Museum Paseban 14 dari 60

November 10, 2018.
Sudut pandang berbeda pada diorama pengangkatan jenazah para Pahlawan Revolusi. Proses penggalian dibantu oleh warga sekitar, dan setelah dipastikan bahwa di dalam sumur terdapat jenazah maka penggalian dihentikan karena hari sudah larut malam.

Proses pengangkatan jenazah dipimpin langsung oleh Pangkostrad Mayjen Soeharto, dilakukan pada tanggal 4 Oktober 1965 oleh Pasukan RPKAD dan KIPAM (Kesatuan Intel Para Amphibi) KKO AL dibawah pimpinan Kapten KKO Winanto karena sumurnya dalam dan berbau busuk. Peralatan utama yang digunakan adalah peralatan selam berupa masker, tabung gas, dan tali tambang.

Jenazah pertama yang bisa diangkat adalah Lettu PA Tendean pada pukul 12:05, dan pada pukul 12:30 berhasil diangkat dua jenazah yang terikat menjadi satu yaitu Mayjen S Parman dan Mayjen R Soeprapto. Selanjutnya berturut-turut diangkat jenazah Mayjen MT Haryono, dan Brigjen Soetojo S. Pada pukul 13:20 berhasil diangkat jenazah Letjen A Yani, dan pada pukul 13:40 diangkat jenazah Brigjen DI Pandjaitan. Jenazah selanjutnya dibawa ke RSPAD Gator Subroto untuk dilakukan visum.

museum paseban monumen pancasila sakti
Museum Paseban | « Foto-13 | Foto-15 »

Share, Tweet, WA, TE, Email, Print!