Foto Langgar Tinggi

Tampak pojok pada bangunan Langgar Tinggi Pekojan Jakarta yang waktu itu tampak belum lama direnovasi dan masih terlihat cantik. Langgar ini didirikan pada 1249 H / 1829 M oleh seorang pedagang muslim dari Yaman bernama Abubakar Shihab. Langgar dibangun di atas tanah yang diwakafkan oleh Syarifah Mas’ad Barik Ba’alwi.



Serambi Langgar Tinggi Pekojan berlantai kayu dengan pilar berlanggam bangunan Eropa. Di sebelah kanan adalah pintu masuk ke dalam ruang utama Langgar Tinggi Pekojan, dengan kisi-kisi jendela yang membantu pertukaran udara di dalam ruang langgar. Pandangan dari serambi Langgar Tinggi Pekojan memperlihatkan lantainya yang terbuat dari bilah kayu dan atapnya disangga pilar-pilar bergaya Eropa. Kombinasi cat tembok warna putih dengan plitur kayu berwarna coklat tua memberi kontras yang sedap dipandang.



Ruang utama Langgar Tinggi Pekojan dilapis karpet hijau dengan bilah kayu lantai tercetak di karpet. Mimbar kayu berukir diletakkan di sudut ruang. Ruang imam menjorok ke arah luar, ditopang kolom dengan hiasan menyerupai bangunan adat di Bukittinggi.



Kali Angke dari serambi langgar yang dulu sekali digunakan sebagai bagian dari transportasi kota. Pendangkalan sungai dan tidak adanya pengolahan limbah rumah dan limbah industri membuat kualitas sungai Jakarta menjadi sangat buruk, dan menjadi sumber bencana saat musim penghujan.



Pandangan muka yang memperlihatkan undakan ke atas untuk masuk ke bagian dalam Langgar Tinggi Pekojan yang berada di lantai dua. Bentuk lengkung pada ujung bawah atap limasan pada langgar ini mengingatkan saya pada gaya pada bangunan Tiongkok.



Tampak samping Langgar Tinggi Pekojan yang terlihat anggun. Dinding putih tebal bergaya kolonial terlihat mencorong. Demikian pula genting, kusen, serta pagar-pagar kayu balkon yang semuanya terlihat masih kinclong. Hanya papan penanda Cagar Budaya yang sudah kusam.



Papan nama Langgar Tinggi Pekojan, lengkap dengan tahun berdirinya, dipasang di atas pintu di ujung bawah undakan yang tertutup rapat. Entah kapan terakhir kalinya pintu yang mengarah ke Kali Angke ini dibuka, atau mungkin baru akan dibuka setelah air kali kembali jernih dan bersih dari sampah.



Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.

©2021 Ikuti Saya