Museum Paseban 51 dari 60

Diorama yang menggambarkan setelah Ade Irma Suryani Nasution tertembak oleh pasukan yang hendak menculik Jenderal AH Nasution. Ketika pada 1 Oktober 1965 dinihari mendengar suara tembakan di dalam rumah, ibunda Jenderal AH Nasution dan adik perempuannya yang bernama Mardiyah segera masuk ke dalam kamar Jenderal AH Nasution melalui pintu samping. Mardiyah dengan cepat menggendong Ade Irma untuk diselamatkan ke kamar sebelah. Namun karena panik, Mardiyah justru membuka pintu utama kamar dan ketika melihat pintu terbuka salah satu anggota pasukan Cakrabirawa langsung menembak beberapa kali yang tiga diantara pelurunya mengenai Ade Irma Suryani Nasution.

Isteri Jenderal Nasution kemudian mengambil anaknya yang berlumur darah dari gendongan Mardiyah. Sementara luka di perut dan paha Ade Irma masih terus mengeluarkan darah, istri Jenderal AH Nasution berusaha menelpon Pangdam V/Jaya Mayjen Umar Wirahadikusumah, namun kabel telepon telah diputus oleh penculik. Ad Irma kemudian dirawat di RSPAD selama enam hari, dan pada 6 Oktober 1965 pukul 21.00 ia meninggal dunia dan dimakamkan di TPU Blok P Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan upacara militer yang dipimpin oleh Pangdam V/Jaya Mayjen Umar Wirahadikusumah.

museum paseban monumen pancasila sakti
Museum Paseban | « Foto-50 | Foto-52 » Updated : November 10, 2018
Author : .
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok. Follow : Twitter, Facebook, Subscribe, Youtube.
Share   Tweet   WhatsApp   Telegram   Email   Print!