Tempat Wisata di Solo

Di bawah ini adalah catatan tentang Tempat Wisata di Solo. Solo, atau Surakarta, berbatasan dengan Karanganyar dan Boyolali di Utara, Karanganyar dan Sukoharjo di Timur dan Barat, dan Sukoharjo di Selatan. Bengawan Solo mengalir di sisi timur kota. Wilayah Yogyakarta dan Surakarta semula adalah wilayah Kerajaan Mataram yang dipecah pada 1755.

Solo bisa diakses dengan kereta api yang berhenti di Stasiun Balapan, pesawat udara lewat Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo, serta dengan angkutan darat. Pengalaman saya di akhir Mei 2014, taksi yang saya gunakan dengan membeli kupon di counter bandara ternyata menggunakan mobil kijang tua, dan mahal pula.

Untuk mengunjungi tempat wisata di Solo, pejalan bisa menggunakan becak, angkutan kota, taksi, atau Batik Solo Trans. Saya sendiri menyewa mobil untuk berkeliling di Kota Solo dan sekitarnya, dengan harga yang lebih mahal dibandingkan sewa mobil jenis sama jika di Yogya.

Solo harusnya bisa membedakan mana sewa mobil untuk wisata yang mestinya murah, dan mana sewa mobil untuk bisnis. Dengan sewa mobil murah, Solo bisa jauh lebih menarik bagi wisatawan domestik. Lihat juga tulisan Peta Wisata Solo, dan Hotel di Solo.

Tempat Wisata Heritage di Solo

1. Balaikota
Bangunan joglo kayu jati beratap tumpang tiga. Dalaman gedung bergaya khas Jawa yang sepenuhnya terbuat dari kayu berukir, dari mulai sakaguru dan tiang penopang sampai pada struktur langit-langitnya. Setidaknya ada 16 tiang penyangga, 4 diantaranya Sakaguru.

2. Benteng Vastenburg
Bangunan benteng berbentuk segi empat di kawasan Gladak, dikelilingi Jl. Jenderal Sudirman, Jl Mayor Sunaryo, Jl Mayor Kusmanto, dan Jl Kapten Mulyadi. Benteng dibangun pada 1745 atas perintah Gustaaf Willem baron van Imhoff.

3. Bunker Laweyan
Dibuat pada sekitar tahun 1537 oleh Bei Kertayuda, bukan sebagai bunker perlindungan namun tempat untuk menyimpan harta kekayaan mengingat situasi keamanan pada waktu itu yang tidak begitu baik.

4. Candi Mangkubumen
Candi Mangkubumen dibangun oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sekitar tahun 1840. Lokasi candi adalah persis di tempat ditanamnya ari-ari KRA Sosronagoro, Patih Sunan Pakubuwana IX.

5. Dalem Kalitan
Rumah Jawa tradisional yang merupakan bangunan asli dari jaman Paku Buwono X, dibeli oleh keluarga Kanjeng Pangeran Sumoharyomo pada 1966. Sebelumnya, pesanggrahan yang dibangun 1789 dihibahkan ke putranya, Kanjeng Gusti Ratu Alit, sehingga disebut nDalem Kalitan.

6. Gereja St Antonius
Gereja ini dibangun sejak November 1916, namun lebih dari setengah abad sebelumnya tempat ini telah menjadi stasi Gereja Gedangan Semarang. Stasi adalah pusat kegiatan pelayanan rohani yang letaknya jauh dari paroki.

7. Gereja St. Petrus
Lokasi bangunan Gereja Katolik Santo Petrus Solo berada di Jl. Slamet Riyadi 370, Solo (Surakarta), di pojok pertemuan jalan dengan Jl. Dr. Muwardi dan Jl. Dr. Wahidin. Gereja ini merupakan gereja Katolik tertua kedua di Kota Solo. Halaman gereja ini cukup luas untuk menampung kendaraan jamaah, dan ada pula jalan jalur lambat di depan gereja.

8. Kampung Batik Kauman
Untuk mencapai lokasi kami menyusur Jl Alun-alun Uatara arah ke Barat, belok kanan pada pertigaan ketiga untuk masuk ke Jl Wijaya Kusuma dan lalu berhenti pada pertigaan dengan Jl Cakra dan masuk ke sebuah toko batik bernama Batik Gunawan Setiawan.

9. Kampung Batik Laweyan
Kampung ini dikenal sebagai kampungnya para Juragan Batik sebagai salah satu ikon wisata di Kota Solo yang terkenal sejak tahun 1970-an.

10. Kelenteng Tien Kok Sie
Kelenteng Tien Kok Sie Solo dibangun pada 1745, setahun setelah Keraton Solo. Kelenteng yang sebelumnya di Kartosuro ini ikut pindah mengikuti keraton yang dibangun bertahap mulai 1744 – 1745 setelah hancurnya Keraton Kartosuro akibat Geger Pecinan pada 1743.

11. Keraton Surakarta Hadiningrat
Dibangun setelah Keraton Kartasura hancur diserbu oleh pemberontak, merupakan istana resmi Kasunanan Surakarta yang terletak di Jl. Sidikoro, Baluwarti, Ps. Kliwon, Kota Surakarta.

12. Langgar Laweyan
Langgar ini saya ketahui dari papan denah terperinci tentang isi Kampoeng Batik Laweyan saat berkunjung ke Masjid Laweyan beberapa saat sebelumnya. Ini bukti bahwa memasang petunjuk navigasi tempat-tempat wisata di lokasi-lokasi strategis sangatlah penting.

13. Langgar Merdeka
Bangunan aslinya berdiri pada 1877 yang sempat saya tengarai menaranya, karena menarik, ketika lewat di Jl Dr. Radjiman Solo beberapa kali sebelumnya, namun saya lewati begitu saja lantaran belum tahu bahwa bangunan itu adalah Benda Cagar Budaya dan ikon Kampung Batik Laweyan.

14. Loji Gandrung
Rumah Dinas Walikota Surakarta

15. Makam Gesang
Makam dari komponis pencipta lagu Bengawan Solo

16. Makam Kyai Ageng Henis
Leluhur Mataram, putera Ki Ageng Selo

17. Masjid Agung Keraton Surakarta Hadiningrat
Dibangun pada tahun 1763 oleh PB III

18. Masjid Jannatul Firdaus
Bangunan Joglo kayu jati di Laweyan

19. Masjid Laweyan
Masjid tertua di Solo, didirikan 1546 oleh Kyai Ageng Henis

20. Masjid Al Wustho Mangkunegaran
Bangunan yang telah berdiri sejak dari jaman Mangkunegara I

21. Monumen Banjarsari
Taman dan Prasasti “Monumen Perjuangan 45"

22. Monumen Pers Nasional
Resmi dibuka pada 9 Februari 1978

23. Monumen Slamet Riyadi
Gugur di Ambon pada 4 November 1950

24. Museum Batik Danar Hadi
10.000 lembar kain batik langka

25. Museum Radyapustaka
Dibuka pada 28 Oktober 1890 oleh KRA Sosorodiningrat IV

26. Museum Suaka Budaya Kasunanan
Kompleks Kasunanan Surakarta

27. Pasar Gede

28. Pasar Klewer

29. Pasar Klitikan

30. Pasar Malam Ngarsopuro

32. Patung Mayor Achmadi
Komandan Detasemen II Brigade 17

33. Pura Mangkunegaran
Kediaman Sri Mangkunagara

34. Solo City Walk

35. Taman Balekambang

36. Taman Pasar Burung Depok

37. Taman Satwa Taru Jurug

38. Taman Sekartaji

39. Taman Sriwedari

40. Taman Tirtonadi

41. Tugu Lilin
Didirikan pada 1933, 25 tahun Kebangkitan Nasional

42. Vihara Am Po Kian
Berdiri 24 Agustus 1875

43. Vihara Dhamma Sundara
Diresmikan 24 Maret 2002

44. Wisata Kuliner Solo
Catatan sejumlah tempat wisata kuliner yang ada di Kota Solo sebagai rujukan bagi pejalan yang ingin menikmati makanan khas dari kota ini.

Like | Tweet | WhatsApp | Email | Subscribe. . Updated :

Versi Mobile | Kembali ke atas