Dongeng, Kisah 1001 Malam

Kisah Syekh dan Keledainya

Kisah Syekh dan Keledainya ini merupakan cerita dari syekh yang ketiga kepada Jin Ifrit dalam upaya ketiga syekh untuk menyelamatkan seorang saudagar dari ancaman kematian oleh karena secara tidak sengaja telah membunuh anak Ifrit.

Wahai penguasa jin yang perkasa, ketahuilah bawah keledai yang kubawa dan kalian lihat ini dulunya pernah menjadi istriku. Beginilah kisahnya,

Pada suatu hari aku berangkat dengan karavanku untuk memulai perjalan ke tempat-tempat yang sangat jauh guna menjalankan perdaganganku, yang membuatku harus menempuh perjalanan pergi pulang selama satu tahun penuh.

Ketika urusan dagangku sudah selesai dengan hasil yang memuaskan, aku pun akhirnya bisa kembali lagi ke rumahku dan tiba di sana malam hari, hanya untuk menemukan istriku sedang terbaring bersama seorang budak di atas karpet tempat tidurku.

Mereka berbincang, tertawa-tawa, berciuman, dan bercanda ria dengan sangat seru. Begitu istriku melihatku, tiba-tiba ia melompat berdiri, mengambil kendi berisi air dan berlari ke arahku.

Sebelum aku bisa berbuat apa-apa karena saking kaget dan marah, ia merapal beberapa kata tenung di atas kendi itu sebelum memercikkan airnya ke tubuhku, dan kemudian berkata dengan cepat:

"Keluarlah dari wujudmu yang semestinya dan gunakan wujud anjing!" Seketika aku berubah menjadi seekor anjing dan dengan kasar ia mengusirku keluar dari rumahku sendiri.

Aku terpaksa hidup berkeliaran di jalanan kotaku dan, hingga akhirnya aku melihat ada lapak seorang tukang daging. Aku pun berjalan mendekat dan memakan tulang yang terserak di sana untuk mengisi perut kosongku.

Ketika pemilik lapak melihatku, ia tidak mengusirku, malah mengangkat dan membawaku pulang ke rumahnya. Namun pada saat putri tukang daging itu melihatku, dengan wajah merah karena malu ia menutupi wajahnya dari pandanganku sambil berkata kepada ayahnya:

"Ayah, ppakah ini cara berperilaku yang baik, dengan membawa seorang pria bersamamu ke hadapanku?"

"Di mana pria yang kau sebut itu wahai anakku?" tanya ayahnya kebingungan, dan mendapat jawaban:

"Anjing ini adalah seorang laki-laki. Seorang perempuan jahat telah menyihirnya yang membuatnya menjadi seperti ini, namun aku bisa menyelamatkannya."

"Selamatkanlah dia, wahai putriku, atas nama Allah!" kata ayahnya masih dengan rasa takjub.

Putri tukang daging itu lalu mengambil kendi berisi air dan, setelah merapal mantra tertentu di atasnya, ia memercikkan airnya ke atas tubuhku sambil berkata:

"Keluarlah dari wujudmu yang ini dan kembalilah ke wujudmu yang asli!"

Dalam sekejap aku kembali ke bentuk asliku, dan segera kucium tangan gadis muda itu sebagai ungkap syukur dan rasa terima kasihku. Lalu kukatakan kepadanya bahwa aku sangat ingin menyihir istriku, sebagaimana ia telah menyihirku.

Kemudian putri tukang daging itu memberiku sedikit air dari kendi dan mengatakan bahwa jika istriku sedang tertidur maka aku boleh memercikkan air itu ke tubuhnya dan ia akan berubah menjadi wujud apa pun yang aku inginkan.

Jadi, dengan diam-diam aku pulang ke rumah dan menunggu malam hingga istriku tertidur, lalu aku memercikinya dengan air yang telah diberi mantra itu sambil berkata:

"Tinggalkan wujud ini dan gunakan wujud keledai!" dan dalam sekejap istriku telah berubah wujud menjadi seekor keledai, seperti kau lihat dengan mata kepala sendiri, wahai Sultan dan penguasa semua Raja Jin!"

Kemudian Jin Ifrit menolehkan kepalanya ke arah si keleda, dan bertanya padanya:

"Apakah ini benar?"

Si keledai terlihat menganggukkan kepalanya, seolah-olah mengatakan: "Ya, ya, itu benar!"

Jin Ifrit pun akhirnya merelakan sepertiga sisa darah si saudagar kepada syekh ketiga, yang membuat saudagar itu selamat dari ancaman kematian.

Setelah Ifrit pergi, mereka berempat pun saling berangkulan dan kemudian berpisah untuk melanjutkan perjalannya masing-masing.

Si saudagar dan ketiga syekh itu merasakan kegembiraan dan kebahagiaan yang belum pernah mereka alami sebelumnya, yang akan membekas di hati dan pikir mereka dalam waktu yang sangat lama. (bersambung ke Kisah Nelayan dan Jind Ifrit; dari Kisah 1001 Malam).

, seorang pejalan musiman dan penyuka sejarah yang lahir di Desa Mersi - Purwokerto, dan sekarang tinggal di Jakarta. Diperbarui: November 04, 2021.

Tulis Komentar

Ketik dulu, lalu klik "Masuk ..." atau "Posting".

« Baru©2021 IkutiLama »

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.