Gedung Nasional Indonesia Surabaya

Gedung Nasional Indonesia Surabaya lokasinya berada di Jl. Bubutan 87, tidak jauh dari Stasiun Pasar Turi dan Tugu Pahlawan. Gedung yang bersejarah ini terletak tepat di tepi jalan, berpagar jeruji besi setinggi kepala orang dewasa. Tidak terlihat ada penjaga ketika kami masuk ke dalam kompleks gedung yang lumayan besar ini.

Jarak Gedung Nasional Indonesia Surabaya ke Tugu Pahlawan hanya sekitar 550 meter, arah ke Selatan dari tugu. Hanya saja karena Jalan Bubutan searah ke arah Utara, maka dari tugu pejalan harus memutar dahulu melewati Jalan Semarang, belok ke Jalan Raden Saleh, dan lalu belok kiri ke Jalan Bubutan, sehingga hampir mencapai 2 km jaraknya.

Di bagian depan gedung terdapat patung utuh Dr. Soetomo yang dalam posisi berdiri menghadap jalan memunggungi pendopo luas. Gedung Nasional Indonesia Surabaya merupakan tempat bersejarah di Kota Pahlawan yang tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan dan peran penting yang disumbangkan Dr. Soetomo dalam pergerakan politik untuk memperjuangkan kemerdekaan.

gedung nasional indonesia surabaya
Penampakan Gedung Nasional Indonesia Surabaya dilihat dari samping depan, dengan patung Dr. Soetomo yang mengenakan setelan jas lengkap pada posisi berdiri di atas tugu cukup tinggi. Beberapa pohon palem tampak menghias halaman gedung yang masih kelihatan terawat baik itu. Nama gedung tampak dibuat di sisi sebelah kanan dengan dasar hitam bertulis warna keemasan.

Di belakang patung adalah pendopo Gedung Nasional Indonesia Surabaya yang dikelilingi dinding kaca hingga ke dasar dinding. Seingat saya hanya pendopo itulah satu-satunya bangunan yang ada di bagian depan area ini. Jika pun ada gedung lain maka mungkin tak bisa dimasuki pengunjung yang datang ke sana, setidaknya begitulah ingatan pendek yang masih terekam di kepala.

gedung nasional indonesia surabaya
Sebuah prasasti di bawah patung Dr. Soetomo, berbunyi "Senantiasa berjuang kemuka jurusan kita, dengan tiada memperdulikan sendirian dan cela, bahkan tiada menyesali kehilangan dan keluarganya yang harus menderita dari barang-barang yang menyenangkan hidup kita sendiri". Kalimat itu dikutip dari kata-katanya yang diucapkan pada 11 Juli 1925. Soetomo lahir di Ngepeh, Nganjuk, 30 Juli 1888 dari pasangan R. Soewadji dan RA Soedarmi.

Ada pula prasasti lainnya pada dinding tembok pagar Gedung Nasional Indonesia Surabaya dengan tulisan cukup besar namun mulai agak susah dibaca, berbunyi "Batoe Pertama dari Pagar "Gedong Nasional Indonesia" terpasang oleh Kaoem Istri Indonesia pada 13 Juli 1930. Peringetan ini terpasang oleh Dames Congressisten P.P.I.I. pada 13 December 1930", dikutip sesuai huruf aslinya. Pada awalnya gedung ini dibangun warga Surabaya secara gotong royong dengan pengumpulan dana dari acara pasar malam yang diselenggarakan di daerah Bubutan.

gedung nasional indonesia surabaya
Pendopo luas Gedung Nasional Indonesia yang ditopang oleh pilar-pilar kayu, dilihat dari arah samping memperlihatkan blok paving yang tampak masih rapi dengan taman kecil dan patung di sisi sebelah kanannya. Pendopo ini tak terkunci pintunya sehingga kami bisa masuk ke dalamnya dengan mudah, dan bisa melihat prasasti yang menempel pada salah satu dindingnya.

Salah satu prasasti di dalam ruang pendopo Gedung Nasional Indonesia Surabaya ini berbunyi "Kami Bangsa Indonesia sadar, bahwa para Pahlawan telah menjumbangkan bagiannja jang njata pada tertjapainja kemerdekaan nusa dan bangsa. Maka atas djasa para pahlawan itu Bangsa Indonesia dengan penuh chidmat dan hormat mempersembahkan suatu bangunan sebagai tanda terima kasih dan penghargaan jang setinggi-tingginja. Djakarta 17 Agustus 1964, atas nama Bangsa Indonesia, Pemimpin Besar Revolusi, Soekarno".

gedung nasional indonesia surabaya
Tugu prasasti yang berada di halaman samping Gedung Nasional Indonesia, dengan torehan kata yang berbunyi "Semenjak berdirinya pada zaman Belanda gedung ini menjadi pusat pergerakan nasional. Pada 25-27 Agustus 1945 Komite Nasional Indonesia dan BKR dibentuk di gedung ini. Juga digunakan untuk mempersiapkan Rapat Samodra bersejarah menentang larangan Kenpeitai di Tambaksari 21 September 1945".

Pada dinding ruang pendopo ada lagi prasasti lain yang berbunyi "Gedung Nasional Indonesia (1934). Tempat pusat pergerakan nasional Partai Indonesia Raya (Parindra) dibawah pimpinan dr. Soetomo, tempat pembentukan Komisi Nasional Indonesia (KNI) dan pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Propinsi Jawa Timur, Karesidenan dan Kota Surabaya, serta pembentukan Pemuda Putri Republik Indonesia (PPRI) dan salah satu lokasi terjadinya pertempuran 10 November 1945 antara Arek-arek Suroboyo dan tentara Sekutu".

Sebagai kota besar kedua di Hindia Belanda, setelah Batavia, maka tak heran jika banyak peristiwa politik dan heroik terjadi di Surabaya yang salah satunya berlangsung di Gedung Nasional Indonesia Surabaya ini. Bukan hanya warga setempat yang waktu itu berjuang di sana, oleh sebab sebagai kota besar maka banyak pendatang dari luar kota, bahkan luar Jawa yang bermukim dan sekolah di sana. Surabaya menjadi wajah Indonesia kecil yang semua suku bersatu padu berjuang melawan penjajah yang hendak bercokol kembali di bumi pertiwi ini.

Gedung Nasional Indonesia Surabaya

Alamat : Jl. Bubutan 87, Surabaya. Lokasi GPS : -7.25088, 112.73555, Waze. Rujukan : Hotel di Surabaya, Tempat Wisata di Surabaya, Peta Wisata Surabaya
Author : . Updated :
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok.

.