Gereja Immanuel Jakarta 5

Pigura-pigura panjang besar yang terlihat telah berumur tua menempel pada dinding tinggi di susu samping dan belakang mimbar yang berisi daftar nama-nama pemimpin jemaat serta tahun pelayanannya.

gereja immanuel jakarta pusat

Nama paling atas adalah Nicolaus Molinaeus yang memimpin jemaat Portugis pada tahun 1633. Ia adalah salah satu dari 12 pelajar sekolah agama di Belanda yang mendapat beasiswa dan sebagai imbalannya diwajibkan untuk melayani jemaat Portugis di Batavia selama dua kali masa didiknya.

gereja immanuel jakarta pusat

Daftar para pendeta Gereja Injili yang mulai ada sejak 1855 dengan JGG Bierhaus hingga tahun 1951 dengan R Ploeger. Dalam setahun bisa ada beberapa orang yang tercantum pada daftar, namun tidak setiap tahun berganti orang juga.

gereja immanuel jakarta pusat

Salah satu pintu dengan pengeras suara warna hitam menempel pada salah satu sisinya. Jendela di kiri kanannya bertutup kaca dan dimatikan dengan pelindung lempengan besi. Keamanan rupanya menjadi hal yang penting untuk tempat tua bersejarah seperti ini. Di atas adalah balkon melingkar berisi tempat duduk jemaat, dengan ornamen pada dinding diantara jendela. Antara jendela dan kubah ada ornamen repetitif selang seling motif bunga dan orang.

gereja immanuel jakarta pusat

gereja immanuel jakarta pusat

Paruh dalaman kubah yang memperlihatkan ornamen pada dalaman puncak luar kubah. Kayu-kayu yang disusun membentuk garis-garis pada dalaman kubah itu terlihat agak aneh karena di tepi luarnya mengikuti lengkung kubah namun makin ke arah tengah makin lurus seperti jaring laba-laba.

gereja immanuel jakarta pusat

Paruh kanan ruang utama Gereja Immanuel Jakarta memperlihatkan dua tingkat bangku kayu melengkung mengikuti bentuk dinding, dan delapan deretan kursi kayu berpenyangga tangan yang berjejer rapi menghadap ke arah mimbar.

gereja immanuel jakarta pusat

Paruh kiri ruang utama Gereja Immanuel Jakarta yang merupakan bayangan cermin sisi lainnya. Sejumlah lampu kristal tampak menggantung di beberapa titik di bawah balkon yang melingkar. Langit mendung serta tidak dinyalakannya semua lampu membuat suasana di dalam ruangan ini tampak agak remang.

gereja immanuel jakarta pusat

Cawan piringan terbuat dari kuningan dengan ukiran indah serta perlengkapan upacara lainnya yang diletakkan di atas meja. Ada tulisan digrafir pada tepian cawan serta di beberapa bagian tengahnya. Cawan untuk upacara perjamuan kudus itu pada puncaknya terdapat patung domba, berangka tahun 1863.

gereja immanuel jakarta pusat

Tempat air berangka tahun 1740 merupakan salah satu perlengkapan pada upacara perjamuan kudus yang diselenggarakan Gereja Immanuel Jakarta.

gereja immanuel jakarta pusat

Bagian mimbar Gereja Immanuel dengan kain hijau berlambang bintang putih dalam lingkaran orange. Pada meja bertaplak kain hijau terdapat tempat air, piring dan tempat minum, serta cawan piringan di sisi kirinya.

Selanjutnya » | kembali ke tulisan

Author : . Updated :
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok.

Kirim ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Email. Subscribe. .

Versi Mobile | Kembali ke atas