Foto Kelenteng Bahtera Bhakti 5

Sikap tangan Buddha ini disebut Dhyana mudra yang melambangkan semadi atau meditasi. Di Candi Borobudur semula terdapat 504 arca Buddha dalam posisi duduk bersila dalam posisi lotus dengan mudra tertentu. Ada lima golongan mudra: Utara, Selatan, Timur, Barat, dan Tengah, berdasarkan lima arah utama menurut ajaran Mahayana yang masing-masing diwakili oleh Dhyani Buddha.

kelenteng bahtera bhakti ancol

Ruang altar khusus di bagian belakang Kelenteng Bahtera Bhakti Ancol itu yang digunakan untuk bersembahyang bagi Embah Said Areli Dato Kembang bersama isterinya yang bernama Ibu Enneng (Pha-Poo). Mereka adalah orang tua dari Ibu Sitiwati yang dimakamkan di ruang utama Kelenteng Bahtera Bhakti Ancol.

kelenteng bahtera bhakti ancol

Deretan lilin 100 kati dan berbagai ukuran lain yang lebih kecil tersusun rapi pada altar Embah Said Areli Dato Kembang dan Ibu Enneng. Penghormatan orang Tionghoa kepada leluhur atau orang yang dianggap berjasa di masa lalu patut diapresiasi.

kelenteng bahtera bhakti ancol

Sebuah altar di dalam bangunan bertiang empat dan atap berbentuk segi delapan ini berada di belakang kiri Kelenteng Bahtera Bhakti. Hiasan naga emas pada setiap sudut atap sangat memikat. Demikian pula ornamen yang dibuat pada risplang.

kelenteng bahtera bhakti ancol

Bunga sedap malam yang telah mulai layu di dalam vas keramik yang cantik. Fungsi bunga di kelenteng selain untuk keindahan adalah juga agar ruangan menjadi harum sehingga membuat orang lebih khusyuk dalam melakukan sembahyang. Dua butir jeruk besar nyaris seperti kelapa diletakkan di atas altar. Berbagai buah-buahan juga bisa dijumpai di altar ini.

kelenteng bahtera bhakti ancol

©2020 aroengBinang