Makam Citrosoman Sendang - 23 Foto Galeri

September 11, 2019
aroengbinang.com - Silahkan klik pada foto di Foto Galeri yang dikehendaki untuk melihat foto dengan ukuran yang lebih besar, dan link ke image-nya.

makam citrosoman sendang jepara
1.Akses masuk ke kompleks Makam Citrosoman Sendang Jepara adalah melalui samping masjid ini. Masjid yang aslinya dibangun pada jaman pemerintahan Citrosoma III (1755 - 1778 M) itu kini diberi nama Masjid An Nur. Letaknya memang persis di samping kompleks makam. Hanya bentuknya sudah mengalami banyak perubahan dari aslinya, dan kini terlihat sangat biasa.
makam citrosoman sendang jepara
2.Deretan jirat kubur yang berada di dalam kompleks Makam Citrosoman Sendang Jepara. Tak begitu beraturan, namun cukup rapi dan bersih. Bentuk nisan dan besarnya ukuran makam bisa memberi indikasi tentang derajat para pemilik makam semasa mereka masih hidup. Namun ibu bumi menerima tubuh setiap mayit, tanpa membedakan pangkat yang disandangnya.
makam citrosoman sendang jepara
3.Deretan jirat kubur yang berada di dalam kompleks Makam Citrosoman Sendang Jepara. Tak begitu beraturan, namun cukup rapi dan bersih. Bentuk nisan dan besarnya ukuran makam bisa memberi indikasi tentang derajat para pemilik makam semasa mereka masih hidup. Namun ibu bumi menerima tubuh setiap mayit, tanpa membedakan pangkat yang disandangnya.
makam citrosoman sendang jepara
4.Jirat kubur Adipati Citrosoma VII (Tjitrosomo VII), dengan nisan yang berbentuk seperti makuta gepeng. Nama lahirnya adalah Soedargo, dengan gelar ningrat raden mas sebelum menjadi adipati. Sang ayah, Adipati Citrosoma VI (semula bernama Ki Noto, memerintah Jepara pada periode 1810 - 1850 M, namun pada kijing tertulis 1800 - 1836.
makam citrosoman sendang jepara
5.Jirat kubur Ki Adipati Citrosoma VI (Ki Notowidjojo), putra ke-8 dari RMAA Surodiningrat, yang berada di area terbuka bersama sejumlah makam tak bernama. Pada makam tertulis ia menjadi bupati Jepara tahun 1800 - 1836, namun tulisan pada dinding serambi cungkup makam menyebutkan tahun yang berbeda.
makam citrosoman sendang jepara
6.Jirat kubur Ki Adipati Citrosoma V yang semula bernama RT Mangkuwidjojo atau Djojosendiko. Ia yang menjadi bupati Jepara pada tahun 1784 - 1800 adalah putera ke-4 dari Ki Adipati Citrosoma III. Ada perbedaan tahun menjabat dengan tulisan pada poster di serambi cungkup, yang menyebut angka 1984 - 1810 sebagai masa jabatannya.
makam citrosoman sendang jepara
7.Deret makam dengan bentuk kijing dan nisan yang sama, di area terbuka kompleks Makam Citrosoman Sendang Jepara. Dari kiri ke kanan adalah Makam Citrosoma V, VI dan VII. Di latar depan adalah deretan makam tua yang tak bernama, atau namanya sudah terkikis oleh waktu, dan mungkin sudah dilupakan oleh keturunannya.
makam citrosoman sendang jepara
8.Jirat kubur Ki Adipati Citrosoma III, yang sebelumnya bergelar RT Kromowidjojo, dan menjadi Bupati Jepara pada periode 1745 - 1778. Beliau adalah putra Adipati Citrosoma I dan pendiri Masjid Sendang (Purwogondo). Nisan yang di bagian ujung sana tampak telah patah, mungkin tertimpa pohon tumbang.
makam citrosoman sendang jepara
9.Jirat kubur Ki Adipati Citrosoma (Tjitrosomo) IV, yang gelar sebelumnya RT Sumodiwiryo Purbodiwiryo. Ia menjabat Bupati Jepara pada 1778 - 1784. Beliau adalah putra Ki Adipati Citrosoma III. Pelafalan huruf yang berbunyi setengah a dan setengah o dalam bahasa Jawa, yang tak ada dalam huruf Latin yang kita adopsi, membuat penulisan Citrosoma dan Citrosomo bisa dilafalkan secara salah.
makam citrosoman sendang jepara
10.Catatan yang ditempelkan pada dinding cungkup makam Citrosoma I, yang menceritakan sekelumit riwayat Ki Wuragil Djiwosoeto, yang kemudian diberi gelar Adipati Citrosoma oleh Paku Buwono I (Pangeran Poeger) setelah berhasil menumpas kerusuhan yang melanda wilayah pesisir utara Pulau Jawa.
makam citrosoman sendang jepara
11.Prasasti pemugaran kompleks Makam Citrosoman Sendang Jepara yang diresmikan oleh Daoed Joesoef pada 10 Desember 1982 saat ia masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Kompleks makam ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya, hanya sayangnya rancangan cungkup makam tak mencerminkan budaya dan seni ukir Jepara yang tinggi.
makam citrosoman sendang jepara
12.Tulisan lainnya yang dipasang pada dinding cungkup makam, yang dibuat oleh cicit Adipati Citrosoma VII. Tulisan ini melengkapi tulisan sebelumnya, dan yang menarik adalah penyebutan nama Pangeran Reksodjiwo, ayah Citrosoma I, sebagai arsitek Makam Raja-Raja Mataram Imogiri sehingga makamnya di Imogiri disejajarkan dengan makam Sunan Paku Buwono.
makam citrosoman sendang jepara
13.Pandangan dekat pada makam RMAA Sosroningrat, ayah RA Kartini, yang berada di serambi cungkup makam Adipati Citrosoma I. Di sebelah kanan belakang adalah makam Ngasirah, ibunda kandung RA Kartini, dan sebelah kiri belakang adalah makam dengan tengara nama sudah agak pudar dan nyaris tak terbaca
makam citrosoman sendang jepara
14.Poster yang mendokumentasikan pekerjaan pemugaran Cagar Budaya Kompleks Makam Citrosoman Sendang Jepara yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah pada tahun 2011. Di sebelah kiri adalah catatan riwayat Citrosoman, yang tahun jabatan bupatinya sebagian ada yang berbeda dengan yang tertera pada nisan kubur.
makam citrosoman sendang jepara
15.Dari sela kisi jendela cungkup makam yang terbuka saya bisa melihat jirat kubur dari Garwo Padmi (isteri utama) Ki Adipati Citrosoma I, yang adalah puteri dari Pangeran Sujonopuro, bupati Jepara yang tewas dalam peperangan melawan para perusuh dan yang kedudukannya digantikan oleh Adipati Citrosoma I.
makam citrosoman sendang jepara
16.Masih dari kisi jendela, dengan sudut pandang yang sangat terbatas, saya juga masih bisa melihat jirat kubur Garwo Padmi Ki Adipati Citrosoma I, yang adalah puteri dari Sunan Amangkurat I. Dengan demikian sang Adipati memiliki dua garwo padmi, hal yang tak lazim jika keduanya sama-sama hidup pada satu masa yang sama.
makam citrosoman sendang jepara
17.Masih dari sela kisi jendela terlihat bagian bawah jirat kubur Ki Adipati Citrosoma I, namun tengara namanya tertutup oleh kotak kayu. Nama mudanya adalah R. Wuragil, putera dari R. Garbo atau Pangeran Reksodjiwo. Ki Citrosoma mempunyai 14 putera, dan 33 puteri. Delapan diantaranya menjadi bupati di Blora, Gresik, Surabaya, Juwana, dan Magetan.
makam citrosoman sendang jepara
18.Sebuah jirat kubur yang dikelilingi pagar kisi besi dan tengara namanya sudah mulai kusam dan agak sulit dibaca. Ini adalah makam Habib Muhammad bin Abdurrahman Assegaf, yang disebut sebagai salah satu wali di Jawa, dan setiap tahun haulnya selalu diperingati. Beliau adalah pendamping spiritual dari Ki Adipati Citrosoma I semasa hidupnya.
makam citrosoman sendang jepara
19.Jirat kubur yang separuh berada di serambi dan separuh lagi di luarnya, yang tengara namanya nyaris tak terbaca itu ternyata adalah makam Ki Tumenggung Setjodirono. Beliau adalah Bupati Juwana, dan putera ke-16 dari Adipati Citrosoma I. Juwana sekarang menjadi bagian dari Pati, dan merupakan kota terbesar kedua di kabupaten itu setelah kota Pati.
makam citrosoman sendang jepara
20.Pemandangan ke arah gerbang masuk ke kompleks Makam Citrosoman Sendang Jepara dari arah depan yang berupa gapura paduraksa. Saya tak sempat berjalan ke dekat gapura untuk menengok keluar gerbang, namun di sana tampaknya adalah sebuah lapangan terbuka yang cukup luas.
makam citrosoman sendang jepara
21.Pandangan tegak dan lurus yang memperlihatkan seluruh bagian kepala jirat kubur Ki Adipati Tjitrosomo VII yang merupakan putera dari Bupati Jepara Ki Adipati Tjitrosomo VI. Letaknya yang berada di luar ruang menyebabkan kubur ini dan kubur lainnya menjadi mudah kotor dan lebih cepat rusak.
makam citrosoman sendang jepara
22.Bedug dan kentongan yang ada di bagian serambi Masjid Sendang (Masjid An Nur), yang jika melihat rupa kentongannya maka keduanya sudah berusia cukup tua. Di sebelah kanan bedug ada lagi kentongan lebih kecil, mungkin agar kentongan tua itu bisa lebih awet. Bagian depan masjid cukup teduh karena ada deretan pohon Glodogan Tiang yang cukup tinggi dan rimbun.
makam citrosoman sendang jepara
23.Sejenis pohon Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia) yang ditanam di area halaman masjid di kompleks makam Citrosoman Sendang Jepara. Pohon ini bisa tumbuh dengan tanpa terpengaruh perubahan cuaca dan iklim, dengan ciri khasnya yaitu tumbuh tinggi tegak lurus mencapai 30 hingga 35 meter dan menjadi salah satu tanaman sumber antioksidan yang elok dipandang.
Makam Citrosoman Sendang
Bagikan ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram, Email. Print!. Kunjungi Channel Aroengbinang.