Museum Peranakan Tionghoa 6 dari 38

January 16, 2019
Poster bersisian yang menceritakan kisah yang dialami Nie Hu Kong dalam Peristiwa Angke tahun 1740, dan persitiwa perlawanan Laskar Tionghoa - Jawa dalam melawan serdadu VOC pada tahun 1740-1743. Sebagai protes terhadap kenaikan pajak yang tinggi dan sanksi berat pada penduduk Tionghoa yang dibuat oleh Gubernur VOC Adriaan Valckenier, terjadi aksi pembangkangan dan penyerangan oleh laskar Tionghoa terhadap pos-pos VOC di Jatinegara, Tanah Abang, Bekasi, dan Tangerang. Pada tanggal 8 Oktober 1740 mereka menyerang Benteng VOC di Batavia.

Sebagai aksi balasan, pada 9 Oktober 1740 Letnan Gustaaf Willem van Imhoff dan Angkatan Laut Belanda melakukan serangan besar-besaran dengan menggunakan artileri untuk membunuh semua orang Tionghoa di Batavia, termasuk yang sedang dirawat di rumah sakit dan yang sedang dipenjara. Rumah-rumah dihancurkan dengan meriam dan dibakar, termasuk rumah Nie Hu Kong. Ia disiksa dengan cara digantung, tulang kakinya dibor, kemudian dibuang dan meninggal di Ambon. Diperkirakan sekitar 10.000 orang Tionghoa tewas dalam peristiwa pembantaian ini, dan ribuan lainnya melarikan diri ke berbagai daerah di Jawa.

museum peranakan tionghoa museum peranakan tionghoa museum peranakan tionghoa
Museum Peranakan Tionghoa | « Foto-5 | Foto-7 »