponsel yang mu miliki, seperti membuka beberapa video di YouTube misalnya, untuk melihat bagaimana kinerjanya.


11. Periksa Tombol

Periksa apakah tombol mute berfungsi baik. Lokasinya ada di sisi kiri ponsel. Di bawahnya ada tombol untuk menaikkan volume panggilan dan mengambil foto, serta tombol paksa restart ponsel.

Periksa pula tombol samping di sisi kanan ponsel untuk membangunkan dan menidurkan iPhone, memanggil Siri, memulai ulang paksa, mengakses Apple Pay dan fungsi Wallet lainnya. Pastikan semuanya bekerja dengan baik, dan terasa enak saat dipencet.


12. Orisinalitas

Tanyakan dan perika apakah ada bagian ponsel yang pernah diperbaiki atau diganti. Mu bisa memeriksanya pada Settings > General > About untuk melihat entri "Model Number". Jika dimulai dengan F, berarti telah diperbarui oleh Apple atau operator. Itu tidak selalu berarti buruk, tetapi mu perlu tahu.

Pada iPhone dengan iOS 15.2 atau lebih baru, informasi tentang suku cadang yang telah diganti akan muncul sebagai "Genuine Apple Part", atau "Unkown Part" jika diganti dengan selain buatan Apple. Suku cadang asli umumnya punya kualitas lebih baik.


13. Bayar Transfer

Hindari membawa uang dalam jumlah besar, dan lakukan pembayaran secara transfer dengan mobile banking yang sekarang bisa dilakukan dengan sangat mudah dan aman, tanpa harus meninggalkan tempat transaksi.

Jika penjual meminta bayar tunai ketika membuat janji temu, maka lakukan pertemuan di mal di tempat yang dekat dengan mesin ATM, dan lakukan penarikan uang sendirian. Lakukan pembayaran hanya setelah mu selesai melakukan seluruh pemeriksaan dan semuanya memuaskan.


Demikian sejumlah panduan membeli iPhone bekas yang perlu dipertimbangkan untuk terhindar dari hal-hal, kerepotan atau kerugian yang tak dikehendaki.

, seorang pejalan musiman dan penyuka sejarah yang lahir di Desa Mersi - Purwokerto, dan sekarang tinggal di Jakarta. Diperbarui: Desember 25, 2021.

Tulis Komentar

Ketik dulu, lalu klik "Masuk ..." atau "Posting".

« Baru©2021 IkutiLama »

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.