Weird Genius - Lathi (ft. Sara Fajira) - Reaction Notes

aroengBinang.com - Adalah Tik Tok yang membuat saya pertama kali mengetahui tentang Weird Genius - Lathi ft. Sara Fajira, bukan video musik aslinya, namun dari salah satu Lathi Challenge video yang muncul di layar Tik Tok. Meski hingga saat itu dan hingga sampai kini pun saya belum juga login ke Tik Tok, namun membukanya menjadi hiburan tersendiri.

Perkenalan dengan video di Tik Tok itu terjadi beberapa minggu lalu, dan video Lathi yang saya tonton itu kalau tidak salah adalah penampilan kreatif Didik Nini Thowok, dengan penampakan wajah mulai tanpa make up hingga full poles, lengkap dengan dandanan dan topeng yang berganti-ganti dan tariannya yang energetik.

Lantaran penasaran, saya pun membuka Youtube untuk melihat video aslinya, dan itulah untuk pertama kali saya melihat dan mendengar video musik Weird Genius - Lathi (ft. Sara Fajira). Saat itu jumlah view videonya sudah mencapai 65 jutaan. Telat memang melihatnya, karena videonya sudah dirilis sekitar 3 bulan sebelumnya.


Video musik Weird Genius - Lathi (ft. Sara Fajira) dibuka dengan bunyi ritmik yang menyerupai suara gamelan yang menggelitik, meskipun sepertinya hasil kreasi digital elektronik. Intro yang bagus dan langsung menarik perhatian karena khas dan enak didengar.

Sosok perempuan dengan balutan baju putih polos dengan bagian bawah seperti tercabik kemudian muncul di layar. Ia berdiri di atas hamparan putih serupa lapisan salju dengan serakan potongan kertas atau kain yang tak beraturan, mengingatkan pada di tepian pantai bersih yang terkotori.



Itulah pertama kali saya melihat wajah Sara Fajira, yang di video terlihat sebagai wanita dewasa usia akhir 20-an atau awal 30-an, walau pun usianya ternyata baru 24 tahun. Vokalnya bagus, dengan getar kepedihan, dan dengan wajah berkerut menandai beban pikir dan perasaan.

Itu adalah wajah yang menunjukkan ekspresi kekalahan, kesedihan, dan ketertindasan. Bukan wajah yang enak untuk ditonton. Namun ketika sosok seorang pria macho masuk ke layar, ekspresi Sara berubah total dengan senyum dan pancar kebahagiaan yang menyeruak dari seluruh pori wajahnya.

Scene selanjutnya adalah goro-goro, chaos, dengan rantai melilit tubuh Sara, dan lalu tetiba wajahnya berubah menjadi Dewi Kegelapan dibarengi membubungnya asap hitam yang menyelimuti tubuhnya. Musik EDM menghentak, dan syair bahasa Inggris berubah menjadi syair Jawa dengan langgam musik yang khas.

Selipan syair dan langgam Jawa yang bermakna dalam, selain syair bahasa Inggris, menjadi kekuatan video musik Weird Genius - Lathi (ft. Sara Fajira) ini, selain kekuatan aransemen musiknya sendiri, sehingga bukan saja mampu menggetarkan rasa dan jiwa orang Indonesia, khususnya Jawa, namun juga dunia video musik internasional.

Tak bisa diabaikan adalah peran dari tim kreatif dan eksekutor pembuatan dan editing video klipnya, yang mampu mendatangkan efek kesan 'gelap', evil, mistis, dan memasukkan klip seni budaya tradisi dari mulai munculnya Gunungan sebagai simbol datangnya goro-goro, sepotong perang kembang Wayang, tari Jawa, penampilan Ebeg atau Kuda Lumping yang makan kaca serta menyembur api dan memadamkannya dengan mulut, serta tari modern yang dinamis.

Scene bagian kedua menjadi puncak drama, dimana Sara melepas dan membuang belenggu toxic relationship dari tubuhnya serta mendorong tubuh si pria hingga keduanya terpisah, dan lalu sang Dewi Kegelapan mementang tangan ke wajah si pria seolah sedang menyedot cahaya sumber hidupnya hingga tak bersisa. Dendam sudah terbalaskan.

Sebagaimana nama Sara Fajira, nama Weird Genius juga tak saya kenal sebelumnya, bahkan saya pikir tadinya adalah nama sebuah grup musik luar negeri, namun personel Weird Genius rupanya berasal dari Jakarta sedangkan Sara dari Surabaya. Mereka bukan orang baru di dunia musik, namun Lathi telah meroketkan nama mereka hingga ke kancah dunia. Selamat.
, Pejalan musiman. Bagikan: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print! Follow aroengBinang! aroengBinang.com adalah blog tulisan foto perjalanan dan catatan seputar wisata Indonesia, peta wisata, hotel, seni budaya, opini, percik pikir, hiburan, serta tips blogger. Kunjungi sitemap untuk mesin pencarian dan isi blog selengkapnya. Balik ke atas ↑