Gua Pawon Padalarang

Akhirnya bisa tercapai juga berkunjung ke Gua Pawon Padalarang, di awal Bulan Febuari 2018 bersama beberapa kawan, sebuah perjalanan yang tidak direncanakan sebelumnya. Gua Pawon adalah gua alami yang termasuk situs purbakala, jalan menuju ke Gua Pawon sering kali dilalui sedari dulu jika pepergian ke Cianjur atau ke Jakarta melalui puncak, namun baru pertama kali ini berkesempatan mengunjungi Gua Pawon yang terletak di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Dari jalan raya sekitar 3 kilometer menuju lokasi dengan tempat parkir yang cukup memadai dengan tanah yang dibaluti paving blok.

Gua Pawon tempat wisata yang mengandung nilai sejarah dan layak mendapat perhatian khusus dari lembaga yang terkait, dipelihara keasliannya dan lebih disosialisasikan kepada khalayak luas. Situs Gua Pawon memiliki keunikan, salah satunya ada bagian gua yang yang tidak terlalu gelap, karena cahaya matahari bisa masuk melalui langit-langit gua yang mana terdapat celah-celah yang cukup besar.

Pada gapura depan yang terdapat di sisi jalan raya, tulisan gua ditulis dengan kata "guha" di mana dalam bahasa Sunda mengandung arti gua. Dan menurut para ahli arkeolog yang tergabung dalam Tim Balai Arkeologi Jawa Barat, Gua Pawon terkait dengan kehidupan prasejarah Danau Bandung Purba, di sekitar Danau Bandung Purba, sudah ditemukan artefak-artefaknya. Area tersebut memang diyakini berdasarkan penelitian, dulunya adalah sebuah danau purba yang disebut danau Bandung Purba.

gua pawon padalarang
Jalan memasuki area Gua Pawon, menaiki sekitar 50 anak tangga dengan jarak 100 meter dilengkapi besi pegangan untuk pengamanan. Jika di musim hujan anak tangga dari bebatuan kondisinya terbilang licin, sehingga harus lebih berhati-hati. Menapaki anak tangga dengan ketinggian yang tidak curam, bagi yang ingin masuk ke bibir gua atau memasuki gua tidaklah sulit.

Beberapa meter dari tangga tepatnya sebelah kiri tangga, terdapat papan informasi dan keterangan yang berikatan dengan Gua Pawon. Selain itu beberapa kios pedagang makanan dan minuman yang tidak tertata dengan baik, demikian pula toiletnya memprihatinkan dan kekurangan air bersih. Rupanya instansi terkait belum menyentuh fasilitas umum yang layak di area wisata Gua Pawon. Tidak jauh dari situ terdapat tempat istirahat yang atapnya terbuat dari kayu di sebut Baleriung, yaitu tempat duduk lesehan yang juga kurang terawat kebersihannya.

gua pawon padalarang
Mulut Gua Pawon kami dapati setelah kembali menaiki tangga dari besi sekitar ketinggian 3 meter. Di depan mulut gua terasa bau tidak sedap dari kotoran kelelawar yang menghuni ruangan bagian depan gua. Bau yang menyengat hanya tercium di ruangan itu saja, menyusuri bagian lain dari Gua bau itu sudah tidak lagi tercium. Cahaya matahari menyusup sehingga kami bisa melihat kawanan kelelawar yang berseliweran berputar ke atas langit-langit gua.

Dinding dan tebing Gua Pawon berwarna keputihan, menunjukkan bahwa bebatuan dinding yang membentuknya adalah kapur. Sayapun membaca keterangan yang dipasang di depan pintu masuk Gua Pawon, bahwa tingginya hampir 700 mdpl padahal dulunya adalah laut rendah tempat berkembangnya terumbu karang dan mahluk laut sebelum akhirnya terangkat ke permukaan laut yang disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi dan menjadi pegunungan kapur Citatah Rajamandala, orang Sunda menyebutnya "Tagog Apu".

gua pawon padalarang
Inilah bagian lain yang unik di Gua Pawon Padalarang, yaitu kerangka manusia purba yang diketemukan di salah satu ruangan di dalam gua. Penemuan manusia purba di Gua Pawon oleh Tim Balai Arkeologi Bandung selama 10 hari yaitu tepatnya pada tanggal 10 sampai 19 Juli 2003 pada lubang berukuran 2x2 meter persegi dengan kedalaman tanah 140 sentimeter. Menurut penelitian para ahli secara fisik terutama tengkorak kepalanya, dipastikan termasuk ke dalam ras Mongoloid yang diperkirakan hidup dalam rentang waktu tahun 5600 - 9500 yang lalu.

Kerangka manusia Gua Pawon disimpan dengan dilindungi kawat berbentuk kotak, sedangkan replikanya dibuat dan disimpan di sebelahnya dengan posisi yang lebih mudah terlihat. Untuk menjaga keamanannya dipasang pagar yang tingginya menutupi lebih dari setengah ruang gua tersebut, adapun pagar besi tersebut bercelah sekitar 15 sentimeter jaraknya sehingga terlihat jelas di dalamnya ditambah cahaya matahari yang masuk ke ruangan itu tidak terhalangi. Di sebelah kiri terdapat plang dipasang yang bertuliskan Situs Gua Pawon.

gua pawon padalarang
Mulut gua yang lebih dari satu menunjukkan banyak ruangan di dalam Situs Gua Pawon, ruang-ruang tersebut diberi nama, yaitu ruang lumbung padi, ruang lawa, ruang arkeologi yaitu tempat penemuan kerangka manusia purba, ruang angin dan ruang poek yang tidak terjangkau sinar matahari. Di ruang lumbung padi disebut juga pawon, yang artinya dalam bahasa Sunda adalah dapur.

Banyaknya ruangan di Gua Pawon menjelaskan bahwa pada masa lalu di Gua Pawon menjadi tempat manusia pra sejarah untuk hunian, memasak bahkan sebagai tempat pemakaman. Pilar dinding yang terbentuk di Gua Pawon terjadi dalam kurun waktu yang sangat panjang dan tumbuh dengan lambat, diperkirakan 0,5 milimeter per tahun tergantung dari pengendapannya. Memasuki ruang demi ruang di Situs Gua Pawon tidaklah sulit dan mudah terjangkau, sehingga orang yang tidak biasa melakukan penjelajahan tidak akan mengalami kesulitan selama tidak ada masalah pada lutut atau kaki saat menaiki anak tangga.

Di depan ruang arkeologi terbentang lembah yang penuh dengan pepohonan menambah sejuk suasana. Habitat yang masih terjaga, tentunya tempat satwa hidup di alam bebas seperti halnya monyet ekor panjang species yang hidup di Gua Pawon. Selain itu Gua Pawon menjadi kerajaan Kelelawar Pedan Jawa, yang berkumpul menjadi penghuni gua. Hal lain yang menarik di kawasan Gua Pawon, yaitu tumbuh pohon bambu hitam orang Sunda menyebutnya Awi Hideung dengan nama latin Gigantochloa Atroviolaceae. Ketularan anak sulung saya yang selalu mencari nama latin tumbuhan ketika kami sedang piknik ke alam terbuka.

Situs Gua Pawon memang perlu mendapat perhatian lebih, dan kesan alaminya tetap terjaga dengan sempurna. Setidaknya saya merasakan jalanan masuk menuju tangga Gua Pawon lumayan bersih dengan sisi kanan tumbuh pepohonan rindang, walau masih banyak pekerjaan rumah untuk membangun ataupun memperbaiki fasilitas umum wisata Situs Gua Pawon adalah salah satu cara untuk mengundang pengunjung lebih banyak dan menghargai peninggalan sejarah. Anda belum pernah berkunjung? Situs Gua Pawon, tempat wisata yang unik dan tentunya menambah pengetahuan.

Situs Gua Pawon Padalarang

Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Bandung). Lokasi GPS : -6.8224343, 107.4370033, Waze. Harga Tiket Masuk Rp. 5000 ( belum termasuk biaya parkir) Baiknya mengunjungi Gua Pawon pagi hari atau sebelum pukul 12.00.

Author : . Updated :
Senang membuat catatan diri setiap perjalanan sekedar penghargaan atas apa yang dilihat dan dirasakan sebagai ritual ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta.(Jatuh cinta pada lembah, gunung dan pepohonan ).

Kirim ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Email. Subscribe. .

Versi Mobile | Kembali ke atas