Dam Jepang Kalipagu Baturraden Banyumas

Dam Jepang Kalipagu Baturraden Banyumas terlihat ketika tengah bertanya arah di sekitar Dusun Kalipagu, Ketenger, Baturraden. Saya tidak tahu bahwa itu adalah Dam Jepang, sampai melihat papan tengara di pinggir Kali Banjaran yang dibendungnya. Di dekat papan nama yang berbunyi "Dam Jepang" itu ada sebuah bangunan kecil.

Dam Jepang Kalipagu menarik perhatian karena ukuran bendungnya yang cukup lebar, terawat, airnya jernih, dan ada pondasi jembatan beton kekar yang jalan di atasnya sudah lenyap. Itu adalah pondasi jembatan buatan Belanda yang sebelumnya menopang Rel Lori PLTA Ketenger. Sayang pintu pagar untuk masuk ke area Dam Jepang Kalipagu itu terkunci rapat dan terlihat tidak ada penjaganya, sehingga saya tidak bisa masuk untuk mendekati bibir bendungan. Tidak menyerah begitu saja, saya pun kemudian melangkahkan kaki menuju ke jembatan, dan mengambil beberapa buah foto Dam Jepang serta pemandangan sekitarnya.

Struktur bagian bawah Dam Jepang Kalipagu saat terlihat masih dalam kondisi yang sangat baik. Perlu menjadikan sebuah refleksi mengapa bangunan lama yang dibangun oleh Jepang atau Belanda memiliki kualitas yang begitu baik sehingga berumur panjang, sedangkan jalan Pantura menjadi proyek abadi yang dibangun setiap tahun jelang ritual mudik.

dam jepang kalipagu baturraden banyumas

Tengara Dam Jepang Kalipagu di bahu sebelah Kali Banjaran yang dibendung itu, dan pos yang kosong tanpa penjaga. Bisa dimengerti bahwa akan terasa sangat membosankan untuk berjaga di tempat yang sepi seperti ini dalam waktu yang lama, apalagi jika tidak pernah ada gangguan yang berarti, dan tak ada pula kontrol.

Tanpa adanya disiplin yang kuat, serta pengawasan yang ketat, keadaan yang rutin dan datar cenderung membuat orang lengah dan lalu melalaikan tugas jaga yang mestinya harus dilakukan sepanjang waktu, dalam kondisi apa pun. Itu sebabnya, negara yang terlalu lama dalam keadaan damai, pertahanan dan kekuatan militernya umumnya menjadi lemah.

Saluran air irigasi yang mengalir dari dam terlihat di sisi kanan, di sebelah kanan rumahan bercat orange yang mengontrol pintu air dam dengan sebuah selokan menuju arah ke bawah. Agak jauh di sebelah kiri selokan itu ada jembatan kecil serta sebuah rumah sederhana yang saat itu terlihat agak kurang terurus.

Di bagian atas Dam Jepang Kalipagu Baturraden ini juga terdapat sisa pondasi jembatan Rel Lori PLTA Ketenger yang dibuat pemerintah kolonial Belanda sebagai jalur angkutan material ketika membangun PLTA Ketenger pada 1939. Akan elok jika jalur lori itu dibuka kembali sebagai wisata heritage.

Pemandangan pada air Kali Banjaran yang jernih menjadi pesona bagi Dam Jepang Kalipagu Baturraden. Bersihnya air karena musim hujan belum tiba, dan langit yang lumayan bersih memberi pantulan warna kebiruan yang elok. Ketika melangkah ke sisi sebelah kiri Dam Jepang ternyata tepiannya juga diberi pagar kawat yang tak bisa dilewati pengunjung.

Tidak diketahui berapa kedalaman air Dam Jepang Kalipagu. Tak ada data dipasang di tepi dam. Namun jika melihat peringatan bagi pengunjung agar tidak mendekati area dam karena berbahaya, dan melihat begitu rendahnya ketinggian Kali Banjaran setelah bendungan, makam kedalaman Dam Jepang Kalipagu ini saya kira tak kurang dari lima meter. Mungkin sekali lebih.

Meskipun saya tidak menemukan adanya berita tentang pernah jatuhnya korban jiwa karena tenggelam di Dam Jepang Kalipagu, namun kemungkinan itu saya kira ada jika melihat bentuk dam dan kedalaman air di atas tanggulnya. Ini juga bisa menjadi indikasi bahwa tempat itu memang telah menjadi area tertutup bagi umum sejak lama.

Pintu air dan saluran air di sisi kanan Dam Jepang Kalipagu sempat saya ambil fotonya, dilihat dari sela pagar di pinggir jalan yang dipasangi jeruji besi. Tidak ada akses masuk ke area Dam Jepang dari sisi ini, bahkan pagar besinya dibuat lebih tinggi. Namun dari bagian ini saya bisa melihat struktur bendungan yang cukup tinggi dari samping dan sebelah bawah sungai.

Memunggungi Dam Jepang Kalipagu terlihat kelok Kali Banjaran dengan wisata Curug Bayan terletak beberapa puluh meter di bagian atasnya. Ada pula beberapa buah gazebo didirikan di pinggiran kali yang menjadi bagian dari sebuah villa peristirahatan yang cukup besar dan luas.

Tak jelas siapa pemilik villa itu, dan apakah keberadaannya ada hubungannya dengan Dam Jepang Kalipagu. Entah dulu sebagai tetirah petinggi tentara Jepang, atau sebagai tempat tinggal sementara saat pembangunan dam dibuat, namun bisa juga betul-betul merupakan bangunan baru yang didirikian oleh orang kaya dari kota.

Ketika sedang mencari jalan masuk ke bagian bawah Dam Jepang Kalipagu, saya menemukan akses jalan menuju camping ground & outbound bernama Tirta Arum. Namun pada bagian bawah gapura yang terbuat dari batangan kayu yang dihubungkan dengan papan nama terdapat rantai berkarat yang menghalangi pengguna sepeda motor untuk masuk ke dalam.

Tampaknya tempat wisata itu sudah atau sedang tidak aktif, sehingga tak tertarik untuk melihatnya meskipun dengan berjalan kaki saya bisa masuk ke dalamnya. Sayang saya belum menemukan informasi lebih rinci tentang tahun pembuatan Dam Jepang Kalipagu ini, dan kisah seperti apa yang melatarbelakangi dan proses pembuatannya.

Dam Jepang Kalipagu Baturraden

Alamat : Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kec Baturraden, Banyumas. Lokasi GPS : -7.3253, 109.21877, Waze.

Galeri Foto Dam Jepang Kalipagu Baturraden

Pemandangan pada air Kali Banjaran yang jernih menjadi pesona bagian atas Dam Jepang Kalipagu. Bersihnya air karena musim hujan belum tiba, dan langit yang lumayan bersih memberi pantulan warna kebiruan yang elok. Ketika melangkah ke sisi sebelah kiri Dam Jepang ternyata tepiannya juga diberi pagar kawat yang tak bisa dilewati pengunjung.

dam jepang kalipagu baturraden banyumas

Memunggungi Dam Jepang Kalipagu terlihat kelok Kali Banjaran dengan wisata Curug Bayan terletak beberapa puluh meter di bagian atasnya. Ada pula beberapa buah gazebo di pinggiran kali yang menjadi bagian dari sebuah villa peristirahatan yang cukup besar dan luas, serta terlihat sebagian pondasi jembatan Rel Lori PLTA Ketenger.

dam jepang kalipagu baturraden banyumas

Pintu air dan saluran air di sisi kanan Dam Jepang Kalipagu yang dilihat dari sela pagar di pinggir jalan yang dipasangi jeruji besi. Tidak ada akses masuk ke area Dam Jepang dari sisi ini, bahkan pagar besinya dibuat lebih tinggi. Namun dari bagian ini saya bisa melihat struktur bendungan yang cukup tinggi dari samping dan sebelah bawah sungai.

dam jepang kalipagu baturraden banyumas

Sisi kiri Dam Jepang Kalipagu yang tepiannya juga diberi pagar kawat, sehingga tidak memungkinkan orang untuk masuk dan berenang di dam. Bisa jadi dam ini memang berbahaya karena kedalamannya sehingga dijaga benar agar orang tidak mendekatinya, atau memang karena harus dijaga untuk menghindari tangan jahil yang bisa merusak fasilitas pintu air yang ada di sana.

dam jepang kalipagu baturraden banyumas

Villa di tepi kali Banjaran di bagian atas Dam Jepang itu tampak masih cukup terawat, terlihat dengan rumput di halaman yang dipotog pendek, serta adanya tanaman bunga. Tempat ini bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin sejenak terasing dari ramai dan bising perkotaan.

dam jepang kalipagu baturraden banyumas

Pondasi Rel Lori PLTA Ketenger di sebelah atas Dam Jepang Kalipagu yang dibangun Belanda sebagai jalur angkutan material ketika membangun PLTA Ketenger pada 1939.

dam jepang kalipagu baturraden banyumas

Pemandangan pondasi rel lori Ketenger ditarik sedikit ke arah sebelah kiri. Infrastruktur angkutan massal yang dibanguan pemerintah kolonial Belanda, dan juga Jepang, banyak yang dihancurkan di jaman republik digantikan dengan angkutan individual yang menghisap subsidi bbm selama bertahun-tahun, sehingga negeri ini tak sanggup membangun infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonominya.

dam jepang kalipagu baturraden banyumas

Dua pintu air kecil terlihat berada di sisi kanan Dam Jepang Kalipagu. Belakangan saya berjalan melingkari Dam Jepang Kalipagu melipir pagar besi yang terlihat di latar belakang foto di atas untuk melihat dam dari samping, sambil mencoba mencari jalan masuk, kalau ada.

dam jepang kalipagu baturraden banyumas

Pemandangan kolam yang berada di bagian atas Dam Jepang Kalipagu dilihat dari jembatan jalan yang melintang di atas Kali Banjaran. Langit sangat bersahabat ketika itu yang memberi pantulan sempurna pada permukaan air yang tenang.

dam jepang kalipagu baturraden banyumas

Pemandangan yang memperlihatkan kolam di bagian atas dam, serta area di bagian bawahnya. Saluran air terlihat di sisi kanan, dengan sebuah selokan ke bawah. Agak jauh di sebelah kiri selokan ada jembatan kecil serta rumah yang terlihat agak kurang terurus.

dam jepang kalipagu baturraden banyumas

Sisi kanan Dam Jepang Kalipagu ternyata berpagar lebih tinggi. Tidak ada akses masuk dari sini. Terdapat rantai berkarat mengikat kaki kayu yang menyangga tengara Tirta Arum. Entah hanya untuk menghalangi agar pengendara sepeda motor tidak masuk ke dalam, atau kah memang tempat itu sudah tidak aktif lagi.

dam jepang kalipagu baturraden banyumas

Dari sela-sela pagar saya bisa melihat struktur bagian bawah Dam Jepang Kalipagu yang terlihat masih dalam kondisi yang sangat baik. Saya perkirakan tinggi bendung ini, dan kedalaman air di atasnya tak kurang dari 10 meter. Debit air terlihat kecil, sehingga dinding bendung ini kering, tak ada kelebihan air yang melimpah. Semuanya dialirkan ke saluran air di sebelah kanan bendung.

dam jepang kalipagu baturraden banyumas

Penampakan pintu air dan dam di sebelah kanannya. Perlu menjadikan sebuah refleksi mengapa bangunan lama yang dibangun oleh Jepang atau Belanda memiliki kualitas yang begitu baik sehingga berumur panjang, sedangkan jalan Pantura menjadi proyek abadi yang dibangun setiap tahun jelang ritual mudik.

dam jepang kalipagu baturraden banyumas

Info Banyumas

Hotel di Purwokerto, Hotel di Baturraden, Tempat Wisata di Banyumas, Tempat Wisata Kuliner Banyumas, Peta Wisata Banyumas.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Kembali ke atas ↑