Foto Monumen Soekarno – Hatta

Jalan masuk ke Monumen Soekarno – Hatta Jakarta Pusat ini cukup lega dan lebar, selebar 5 meter dengan keramik membentuk panah. Kondisinya masih dalam keadaan cukup baik. Tidak ada penjaga, dan tidak dipungut biaya untuk masuk ke dalam kompleks Monumen Soekarno – Hatta ini. Dari tempat saya berdiri sampai di patung itu jaraknya sekitar 50 meter.



Bangunan utama Monumen Soekarno – Hatta Jakarta adalah patung Soekarno yang berada di sebelah kiri memegang naskah proklamasi, dan patung Hatta di sebelah kanannya dengan kedua tangan melipat di balik punggung. Di belakang kedua patung terdapat pilar berjumlah 17 yang melambangkan tanggal dibacakannya naskah proklamasi.



Tengara terbuat dari bahan tembaga berisi teks proklamasi di Monumen Soekarno - Hatta Jakarta dengan menggunakan sistem tahun kalender Jepang, yang sama dengan tahun Masehi 1945. Bentuk tengara ini meniru kertas yang telah diremas hingga agak kusut. Di belakang kanan tampak sebagian anak yang tengah bermain-main di sekitar monumen



Di dalam kompleks Monumen Soekarno - Hatta Jakarta juga Tugu Petir atau Tugu Proklamasi di tempat dimana teks proklamasi dibacakan, yang diresmikan pada 17 Agustus 1972. Pada Tugu Petir ada tengara yang berisi teks soal itu. Lokasi dimana Tugu Petir berada sebelumnya merupakan rumah Bung Karno, yang dihancurkan atas perintahnya sendiri.



Bangunan utama Monumen Soekarno – Hatta adalah patung Soekarno yang berada di sebelah kiri memegang naskah proklamasi, dan patung Mohammad Hatta di sebelah kanannya dengan kedua tangan melipat di balik punggung.



Patung Bung Karno yang sedang memegang teks proklamasi di Monumen Soekarno - Hatta. Secara ekspresi, Patung Bung Hatta dibuat dengan lebih baik dibandingkan dengan patung Soekarno ini. Kurang hidup dan tidak mencerminkan karakter Soekarno.



Patung Bung Hatta di Monumen Soekarno - Hatta dilihat dari jarak lebih dekat. Patung yang sangat hidup memperlihatkan ekspresi Bung Hatta yang tenang dan berpendidikan.



Prasasti yang menandai peresmian Monumen Soekarno - Hatta oleh Presiden Soeharto pada 16 Agustus 1980. Soeharto tampak masih berusaha menghormati para proklamator, setidaknya dengan memberi nama bandara internasional Cengkareng dengan nama Bandara Internasional Soekarno-Hatta.



Tulisan pada Tugu Petir di Monumen Soekarno - Hatta yang memakai ejaan lama, berbunyi "Disinilah dibatjakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 djam 10.00 pagi oleh Bung Karno dan Bung Hatta".



Sebuah tugu peringatan berukuran kecil di dalam kompleks Monumen Soekarno – Hatta yang didirikan setahun setelah proklamasi kemerdekaan untuk menghargai peran dari para pejuang wanita.



Tengara yang berisi teks peringatan pada badan Tugu Peringatan Pejuang, yang berbunyi "Peringatan Satoe Tahoen Repoeblik Indonesia. Atas oesaha Kaoem Wanita Djakarta".



Rumah jaga yang semula saya kira adalah sebuah museum. Rumah ini ada di bagian depan area Monumen Soekarno - Hatta, di sebelah kanan jalan masuk. Akan lebih elok jika rumah ini digunakan sebagai museum dan cafe kecil dengan dek pandang ke arah monumen.



Monumen Soekarno - Hatta diperlihatkan dengan posisi Tugu Petir berada di sebelah kanan depannya, dipisahkan oleh halaman cukup luas yang biasa digunakan untuk upacara peringatan atau pun untuk menyuarakan berbagai pendapat masyarakat.



©2021 Ikuti

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.