Situs Giri Kedaton Gresik

Situs Giri Kedaton Gresik lokasinya berada di puncak sebuah bukit pada ketinggian 200 mdpl yang masuk wilsaah Dusun Kedaton, Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Gresik. Sayangnya tidak ada papan petunjuk menuju ke Situs Giri Kedaton ini, baik pada belokan dari Jalan Sunan Gresik, maupun di tepi jalan di dasar undakan.

Pada saat saya berkunjung beberapa bulan lalu, di seberang dasar undakan (GPS -7.17336, 112.63409) terdapat sebuah ruang terbuka milik penduduk yang bisa digunakan untuk parkir 2 buah kendaraan roda empat. Jalan di sini memang sempit, sehingga jika kendaraan parkir di pinggir jalan maka separuh badan jalan akan habis tersita. Jalan relatif sepi, sehingga mudah bagi kami menyeberangi jalan, dan masuk ke gang yang menuju ke arah Situs Giri Kedaton. Gang itu tidak lebar, namun cukup untuk dua orang berjalan beriringan. Kondisi jalanan di gang itu cukup baik, disemen, awalnya naik landai, dan kemudian undakannya semakin rapat dengan kemiringan semakin tajam.

Raden Paku mendirikan bangunan bertingkat tujuh di puncak bukit ini, yang disebut Giri Kedaton, pada 1408 Saka (1486 M), dan bergelar Sunan Giri. Pada 1409 Saka (1487M) ia menjadi Nata (kepala pemerintahan) bergelar Prabhu Satmata, dan sebagai Pandita (pemimpin umat Islam) dengan gelar Tetunggul Khalifatul Mukminin.

situs giri kedaton gresik
Pemandangan pada awal undakan menuju ke Situs Giri Kedaton. Puncak bukit dimana terdapat Situs Giri Kedaton bisa dikatakan tidak terlalu tinggi, tidak sampai melelahkan menapaki seluruh undakan untuk sampai ke situs. Namun baiknya membawa air minum jika ingin berkunjung, karena jika tenggorokan merasa haus tak ada penjual minuman di atas sana. Entahlah jika hari libur nasional.

Kondisi undakannya masih cukup baik untuk ditapaki. Di sebelah kiri kanan undakan adalah rumah-rumah penduduk yang lumayan padat, menyisakan ruang kosong pada area yang mendekati bagian puncak bukit. Santri Giri Kedaton konon ada yang dari Madura, Banjarmasin, Ternate, Tidore, Bima, dan Hitu (Filipina). Sunan Giri wafat pada 1428 Saka (1506 M) digantikan Sunan Dalem (1505 - 1545 M), Pangeran Sidomargi (1545 - 1548), Sunan Prapen (1548 - 1605), Panembahan Kawis Guwa (1605 - 1616 M), Panembahan Agung (1616 - 1636 M), dan Panembahan Witana.

situs giri kedaton gresik
Pandangan sudut pada puncak Situs Giri Kedaton dengan dinding reruntuhan bangunan yang mengelilingi puncak bukit bagian tengah atas, serta ada sebuah bangunan baru di puncak bukit yang bentuknya sama sekali tak mengesankan. Tak terlihat pada foto, ada sebuah papan pamer yang ditempel foto Situs Giri Kedaton di satu sisi dan dibaliknya ditempel kertas yang berisi kisah Giri Kedaton.

Diantara bangunan Giri Kedaton yang tersisa adalah trap-trapan yang susunan batu batanya masih terlihat rapi. Bangunan baru yang didirikan di tengah Situs Giri Kedaton seperti dibuat dengan setengah hati. Keberadaan bangunan ini menurut hemat saya justru malah merusak bukan hanya pemandangan di Situs Giri Kedaton, namun juga bobot sejarah situs ini.

situs giri kedaton gresik
Dua lubang dengan trap-trapan pendek di sisi sebelah kanan diduga merupakan tempat untuk mengambil air wudlu. Di atasnya terdapat empat makam tua yang diantaranya adalah Makam Mpu Supo, pembuat Keris Kala Munyeng milik Sunan Giri. Hingga saat itu telah ditemukan lima teras di Situs Giri Kedaton, mirip punden berundak, yang mungkin memiliki fungsi berbeda-beda, baik dari sisi logistik maupun militer. Giri Kedaton mengalami puncak kejayaan semasa Sunan Prapen dengan wibawa politik besar.

Adalah Sunan Prapen yang melantik Sultan Hadiwijaya, Raja Pajang, dan raja-raja Islam Nusantara. Ia juga menjadi penengah Sultan Hadiwijaya dengan para adipati Jawa Timur pada 1568, yang membuat para adipati mengakui kekuasaan Pajang sebagai kelanjutan Kesultanan Demak. Ketika para adipati Jawa Timur menolak kekuasaan Mataram, Sunan Prapen kembali menjadi penengah antara Panembahan Senopati dengan Jayalengkara, adipati Surabaya, pada 1588.

situs giri kedaton gresik
Cungkup di teras lereng barat ini adalah cungkup dimana terdapat makam Raden Supeno, putera sulung Sunan Giri. Sang putera tampaknya meninggal ketika masih berusia muda, dan belum memiliki keturunan.

Hubungan Giri dan Mataram memburuk ketika Giri dibawah Kawis Guwa, dan Mataram dibawah Sultan Agung yang menginginkan agar Giri tunduk pada kekuasaan Mataram. Giri menolak. Sultan Agung mengutus iparnya, Pangeran Pekik, putera Jayalengkara dari Surabaya, untuk menyerbu Giri. Giri dikalahkan. Kawis Guwa yang memimpin Giri dibawah Mataram hanya bergelar Panembahan. Namun hancurnya Giri terkait pemberontakan Trunojoyo, yang berlatar kebencian kerabat dan ulama pada Amangkurat I yang bengis dan berkomplot dengan VOC.

Trunojoyo didukung Karaeng Galesong, pemimpin pelarian pengikut Sultan Hasanuddin yang dikalahkan VOC dan Arung Palakka. Trunojoyo juga didukung Panembahan Maswitana atau Panembahan Giri, yang tidak suka pada Amangkurat I karena ia membunuh 6000 ulama atas tuduhan menyebarkan isu ketidakpuasan rakyat pada raja.

Mataram dikalahkan oleh Trunojoyo, dan Istana Mataram di Plered direbut. Sunan Amangkurat I lari dan wafat dalam pelarian di Tegal Arum. Keinginan Amangkurat II untuk merebut tahta Mataram, dimanfaatkan VOC. Perjanjian Jepara (1677) memaksa Amangkurat II menyerahkan pesisir Utara Jawa ke VOC setelah VOC membantunya mengalahkan Trunojoyo. Trunojoyo menyerah di lereng Gunung Kelud pada 27 Desember 1679 kepada Kapitan Jonker, dan dihukum mati pada 2 Januari 1680 oleh Amangkurat II. Pada April 1680 serangan besar-besaran terhadap Giri dilancarkan pasukan Amangkurat II yang didukung VOC. Panembahan Giri pun ditangkap dan dihukum mati dengan dicambuk. Sebuah catatan sejarah yang pedih.

Akan halnya situs ini, mungkin banyak hal telah dilakukan untuk melakukan perbaikan dan konservasi Situs Giri Kedaton oleh pihak terkait untuk bisa sampai pada keadaannya saat itu. Namun masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk memperbaikinya lagi. Merawat masa lalu kadang memang sama pentingnya dengan membangun hari ini dan masa depan.

Situs Giri Kedaton Gresik

Alamat : Dusun Kedaton, Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Gresik. Lokasi GPS : situs -7.1727353, 112.6330161. GPS gang: -7.17307, 112.63407, Waze. Rujukan : Hotel di Gresik, Peta Wisata Gresik, Tempat Wisata di Gresik.
Label : . Updated : April 23, 2018.
Author : .
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok. Youtube.
Share   Tweet   WhatsApp   Telegram   Email   Print!