Foto Museum Cheng Ho 1

Lukisan wajah Laksamana Cheng Ho dengan jubah dan topi bersusun serta kisah kehidupannya. Ia lahir di Distrik Kunyang, Provinsi Yunan, Tiongkok, yang kebanyakan Suku Hui beragama Islam.

Cheng Ho adalah anak kedua dari lima anak Haji Ma (Ma Hazhi). Ketika Kaisar Ming mempersatukan Tiongkok setelah runtuhnya Dinasti Yuan (Mongol, 1297-1368), Provinsi Yunnan ditaklukkan oleh pasukan Ming dan ayahnya tewas.

museum cheng ho tmii jakarta

Bagian tengah Museum Cheng Ho dengan atap tembus pandang sehingga cahaya bebas masuk ke dalam ruangan. Batu-batu putih dan kelabu ditebar untuk memberi kesan bersih dan lapang. Sejumlah pot dengan tanaman perdu tampak belum begitu dipelihara dan ditata dengan baik.

museum cheng ho tmii jakarta

Cioksay jantan di teras depan Museum Cheng Ho, ditengarai dengan adanya bola di kakinya. Singa penjaga betina biasanya bermain dengan anaknya, dan diletakkan pada sisi yang berseberangan.

museum cheng ho tmii jakarta

Meja kursi antik meski sudah kelihatan tua namun tidak ada larangan untuk diduduki. Di sebelah kiri ada foto dan riwayat singkat Haji Muhammad Yos Soetomo, penyumbang Gedung Museum Cheng Ho pada tahun 2008. Di sebelah kanan adalah poster berisi lukisan foto Cheng Ho dan riwayatnya.

museum cheng ho tmii jakarta

Foto dan riwayat Cheng Ho yang cukup rinci. Disebutkan bahwa tujuan utama ekspedisi Cheng Ho adalah bukan untuk menyebarkan agama Islam, namun untuk menyebarkan keluhuran kebudayaan Tiongkok dan kebesaran kekaisaran Ming. Namun karena memang banyak pengikut Cheng Ho yang beragama Islam, maka ekspedisinya secara langsung maupun tidak ikut membantu penyebaran agama Islam di tempat-tempat dimana ia berhenti.

museum cheng ho tmii jakarta

©2020 aroengBinang