Foto Patung Jenderal Sudirman

Pada sebuah Minggu pagi, sekitar jam setengah enam, seorang pria bersepeda kecil tampak sedang melintas di samping Patung Jenderal Sudirman. Jalanan masih sepi. Orang-orang masih dalam perjalanan ke tempat ini untuk menikmati lengangnya jalan saat hari bebas mobil di sepanjang Jalan Sudirman - Thamrin ini.



Pengendara sepeda lainnya tampak melenggang santai di jalan yang masih sunyi di samping Patung Jenderal Sudirman. Hanya di jalur lambat mobil masih bisa lewat saat hari bebas kendaraan. Sementara itu di ujung jalan terlihat sebuah bus TransJakarta berwarna merah sedang melintas.



Patung Jenderal Sudirman dengan tangan kiri memegang tongkat. Soedirman merupakan sosok pertama yang mendapatkan pangkat Jenderal Besar pada tahun 1997. Pangkat tertinggi di Angkatan Darat ini juga diberikan kepada AH Nasoetion dan Soeharto.



Patung Jenderal Sudirman dan kot Jakarta yang saat itu masih sepi. Saat Agresi Militer II itu, Soedirman dengan diiringi sekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya memilih untuk menyingkir keluar kota menuju ke arah selatan untuk melakukan perang gerilya melawan tentara pendudukan Belanda.



Patung Jenderal Sudirman mengenakan pakaiannya yang khas itu berada di sekitar Wisma Arthaloka dan Gedung BNI di sisi Barat, serta Gedung Landmark dan Wisma Indocement di sisi Timur. Selain mantelnya yang panjang, ia memegang tongkat di tangan kiri, dan mengenakan ikat kepala Jawa.



Pandangan dekat pada Patung Jenderal Sudirman dengan tangan kiri memegang sebuah tongkat.



Pandangan lebih dekat pada Patung Jenderal Sudirman. Selama masa pendudukan tentara Belanda, Jenderal Soedirman melakukan perang gerilya selama sekitar tujuh bulan.



Pandangan samping pada Patung Jenderal Sudirman Jakarta. Patung sang jenderal yang berdiri pada September 2001, dikerjakan Sunario dari ITB, dengan dana sumbangan pengusaha dan kompensasi reklame.



©2021 Ikuti

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.