Museum Paseban 24 dari 60

Diorama yang sama dengan sudut pandang sedikit berbeda. Di rumah Letjen A Yani di Jl Lembang D58 Jakarta, pasukan penculik melucuti regu penjaga, dan mengetuk pintu rumah yang dibukakan oleh putra Letjen A Yani bernama Edi yang saat itu berumur 7 tahun. Pimpinan pasukan kemudian menyuruh Edi untuk membangunkan ayahnya dan memberitahunya bahwa ada utusan presiden yang memerintahkan untuk datang ke istana.

Masih dengan mengenakan piyama, A Yani menemui para penculik. Sersan Raswad mengatakan bahwa Letjen A Yani diperintahkan segera menghadap presiden. Letjen A Yani menyanggupi dan akan mandi lebih dulu. Namun ketika Letjen A Yani membalikkan badan, Praka Dokrin mengatakan tidak perlu yang menimbulkan kemarahan A Yani dan langsung menamparnya.

Selanjutnya Letjen A Yani kembali ke dalam rumah dan menutup pintu. Saat itulah Sersan Raswad memerintahkan Kopda Gijadi yang berdiri di samping Praka Dokrin untuk menembak Letjen A Yani dengan senapan Thomson hingga tewas. Jenazah diseret oleh Praka Wagimin dan dilemparkan ke dalam salah satu truk untuk selanjutnya dibawa ke Lubang Buaya.

museum paseban monumen pancasila sakti
Museum Paseban | « Foto-23 | Foto-25 » Updated : November 10, 2018
Author : .
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok. Follow : Twitter, Facebook, Subscribe, Youtube.
Share   Tweet   WhatsApp   Telegram   Email   Print!