Islamic Center Mataram Nusa Tenggara Barat

Perjalanan ke Mataram Lombok tidak sempurna jika tidak mengunjungi mesjid, dikenal dengan sebutan kota seribu mesjid memang sangat pantas, karena banyak sekali mesjid dengan lokasi yang cukup berdekatan. Niat ingin mengunjungi Mesjid kuno Bayan Belek yang mempertahankan keasliannya hingga saat ini, pupus sudah karena keterbatasan waktu. Akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Islamic Center Mataram Nusa Tenggara Barat, yaitu mesjid dan pusat kegiatan umat muslim dengan konsep moderen yang berada di pusat Kota Mataram Propinsi Nusa Tenggara Barat. Selain tempat ibadah dan pusat aktifitas umat muslim, Islamic Center Mataram Nusa Tenggara Barat merupakan tempat wisata religi yang pantas dikunjungi para pelancong dalam hingga luar negri.

Lombok diguncang gempa di bulan Agustus 2018, selang seminggu kepulangan kami dari Lombok. Saya mendengar kabar dari seorang karib yang tinggal di Mataram, bahwa Islamic Center Mataram tidak luput dari gempa yang mengakibatkan beberapa bangunan retak dan ada atap runtuh walaupun tidak rusak parah. Sedihnya mendengar berita itu, apalagi mengingat bangunan Islamic Center Mataram Nusa Tenggara Barat sangat kokoh dan megah. Semoga segera diperbaiki dan kembali seperti semula. Di kawasan Islamic Center Mataram yang paling sentral adalah bangunan mesjid, yang diberi nama Mesjid Hubbul Wathan merupakan mesjid terbesar dan termegah di Nusa Tenggara Barat. Apalagi di waktu malam bila melintasi Islamic Center Mataram, kubah mesjid bermandikan cahaya tampak gemerlap.


Nusa Tenggara Barat patut bangga dengan dibangunnya Islamic Center Mataram di tahun 2006, dilengkapi oleh kemegahan Mesjid Hubbul Wathan, selain itu ada Gedung Sekolah berbasis Islam Terpadu dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga tingkat SekolaH Menengah Atas, Gedung pertemuan atau Gedung Serba Guna, Pusat Kajian Islam, perpustakaan dan Museum Islam yang konsep moderen masa kini. Islamic Center Mataram Nusa Tenggara Barat, dibangun seluas area 7.75 hektar tepatnya berada di Jalan Lengko Mataram, cukup mudah menemukan Islamic Center Mataram karena berada di pusat kota.

islamic center mataram
Kubah dan menara mesjid di kawasan Islamic Center Mataram yang saya saksikan dari lantai 9 melalui lift, dijaga oleh petugas khusus mengantarkan para turis yang sengaja berwisata relegi. Keramahan dan penjelasan petugas yang baik dan profesional membuat kami nyaman dan betah berkeliling di seputar Islamic Center Mataram. Kubah khas sebuah mesjid terpampang sangat indah apalagi jelang senja dihiasi sinar matahari yang memancar dengan ornamen awan. Cahaya keemasan menimpa kubah dan menara sangat elok dipandang.

Terdapat 4 buah menara yang menjulang dan kubah diantara ke 4 menara Mesjid Hubbul Wathan, suasana kota Mataram dari atas tampak terlihat dengan jelas. Begitupun beberapa bangunan mesjid lainnya yang ada di Kota Mataram, diantaranya dominan berwarna hijau. Seorang kawan dari Prancis bertanya kepada saya, apakah hijau adalah warna mesjid "couleur de la mosquee". Saya jawab hijau memang warna khas mesjid, setidaknya itu yang terjadi di Indonesia. Menarik juga mengajak mereka yang bukan berkeyakinan muslim, untuk mengetahui seluk-beluk mesjid. Dan Islamic Center Mataram menjadi contoh yang baik, mereka tahu bagaimana caranya memperlakukan para wisatawan dengan baik dan dalam koridor.

islamic center mataram
Beberapa kawan mengajukan pertanyaan saat melihat atap mesjid timbul rasa ketertarikan. Desain atap mesjid yang mempunyai daya tampung sebanyak 15 ribu orang terlihat sangat artistik mempunyai simbol kehidupan masyarakat Lombok, juga termasuk perlambang Suku Sasak dan tampak lantai mesjid dilapisi karpet merah yang mewah. Dari lantai atas terlihat sangat lapang, tempat kami berdiri dibatasi pagar. Ketika melewati kran air untuk berwudlu, hal ini tidak saya lewatkan begitu saja untuk menerangkan bahwa air tersebut untuk berwudlu, sebelum melakukan ritual sembayang 5 waktu kepada Sang Pencipta seraya memberi contoh gerakan wudlu. Bagian lain adalah perpustakaan dan museum islam yang kami lihat sepintas karena senja sudah menjelang dan sebentar lagi adzan magrib dikumandangkan.

Pengelola Mesjid Hubbul Wathan di kawasan Islamic Center Mataram, sangat apik dan santun menerima turis lokal maupun mancanegara. Kami diberi pinjaman jubah berwarna hijau keabuan dengan menutup kepala, dan kami sangat antusias sekali mengenakan jubah apalagi kondisi jubah bersih dan harum pewangi pakaian membuat kami nyaman mengenakannya. Petugas yang mengantar berkeliling memakai seragam hitam dengan peci hitam, secara detail menerangkan segala penjuru di Islamic Center Mataram termasuk di dalam Mesjid Hibbul Wathan.

islamic center mataram
Islamic Center Mataram terlihat jelas dari berbagai sudut kota Mataram, didesain senada secara keseluruhan. Bila malam tiba lampu-lampu menara dan kubah sangat menakjubkan, sayangnya saya tidak mengabadikan kondisi di waktu malam hari saat kembali melintasi Islamic Center Mataram, hotel tempat kami menginap tidak jauh dari Islamic Center Mataram. Baterai telepon genggam dan kamera secara bersamaan sudah habis dayanya sehingga tidak bisa dipakai. Kami menyaksikan Islamic Center Mataram di waktu malam dari dalam kaca kendaraan yang kami tumpangi dengan perlahan.

Menara indah yang menjulang di Islamic Center Mataram menurut petugas yang mengantar kami tingginya 99 meter sesuai dengan Asma Ul Husna atau nama-nama Allah. Lewat menara inilah kami menyaksikan pemandangan dari lantai 9 dan 11 yang memang dibuka untuk obyek wisata hingga malam hari, dan naik ke menara dan melihat Kota Mataram di kala malam. Lombok tidak hanya mesjid kunonya saja yang terkenal, kini dengan adanya Islamic Center Kota Mataram Nusa Tenggara Barat memiliki mesjid yang modern dan megah.

islamic center mataram
Setelah berkeliling dan naik hingga lantai 11, kamipun turun kembali melewati lift dan tangga berjalan yang sama. Di bagian samping sebelum menuju ke tempat penitipan sandal kami menemukan hal lain yang menarik di depan teras mesjid. Sebuah bedug dengan ukuran yang cukup besar mengundang perhatian, terbuat dari kulit binatang lengkap dengan alat tabuhnya yang disimpan di pinggir bedug. Kami sempat berpose di depan bedug, sebelum malam tiba kamipun mengakhri wisata relegi di Islamic Center Mataram Nusa Tenggara Barat. Lombok mempunyai aneka macam tempat wisata, begitupun wisata kulinernya tidak kami lewatkan begitu saja untuk menyantap ayam taliwang yang pedas dengan plecing kangkungnya.

Promosi wisata di Lombok terutama Mataram yang beberapa kurun waktu digalakan adaah wisata relegi, dan Islamic Center Mataram telah berhasil menyeruak. Pernak-pernik hiasan untuk suvenir bertemakan Ismalic Center Mataram pun dibuat untuk mendukung pariwisata, seperti kaos , gantungan kunci dan bahan kemasan kain sasak. Agustus 2018 Lombok berduka, saya belum tahu percis kondisi Islamic Center Mataram detailnya. Beberapa kawan relawan dari Emergency Respond Posko Merah Putih telah merapat ke Lombok dan Gili Trawangan, beberapa hari sekali saya mendapat kabar perkembangan di Lombok.

Islamic Center Mataram semoga segera diperbaiki, negara kita dijauhkan dari bencana. Awan berarak menyambut senja ketika kami meninggalkan Islamic Center Mataram, dan kami sempat melihat lagi gemerlapnya lampu berwarna-warna di kubah dan 4 menaranya. Saya yakin suatu saat akan kembali ke Lombok dan ingin membayar sesuatu yang saya lewati pada perjalanan Bulan Agustus 2018, yaitu mengunjungi mesjid kuno Bayan Belek yang sangat legendaris. Mataram dengan seribu mesjid gambaran religius masyarakatnya dan Islamic Center gambaran masa kini kehidupan beragama di Mataram.

Islamic Center Mataram Nusa Tenggara Barat

Alamat : Jalan Langko Matara, Nusa Tenggara Barat. Harga Tiket Masuk : Rp5.000 untuk naik ke atas menara.