Foto Sumaru Endo 2

Dua buah perahu dengan cadik sederhana tampak seperti terjebak diantara gerumbul eceng gondok yang sangat lebat, disebelah dermaga yang sudah menua. Bunga eceng gondok itu sebenarnya cukup cantik untuk dipandang. Diperlukan usaha serius untuk membersihkan area ini agar lebih sedap dipandang dan nyaman.

sumaru endo remboken minahasa sulawesi utara

Danau Tondano di sekitar Sumaru Endo Remboken dengan airnya yang kebiruan dan terlihat selalu gelisah, tak pernah diam. Boleh jadi karena jaraknya yang hanya sekitar 12,5 km dari Laut Maluku di sebelah timur dan sekitar 30 km dari Laut Sulawesi di barat.

sumaru endo remboken minahasa sulawesi utara

Danau Tondano dengan rumah karamba di sisi kanan dengan pegunungan hijau biru jauh di belakang sana. Kegiatan ekonomi lewat jalur danau tampaknya sangat sedikit, terlihat dari sepinya lalu lintas perahu motor di sana. Mungkin masih jauh lebih murah dan aman menggunakan angkutan darat ketimbang memotong jarak melewati air danau yang tak pernah tenteram itu.

sumaru endo remboken minahasa sulawesi utara

Sebuah tempat duduk yang menua kesepian di ujung Sumaru Endo, di tepian Danau Tondano, dengan latar tumbuhan eceng gondok yang mengangkangi area danau pada area yang cukup luas. Angin yang bertiup lumayan keras di tepian danau membuat duduk di sana terasa kurang nyaman.

sumaru endo remboken minahasa sulawesi utara

Di sebelah kiri adalah kolam air dingin yang tampaknya cukup digemari pengunjung, berbeda dengan kolam air panas di ujung sana yang tampak sepi. Kolam air panas itu berukuran sekitar 9x13 meter, tanpa bau belerang.

sumaru endo remboken minahasa sulawesi utara

©2020 aroengBinang