Museum Pengkhianatan PKI 38 dari 90

February 08, 2019
Diorama Pawai Ofensif Revolusioner PKI di Jakarta, 23 Mei 1965. Setelah merasa kuat, PKI mulai melancarkan ofensif revolusioner yang bertujuan untuk menggalang dan mempengaruhi massa agar berpihak kepadanya. Unjuk kekuatan ofensif revolusioner itu diwujudkan dalam aksi-aksi kekerasan seperti sabotase, aksi sepihak, aksi teror, tuntutan pembentukan Kabinet Nasakom dan Angkatan Kelima, agitasi dan propaganda mengenai hal-hal yang dianggap menghalangi program mereka.

Dengan dalih melaksanakan Manipol-Usdek, PKI berusaha membubarkan organisasi-organisasi lainnya seperti Manifes Kebudayaan. Patung tokoh-tokoh komunis internasional dan tokoh-tokoh PKI dipamerkan di jalan-jalan raya secara terbuka. Unjuk kekuatan kepada masyarakat ini dimuat secara besar-besaran di media massa dan di berbagai macam pertemuan. Kepada masyarakat didengungkan bahwa kekuatan PKI adalah nomor satu di dunia di luar kubu Uni Soviet dan Republik Rakyat Cina.

Unjuk kekuatan besar-besaran dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia pada peringatan hari ulang tahun PKI ke-45 tanggal 23 Mei 1965. Puncak peringatan diselenggarakan di Jakarta dalam bentuk "Rapat Raksasa" di Stadion Utama dimana hadir sejumlah utusan komunis internasional. Pada saat itu Ketua CC PKI DN Aidit mengomandokan kepada massa PKI untuk meningkatkan "Ofensif revolusioner sampai ke puncaknya".

museum pengkhianatan pki lubang buayamuseum pengkhianatan pki museum pengkhianatan pki museum pengkhianatan pki
Museum Pengkhianatan PKI | « Foto-37 | Foto-39 »

Kunjungi pula: