Masjid Jami Baiturrahman Robayan - 20 Foto Galeri

September 10, 2019
aroengbinang.com - Silahkan klik pada foto di Foto Galeri yang dikehendaki untuk melihat foto dengan ukuran yang lebih besar, dan link ke image-nya.

masjid jami baiturrahman robayan jepara
1.Bagian depan masjid yang terlihat modern, dilihat dari lubang lengkung gapura paduraksa yang ketinggian relatifnya bisa diperbandingkan dengan pengemudi mobil yang menemani saya berkeliling. Gapura paduraksa Masjid Jami Baiturrahman Robayan Jepara ini peninggalan budaya Hindu, namun karena telah disemen dan ornamennya tak dipertahankan maka nilai seni dan keindahannya pun berkurang.
masjid jami baiturrahman robayan jepara
2.Ruang utama Masjid Jami Baiturrahman Robayan Jepara yang terlihat modern dan anggun, kental bentuk Timur Tengah dengan paduan ukiran Jepara pola repetitif pada tiang-tiangnya. Kaligrafi petikan Ayat Suci Al Quran menghias lengkung lubang utama pada mihrab. Mahkota mimbar berupa kubah dengan warna keemasan, sedangkan karpet sajadah hanya terlihat dipasang di tempat imam.
masjid jami baiturrahman robayan jepara
3.Pandangan pada pilar-pilar besar penyangga beton di bagian atas dan atap masjid, serta pintu kayu jati yang diukir indah, membatasi area serambi dengan ruang utama. Sudah sepantasnya Masjid Jami Baiturrahman Robayan Jepara ini memiliki pintu elok semacam ini karena Jepara adalah gudangnya ahli ukir kayu.
masjid jami baiturrahman robayan jepara
4.Sebuah bedug berukuran sedang dipasang di sudut kanan teras masjid, dengan penabuh kayu diletakkan di atasnya. Saya tak ingat apakah ada kentongan di sana. Jika ada mungkin sengaja tak tertangkap untuk mendapatkan gambar pintu masjid berukir, serta kaca patri tinggi memanjang yang ada di sebelah kanannya.
masjid jami baiturrahman robayan jepara
5.Di latar depan adalah bagian atas gapura Masjid Jami Baiturrahman Robayan Jepara, dan di latar belakang adalah menara kembar. Dengan ornamen yang bisa dibilang sederhana, bentuk bidang-bidang segi panjangnya pada tembok, bukan merupakan bentuk yang biasa saya lihat pada gapura paduraksa. Lengkung lubang masuk yang besar juga tak biasa, meski bukan berarti tak ada. Pada kebudayaan Hindu, gapura paduraksa biasanya dibuat untuk memisahkan bagian tengah dengan bagian dalam (jaba jero), bagian yang sakral pada sebuah bangunan suci. Sedangkan untuk memisahkan bagian tengah dengan bagian luar biasanya ada candi bentar, yang bagian atasnya tidak bersambung.
masjid jami baiturrahman robayan jepara
6.Foto yang memperlihatkan lampu gantung susun yang dipasang di tengah ruang utama masjid, jendela-jendela kaca pada dinding kubah sebagai lubang penerang, serta mezzanin di kiri kanan ruang yang berfungsi sebagai tempat shalat tambahan, jika ruang utama telah penuh. Makam mbah Roboyo, sesepuh Desa Robayan, berada di Gang Mangga V, Desa Robayan. Meski mulut gangnya persis di seberang masjid namun sayangnya saya tak pergi ke sana lantaran belum mengetahuinya. Jika saja saya bertemu pengurus masjid, boleh jadi ia akan menyebut keberadaan makam itu.
masjid jami baiturrahman robayan jepara
7.Pandangan lebih dekat pada bagian mihrab Masjid Jami Baiturrahman Robayan Jepara, memperjelas detail ornamennya. Di sebelah kiri ada mimbar, entah juga digunakan oleh khatib atau hanya digunakan ustadz ketika memberi ceramah atau pengajian, yang biasanya dilakukan setelah shalat subuh, atau setelah isha.
masjid jami baiturrahman robayan jepara
8.Pemandangan pada bagian atas ruang utama masjid yang memperlihatkan bagian dalam kubah dengan lubang cahaya berbentuk jendela dengan kaca patri berhias ornamen suluran. Jika saja kubah ini dibalut dengan kayu berukir, tentu akan lebih artistik, indah, dan membumi.
masjid jami baiturrahman robayan jepara
9.Pandangan samping pada bagian mihrab Masjid Jami Baiturrahman Robayan memperlihatkan mimbar dengan empat undakan dan ornamennnya. Pada bagian atas terlihat lingkaran kaca patri, di apit kaca-kaca patri segi empat memanjang tinggi, yang di dalamnya terdapat huruf Arab yang berbunyi "Allah", simbol tempatnya yang sangat tinggi dan tanpa pembanding yang setara dengan-Nya. Lokasi Desa Robayan ada di perbatasan wilayah Kalinyamatan dan wilayah Welahan, dimana terdapat Kelenteng Hok Tek Ceng Sin yang sebelumnya sempat saya kunjungi, dan Kelenteng Hian Thian Siang Tee.
masjid jami baiturrahman robayan jepara
10.Pandangan dekat pada pintu utama yang memisahkan serambi dengan ruang utama masjid. Ukirannya terlihat sangat indah, yang selain suluran dan bebungaan, juga ada ukiran kaligrafi huruf Arab yang rumit berisi petikan ayat suci Al Quran. Memelihara pintu dengan ukiran seperti merupakan sebuah tantangan tersendiri.
masjid jami baiturrahman robayan jepara
11.Tempat wudlu yang efisien, praktis, dan unik. Konon Desa Robayan dijaga oleh seekor macan gaib piaraan mbah Roboyo yang dikenal sebagai Macan Deglok. Macan ini hanya punya kaki tiga dan bisa dilihat oleh orang yang diberi keberuntungan.
masjid jami baiturrahman robayan jepara
12.Hiasan pada lelangit masjid, seperti gambaran matahari yang sinarnya memancar ke segala arah. Mungkin menggambarkan Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia. Islam yang berwajah sejuk, merengkuh, melindungi. Bukan wajah beringas intoleran dan menghancurkan yang ditunjukkan sebagian orang yang mengaku menjadi pemeluknya.
masjid jami baiturrahman robayan jepara
13.Pandangan tegak pada ruang utama Masjid Jami Baiturrahman Robayan yang memperlihatkan lantai marmar yang mengkilap bersih, pintu jati dengan kaca patri di sampingnya, area di lantai dua yang mengelilingi ruang utama, serta lampu gantung susun bergaya antik di tengah ruangan.
masjid jami baiturrahman robayan jepara
14.Pandangan tegak pada bagian pinggiran ruang utama dengan jendela kaca patri yang elok, pilar yang menyangga lantai dua dengan kisi pagar pelindung dan berlanjut ke langit-langit ruangan masjid.
masjid jami baiturrahman robayan jepara
15.Pandangan lainnya pada bagian mihrab masjid dengan satu lengkungan besar di tengah diapit dengan lengkungan kecil di sisi sebelah kiri dan kanannya, yang salah satunya menjadi tempat diletakkannya mimbar yang terlihat antik. Ornamen pada bagian mihrab ini bisa dibilang elok.
masjid jami baiturrahman robayan jepara
16.Pintu masuk ke bagian ruang utama masjid dari bagian serambi yang terlihat sangat elok berbentuk gebyog jati dengan ukiran rumit dan anggun, diperkuat dengan kaca patri indah pada jendela di sisi sebelah kiri dan kanannya. Pilar yang besar dan tinggi memberi kesan kuat pada bangunan masjid ini.
masjid jami baiturrahman robayan jepara
17.Pandangan pada salah satu dari menara kembar Masjid Jami Baiturrahman Robayan Jepara, dengan dek pandang bersusun dan di puncaknya berupa piramid kurus berlandas bulatan seperti jamur. Jika naik ke dek pandang itu mungkin akan mendapatkan pemandangan sekitar yang indah.
masjid jami baiturrahman robayan jepara
18.Pandangan pada menara dan bagian depan atas masjid, dengan jeruji kubah terlihat di atasnya. Di Desa Robayan juga ada sebuah bukit yang dikenal sebagai Gunung Emas yang konon dijaga seekor ular raksasa bermahkota emas. Mitos ini mungkin dimaksud agar masyarakat tetap memelihara kelestarian bukit dan tidak merusaknya.
masjid jami baiturrahman robayan jepara
19.Sudut pandang yang memperlihatkan menara kembar dan kubah masjid. Lensa wide angle yang saya pakai membuat kedua menara itu tampak seolah miring ke dalam. Tempat lain yang bisa dikunjungi di Desa Robayan adalah Kutho Bedah, bekas pasar yang telah ada sejak jaman Ratu Kalinyamat. Mungkin karena pernah menjadi sarang para pejuang, tempat ini pernah di bom oleh tentara Belanda, dan karena ledakan bom itulah maka pasar itu disebut Kutho Bedah.
masjid jami baiturrahman robayan jepara
20.Sudut pandang lain pada bagian depan masjid, yang memang terlihat megah untuk ukuran sebuah desa. Hanya desa makmur dan warganya bersyukur yang bisa mendirikan masjid dengan wajah seperti ini. Upaya warga Robayan untuk menjaga warisan leluhur, apalagi dengan memperbaikinya sehingga berwujud jauh lebih indah dan lebih agung dari aslinya layak diapresiasi. Peradaban mestinya memang semakin maju, bukan sebaliknya, namun tak berarti bahwa semua karya seni budaya masa lalu mesti digantikan dengan yang baru.
Masjid Jami Baiturrahman Robayan
Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!. Kunjungi Channel Aroengbinang.