Museum Satriamandala 47 dari 133

February 14, 2019
aroengbinang.com - Meriam 25 PDR/88 mm dilihat dari arah belakang memperlihatkan bagian yang biasanya diikat pada truk militer ketika dibawa ke medan pertempuran atau dibawa kembali ke markas. Pada Perang Dunia II meriam ini ditinggalkan tentara Sekutu di wilayah Aceh. Pada 1948 dipakai untuk melawan tentara Belanda di daerah Aceh Timur; 1950 dipakai menumpas pemberontakan Andi Azis di Sulawesi Selatan, dan menumpas RMS di Ambon; 1951 menumpas DI / TII di Lemah Lanang Gunung Srandil, Banyumas; 1952 menumpas pemberontakan Batalyon Infantri 426/Munawar di daerah Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Pemalang dan Tegal; masih di tahun yang sama dipakai untuk menumpas DI/TII di Jawa Tengah dan Jawa Barat sampai tahun 1962; 1957 menumpas pemberontakan PRRI di Sumatera; 1958 dipakai dalam operasi penumpasan pemberontakan Permesta di Sulawesi Utara sampai tahun 1959; 1962 menumpas DI/TII Kartosuwiryo di Jawa Barat (Operasi Barata Yuda). Pada tahun 1972 meriam ini menjadi koleksi Museum ABRI Satria Mandala.

museum satriamandala jakartamuseum satriamandala museum satriamandala museum satriamandala
Museum Satriamandala | « Foto-46 | Foto-48 »
Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!. Kunjungi Channel Aroengbinang.