Foto Vihara Amurva Bhumi 2

aroengbinang.com - Altar Hok Tek Tjeng Sin, dewa yang paling terkenal terutama bagi petani dan pedagang, di Vihara Amurva Bhumi Jakarta. Petani memujanya agar panen berlimpah dan terlindung dari hama, pedagang meminta berkahnya agar usahanya lancar dan untung besar. Dewa Bumi adalah Dewa Kemakmuran.

vihara amurva bhumi jakarta

Altar Hok Tek Tjeng Sin yang berada di bawah cungkup kayu berukir, dikelilingi nyala pelita. Pelita atau nyala api lilin, simbol penerangan dan pencerahan jiwa, umumnya selalu menyala di dalam kelenteng, dan mungkin menjadi salah satu penyebab seringnya kebakaran yang menghancurkan barang-barang bernilai seni dan sejarah tinggi di sebuah kelenteng. Beberapa kelenteng kontemporer telah mengganti nyala lilin dengan lampu bohlam kecil.

vihara amurva bhumi jakarta

Altar pemujaan bagi Kwan Kong, seorang jenderal legendaris dari jaman Sam Kok, yaitu antara tahun 165-219 M.

vihara amurva bhumi jakarta

Patung Kwan Kong yang diapit dua dewa lainnya terlihat gagah dengan jubah dan pakaian perangnya serta senjata berupa golok panjang melengkung yang biasa dipakai ketika berperang sambil menunggang kuda. Kwan Kong dipuja karena ia setia, terpercaya dan gagah berani.

vihara amurva bhumi jakarta

Altar pemujaan bagi Kwan Im Pouw Sat, Dewi Welas-asih, dewi yang paling sering menurunkan mujijat. Cara untuk mendapat pertolongan sang dewi adalah dengan membaca mantra Namo Da-Bei Guan Shi Yin Pu Sa secara khusuk dan tulus.

vihara amurva bhumi jakarta