Masjid Al Makmur Raden Saleh Cikini 5

Masjid Al Makmur Raden Saleh yang lokasinya saat ini berada tepat di tepi Kali Ciliwung. Ketika dipindahkan pada awal abad ke-20, kondisi air Kali Ciliwung masih bersih sehingga memudahkan jamaah dalam membersihkan diri sebelum shalat.

masjid raden saleh cikini jakarta pusat

Balkon beton berpagar kayu ini tampaknya dibuat untuk menampung luapan jamaah yang biasanya terjadi pada saat shalat Jumat, dan pada shalat hari raya Iedul Fitri dan Iedul Adha. Keberadaan balkon ini praktis menutup pemandangan ke langit-langit masjid yang lazimnya menarik untuk dilihat.

masjid raden saleh cikini jakarta pusat

Ruangan Masjid Al Makmur Raden Saleh pada sisi depan dimana tangga balkon berada, dilihat dari sayap kiri bangunan, dekat pintu masuk samping masjid. Deretan jamaah yang tengah bergelimpangan meluruskan badan tampak berjajar di sepanjang tepian tembok. Lokasi yang enak memang, karena akan rikuh dan mengganggu jamaah lain jika tiduran di tengah ruangan.

masjid raden saleh cikini jakarta pusat

Sebuah prasasti berisikan riwayat singkat Masjid Al Makmur yang dibuat Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Pusat pada 2011. Sebelum perombakan dan penambahan bangunan yang selesai dikerjakan pada 1932 itu, pemugaran masjid telah lebih dulu dilakukan pada 1924 sebagai jawaban atas permintaan pemindahan lokasi masjid oleh pihak rumah sakit yang ditentang jamaah dan tokoh-tokoh pergerakan Islam.

masjid raden saleh cikini jakarta pusat

Pandangan samping depan ruang utama Masjid Al Makmur Raden Saleh, memperlihatkan balkon dan pilar-pilar penyangganya yang kesemuanya berjumlah delapan. Tampaknya akan cukup menyenangkan untuk shalat di balkon, namun tidak terpikir naik ketika itu.

masjid raden saleh cikini jakarta pusat

Tidak sebagaimana lazimnya masjid yang lain, tembok utama pada bagian mihrab Masjid Al Makmur dibuat lubang-lubang lengkung besar yang memisahkan tempat imam dan mimbar dengan ruang utama masjid.

masjid raden saleh cikini jakarta pusat

Pandangan lebih dekat pada balkon. Boleh jadi balkon itu dibuat untuk mempertahankan sokogurunya saat renovasi masjid dilakukan dan langit-langit ruangan ditinggikan

masjid raden saleh cikini jakarta pusat

Lambang bintang bulan sabit serta dua baris tulisan dalam huruf dan bahasa Arab di sisi depan Masjid Al Makmur Raden Saleh. Lambang itu merupakan penghargaan bagi tokoh-tokoh Sarikat Islam dan Masyumi (diantaranya HOS Cokroaminoto, H. Agus Salim, KH. Mas Mansyur dan Abi Koesno Cokro Soeyono) yang mendukung kegiatan perombakan dan penambahan gedung Masjid Al Makmur yang selesai dilakukan pada 1932. Angka tahun itu ditulis dalam huruf Arab di baris kedua foto di atas.

masjid raden saleh cikini jakarta pusat

Kembali ke tulisan

Author : . Updated :
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok.

Kirim ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Email. Subscribe. .

Versi Mobile | Kembali ke atas