Museum Pengkhianatan PKI 47 dari 90

February 08, 2019
Pemberontakan PKI di Cirebon, 14 Februari 1946. Dengan alasan untuk memeriahkan konferensi Laskar Merah pada Januari 1946, pimpin PKI Mr. Joesoeph dan Mr. Soeprapto mendatangkan kesatuan Laskar Merah dari Jawa Tengah dan Jawa Timur ke Cirebon sebanyak 3000 orang. Jumlah itu ditambah lagi dengan kekuatan Laskar Merah Cirebon. Mereka unjuk kekuatan dengan berbaris keliling kota dan memancing insiden dengan TRI (Tentara Republik Indonesia) dan Polisi. Pada tanggal 12 Februari 1946 Laskar Merah melucuti TRI, menguasai kota dan gedung vital seperti stasiun radio dan pelabuhan. Hotel Ribbrinck dijadikan sebagai markas untuk merebut kekuasaan pemerintah daerah.

Untuk mencegah pertumpahan darah, pimpinan Divisi II / Sunan Gunung Jati mencoba menyelesaikan peristiwa itu secara musyawarah dengan pimpinan PKI dan meminta agar senjata TRI dikembalikan. Oleh sebab PKI menolak, maka pada tanggal 14 Februari 1946 TRI melancarkan serangan untuk merebut dan menguasai kembali Kota Cirebon. Pos penjagaan PKI berhasil dilumpuhkan dan markas besar mereka di Hotel Ribbrinck dapat dikuasai. Sebagian pasukan Laskar Merah menyerahkan diri dan sebagian lagi lari. Pimpinan PKI Mr. Joesoeph dan Mr. Soeprapto ditangkap dan kemudian diajukan ke Pengadilan Militer.

museum pengkhianatan pki lubang buayamuseum pengkhianatan pki museum pengkhianatan pki museum pengkhianatan pki
Museum Pengkhianatan PKI | « Foto-46 | Foto-48 »