Kereta Api KRD Bandung Raya

aroengbinang.com -
Kereta Api KRD Bandung Raya adalah sebutannya walaupun di badan kereta api tertera nama Kereta Api Lokal Bandung Raya. Bukanlah merupakan alat transportasi umum yang sering dipergunakan oleh kebanyakan warga Kota Bandung dan sekitarnya terutama kalangan menengah ke atas, hanya kalangan tertentu saja yang rutin menggunakan Kereta Api KRD Bandung Raya. Alat transportasi yang kalah pamor dengan bus Trans Bandung atau taksi online, yang sedang marak digunakan oleh warga kota. Kereta Api KRD Bandung Raya, keberadaannya perlu dipahami, yaitu sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi kemacetan di Kota Bandung yang kerap dijumpai di segala penjuru.

Berawal dari pindah rumah beberapa tahun yang silam, sehingga saya menjadi akrab dengan Kereta Api KRD Bandung Raya. Rumah tinggal yang tadinya terletak di daerah strategis tengah Kota Bandung terpaksa pindah ke tempat yang cukup jauh dari pusat Kota Bandung yaitu perbatasan Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan aktifitas saya sehari-hari berpusat di Kota Bandung, tentunya kerepotan dengan urusan transportasi. Sementara jika selalu mengandalkan suami dan anak-anak untuk mengantarkan saya sangatlah tidak mungkin, karenanya dengan terpaksa membiasakan diri mandiri mencari alat transportasi yang aman dan nyaman daripada mengemudi kendaraan sendiri yang terkadang tidak digunakan anggota keluarga dan pilihanpun selain taksi on line jatuh ke Kereta Api KRD Bandung Raya.

Kondisi Kereta Api KRD Bandung Raya banyak orang yang mengira masih seperti dahulu, tidak nyaman dan dipandang sebelah mata. Seperti seorang kawan saya, ia merasa heran ketika mengetahui bahwa saya pengguna Kereta Api KRD Bandung Raya. Ia berpikir kereta api dalam Kota Bandung itu kumuh, panas, sumpek dan banyak pedagang yang menjajakan dagangannya.


Era seperti itu sudah berlalu. Kini yang ada adalah gerbong bersih dan terawat, kursi empuk dengan sandarannya yang bersarung, colokan kabel untuk charger hand phone, AC dingin dan menyejukan serta toilet yang lumayan bersih. Di Kota Bandung kereta api dalam kota bukanlah menjadi alat transportasi yang memasyarakat, memang betul salah satunya karena pandangan masa lalu masih melekat.

Berbeda dengan Kota Jakarta dan sekitarnya kereta api dalam kota sudah sangat umum , para pegawai kantoran banyak mempergunakan kereta api untuk mencegahkan kemacetan. Warga Kota Bandung sepertinya harus mempergunakan fasilitas transportasi umum seperti Kereta Api KRD Bandung Raya, salah satu solusi memerangi kemacetan kota yang sudah dititik kronis.


Biasanya saya naik Kereta Api KRD Bandung Raya dari Stasiun Gadobangkong yang terletak di dekat rumah. Jadwal dan rute KRD Bandung Raya terbaru tahun 2017, adalah dari Cicalengka, Haurpugur, Rancaekek, Gedebage, Kiaracondong, Cikudapateuh, Bandung, Ciroyom, Cimindi, Cimahi, Gadobangkong dan Padalarang, demikian pula rute sebaliknya. Dengan harga tiket KRD Bandung Raya: rute Kiaracondong-Cicalengka, Bandung-Cicalengka Rp 5.000, sedangkan Cicalengka-Padalarang Rp 6.000.

Sistem pembelian tiket dilakukan di setiap stasiun pemberhentian dan dilayani 2 jam sebelum keberangkatan kereta sesuai jadwal bersangkutan. Sangat nyaman menggunakan Kereta Api KRD Bandung Raya, jika saya naik dari Stasiun Gadobangkong turun ke Stasiun Bandung di pusat kota, cukup dengan membayar 5 ribu rupiah saja dengan waktu tempuh 25 menit saya sudah sampai di pusat kota. Sedangkan jika naik kendaraan bermotor baik itu umum maupun pribadi bisa lebih dari 60 menit apalagi jika kondisi jalan sedang macet.


Kereta Api KRD Bandung Raya yang bersandar di salah satu stasiun pemberhentian, dan perlu saya informasikan dalam setahun ke belakang stasiun kecil di Kota Bandung kondisinya membaik, cukup bersih dan terawat ditambah dengan petugas stasiun yang tertib dan ramah penolong para pemakai jasa Kereta Api KRD Bandung Raya yang memerlukan bantuan.

Jadwal keberangkatan Kereta Api KRD Bandung Raya setiap 1 jam sekali, harap dimaklum jika terkadang ada keterlambatan pemberangkatan sampai 15 menit. PT.KAI sedang gencar-gencarnya memperbaiki kinerja mereka, sebagai warga kota patut memberikan dukungan untuk kemajuan kota. Jadwal keberangkatan Kereta Api KRD Bandung Raya dapat dilihat di setiap stasiun pemberhentian, ataupun bisa dicari lewat Paman Google yang pandai.


Kereta Api KRD Bandung Raya kini menampakkan wajah baru, hal ini nampak pula dari bagian toiletnya. Tidak bagus, tapi cukup pantas dan layak dipergunakan. Di toilet KRD Bandung Raya dipasang kertas tisu gulung, sabun cair,dan tempat sampah di badan gerbong kereta adalah fasilitas yang lumayan hasil perbaikan beberapa tahun yang silam.

Perkereta-apian di Indonesia, tidak bisa pungkiri adalah warisan kolonial Hindia Belanda. Walaupun dihasilkan dari keringat dan darah yang mencucur akibat imbas dari tanam paksa yang diberlakukan oleh Van Den Bosch pada tahun 1825-1830, di kemudian hari sangatlah bermanfaat. Ide tentang perkereta-apian di Indonesia diajukan dengan tujuan untuk mengangkut hasil bumi dari sistem tanam paksa tersebut, dengan pertimbangan tidak optimalnya lagi penggunaan jalan raya pada masa itu. Akhirnya, pada 1840 Kolonel J.H.R. Van der Wijck mengajukan untuk dibangunnya jalur kereta api di wilayah Indonesia kepada pemerintah Hindia Belanda.

Bagi yang mempunyai fasilitas kendaraan pribadi, transportasi model KRD memang tidak akan dilirik bahkan tidak pernah dibayangkan. Tetapi bagi saya, kereta api adalah transportasi yang menarik demikian pula KRD Bandung Raya. Menyaksikan pemandangan di pinggiran rel , yang menggambarkan potret kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya. Anak-anak dibiarkan bebas bermain di atas rel saat deretan rel-rel bergetar dan kereta api belum menampakan badannya, lalu jemuran dan atap rumah nyaris terkena hempasan gerbong adalah peristiwa yang tidak asing lagi. Kereta Api KRD Bandung Raya tidak akan ditinggalkan oleh peminat setianya, sesekali saya menerawang di balik jendela kereta KRD Bandung Raya yang melaju duduk di gerbong-gerbongnya dengan sesuka hati.
Penulis : Senang membuat catatan diri setiap perjalanan sekedar penghargaan atas apa yang dilihat dan dirasakan sebagai ritual ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta.(Jatuh cinta pada lembah, gunung dan pepohonan ).