Museum Paseban 22 dari 60

Diorama usaha penculikan yang gagal terhadap Jenderal AH Nasution, menggambarkan saat ia tengah melompati tembok dan kemudian terjatuh di Kedutaan Irak yang membuat kakinya terkilir, namun selamat dari usaha pembunuhan yang dilakukan oleh G30S/PKI.

Pasukan yang bertugas menculik Jenderal AH Nasution berangkat dari Lubang Buaya menggunakan 3 buah truk sekitar jam 03.00 dini hari tanggal 1 Oktober 1965, dipimpin Pelda Djahurub dari Resimen Cakrabirawa terdiri dari 1 peleton Brigif 1 Kodam V/Jaya, 1 peleton dari Yon 454/Diponegoro, 1 peleton PGT, dan 1 peleton sukarelawan. Pasukan yang berkekuatan sekitar 100 orang ini merupakan pasukan terbesar oleh sebab Jenderal AH Nasution dianggap merupakan sasaran yang paling penting.

Sebelum masuk ke rumah Jenderal AH Nasution, gerombolan penculik melumpuhkan regu pengawal rumah Wakil Perdana Menteri II Dr Leimena yang berdekatan lokasinya dengan rumah Jenderal AH Nasution. Saat itulah Aipda Karel Satsuit Tubun tewas ditembak oleh salah satu anggota pasukan penculik. Di rumah di Jalan Teuku Umar No 40 Jakarta itu, sekitar 30 pasukan penculik bergerak masuk ke dalam pekarangan, melumpuhkan para penjaga, 15 penculik masuk ke dalam, lainnya mengepung rumah dan memblokir jalan. Kisah selanjutnya bisa dibaca di Museum Sasmitaloka Jenderal AH Nasution.

museum paseban monumen pancasila sakti
Museum Paseban | « Foto-21 | Foto-23 »
Share   Tweet   WhatsApp   Telegram   Email   Print!