Foto Tjoe Hwie Kiong 2

Hiolo Dewa Langit yang berkaki tiga dan diapit dua ekor naga. Saat pengunjung menyalakan hio, api yang menyala di ujung hio tidak boleh ditiup, tetapi api dimatikan dengan cara mengibas-ngibaskan. Asap hio yang lurus menusuk langit mengisyaratkan bahwa doa seseorang terkirim langsung dan diterima oleh para dewa di langit, sedangkan asap hio yang menyebar atau mengalir ke bawah, bisa menjadi pertanda bahwa doanya tidak dikabulkan.

kelenteng tjoe hwie kiong kediri

Pandangan lebih dekat pada hiolo bertulis nama kelenteng yang diukur pada badannya yang menonjol keluar. Hiolo Dewa Langit umumnya berbentuk seperti ini, berkaki tiga dan diapit sepasang naga, namun tak semua kelenteng yang pernah saya kunjungi selalu memakai hiolo sejenis ini.

kelenteng tjoe hwie kiong kediri

Pemandangan yang terlihat dengan menembus batang hio yang ada di hiolo Dewa Langit. Pada kayu di latar depan, selain ornamen bunga dan binatang, ada pula pahatan kisah-kisah klasik Tionghoa yang mengandung pesan moral dan kebajikan. Sementara di latar belakang adalah hiolo untuk para sucow.

kelenteng tjoe hwie kiong kediri

©2020 aroengBinang