Blog Post, Kesehatan

Menghirup Uap Air Panas - Apakah Bermanfaat?

Diselimuti dan menghirup uap air panas merupakan salah satu cara pengobatan tradisional yang telah saya kenal sejak kecil di awal tahun 60-an. Ketika itu saya sedang menderita demam, dan ayah menjerang air di atas kompor pompa, lalu meminta saya duduk di kursi yang diletakkan di dekat kompor dan menyelimuti saya dengan kain untuk mengurung uap air yang keluar.

Butir-butir air keringat yang keluar deras dari pori-pori dan uap air panas yang terhirup hidung membuat kepala menjadi ringan dan nafas lebih lapang. Tak ingat saya apakah ketika itu juga meminum obat, karena di sebelah rumah kami di rumah dinas Wedana Jatinom waktu itu adalah rumah seorang mantri (asisten dokter) yang tentu tahu tentang penyakit dan obat-obatan.

Tak ingat pula apakah saya sembuh karena stoom uap itu, seingat saya itulah istilah yang dipakai ayah, namun setelah itu ada perasaan nyaman, kepala menjadi lebih ringan, dan nafas lebih lancar. Keringat yang keluar juga membantu mendinginkan tubuh yang panas karena demam.

Selain membantu meredakan demam, terapi uap air panas atau stoom uap juga digunakan untuk menenangkan dan membuka saluran hidung serta meredakan gejala pilek atau infeksi sinus.

Udara hangat dan lembab bisa mencairkan lendir yang menyumbat atau menempel di saluran hidung, tenggorokan, dan paru-paru, sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan. Udara hangat bisa membantu meredakan gejala pembuluh darah yang meradang dan bengkak di saluran hidung.

Meski menghirup uap air panas tidak menyembuhkan infeksi, seperti pilek atau flu, namun stoom uap bisa membantu orang merasa jauh lebih baik saat tubuh melawan penyakit, sebagaimana yang saya rasakan dahulu. Namun selayaknya banyak pengobatan tradisional lainnya, penelitian ilmiah yang luas tentang stoom uap ini jarang ada. Boleh jadi karena tak ada keuntungan bisnis di sana, siapa mau mendanai?

Namun setidaknya ada sebuah tulisan di healthline.com (https://www.healthline.com/health/steam-inhalation) yang membahas tentang terapi uap air, dan bisa menjadi bahan bacaan buat yang berminat untuk mengetahui bagaimana pandangan Barat terhadap upaya pengobatan rumahan ini, di tengah langkanya penelitian yang solid tentang manfaatnya.

Manfaat Menghirup Uap Air Panas

Umumnya hidung yang tersumbat dipicu oleh terjadinya peradangan pada pembuluh darah sinus. Pembuluh darah dapat pula teriritasi karena infeksi akut saluran pernapasan atas, seperti pilek atau infeksi sinus.

Manfaat utama menghirup uap lembab dan hangat adalah bisa membantu meredakan iritasi dan pembengkakan pembuluh darah di saluran hidung yang terasa sangat mengganggu. Kelembaban juga dapat membantu mengencerkan lendir yang menempel di sinus, yang memungkinkan untuk mengeluarkannya dengan lebih mudah.

Keluarnya lendir yang menyumbat saluran nafas bisa memungkinkan pernapasan menjadi kembali normal, setidaknya untuk waktu yang singkat. Menghirup uap air panas dianggap bisa memberikan bantuan sementara dari gejala:
  • flu biasa
  • influenza (flu dengan gejala berat)
  • Infeksi sinus (sinusitis karena infeksi)
  • bronchitis (radang cabang tenggorokan)
  • alergi hidung
Meski terapi uap bisa memberi kelegaan subjektif dari gejala pilek dan infeksi saluran pernapasan atas lainnya, namun cara ini tentu tidak akan membuat infeksi atau penyakit hilang lebih cepat. Itu karena menghirup uap air panas tidak benar-benar membunuh virus, namun akan membuat Anda merasa lebih baik saat tubuh berjuang melawan penyakit.

Uji Klinis

Tulisan itu menyebutkan bahwa ada satu tinjauan dari enam uji klinis yang dilakukan untuk mengevaluasi manfaat terapi uap pada orang dewasa yang menderita flu biasa, dan ternyata memberi hasil yang beragam. Beberapa orang mengalami pengurangan gejala, tetapi yang lain tidak. Beberapa orang diantaranya mengalami ketidaknyamanan di dalam hidung akibat menghirup uap air panas.

Uji klinis lain mengamati penggunaan terapi uap dalam mengobati gejala sinus kronis. Namun, penelitian tersebut tidak menemukan bahwa menghirup uap bermanfaat untuk sebagian besar gejala sinus, kecuali sakit kepala. Meskipun hasil studi klinisnya beragam, menghirup uap membantu meringankan:
  • sakit kepala
  • hidung tersumbat
  • iritasi tenggorokan
  • sesak nafas karena sumbatan jalan nafas
  • saluran hidung kering atau teriritasi
  • batuk

Cara Melakukan Terapi Uap Air Panas

Cara yang dulu pernah dilakukan oleh ayah kepada saya sudah disebutkan di awal tulisan. Namun sekarang sudah sangat sulit untuk mendapatkan kompor gas/pompa. Bagi yang suka kemping mungkin ada kompor gas yang biasa mereka bawa ketika berkemah atau mendaki gunung.

Yang saya lakukan saat ini adalah menjerang air dengan menggunakan kompor gas di dapur, dan lalu menggunakan handuk atau sarung untuk menutupi kepala, kedua tangan memegang ujung sarung atau handuknya hingga berada di atas jerangan air yang tanpa tutup. Apinya kecil saja.

Hirup udara dari hidung lalu keluarkan dari sisi mulut sebelah kiri atau kanan. Setelah beberapa puluh kali lewat hidung, ganti gunakan mulut untuk menghirup udara, dan mengeluarkannya lewat hidung.

Cara lain yang ditulis di artikel healthline itu adalah:
  • siapkan sebuah mangkuk besar
  • air
  • panci atau ketel dan kompor atau microwave untuk memanaskan air
  • handuk

Prosesnya adalah sebagai berikut:
  1. Panaskan air hingga mendidih.
  2. Tuang air panas ke dalam mangkuk dengan hati-hati.
  3. Gantungkan handuk di kepala.
  4. Pasang timer.
  5. Tutup mata Anda dan perlahan-lahan turunkan kepala Anda ke arah air panas sampai Anda sekitar 20 hingga 30 cm dari air. Berhati-hatilah untuk menghindari kontak langsung dengan air.
  6. Tarik napas perlahan dan dalam melalui hidung setidaknya selama dua hingga lima menit.
Anda bisa melakukannya selama 10 - 15 menit untuk setiap sesi, dan bisa mengulanginya dua atau tiga kali sehari jika masih diperlukan.

Efek Samping Terapi Uap Air Panas

Terapi uap bisa dibilang aman jika dilakukan dengan hati-hati. Tentu ada risiko melepuh jika kontak dengan air panas atau jika secara tidak sengaja menjatuhkan air panas ke tubuh Anda. Namun selain itu tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Sebagai sebuah terapi tradisional yang sudah puluhan dan mungkin ratusan tahun digunakan orang-orang tua kita, maka terpulang kepada Anda sendiri apakah percaya dan mau menggunakannya atau tidak.

, seorang pejalan musiman dan penyuka sejarah yang lahir di Desa Mersi - Purwokerto, dan sekarang tinggal di Jakarta. Diperbarui: Juni 26, 2021.

Tulis Komentar

Ketik dulu, lalu klik "Masuk ..." atau "Posting".

« Baru©2021 IkutiLama »

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.