Foto Situs Surya Kencana

Penampakan gapura Situs Raden Surya Kencana Gunung Bunder. Pada pilar gapura sebelah kanan menempel tengara berbunyi "Pemagaran situs ini dibangun oleh H. Rudy Harsa Tanaya, Drs. H. Dedi Supardi, MM. Bogor, 3 Maret 2012." Yang dimaksud pemagaran adalah pembuatan pagar atau tembok keliling situs. Rupanya ada orang lain lagi yang melakukan pemugaran pendopo utama situs.



Pendopo utama Situs Raden Surya Kencana Gunung Bunder Bogor berukuran lumayan besar dan dibuat cukup indah. Di tengah pendopo terdapat bentuk seperti makam panjang yang dikeliling oleh jaring kelambu transparan berwarna hijau. Meskipun atapnya tak berbentuk pelana namun ada arca naga di puncaknya, menandai adanya pengaruh budaya Tionghoa juga pada bangunan ini.



Situs Raden Surya Kencana Gunung Bunder Bogor yang dibuat dalam bentuk makam memanjang dengan lubang di tengah dimana terdapat tiga tonjolan yang dibebat kain mori putih. Tiga tonjolan itu sepertinya adalah menhir, benda budaya peninggalan dari jaman megalitikum, yang lewat petunjuk gaib diasosiasikan sebagai situs peninggalan Raden Surya Kencana.



Di bagian atas "makam" berderet tiga payung hijau, satu berukuran besar dan dikiri kanan berukuran lebih kecil bersusun tiga. Pada "nisan" terdapat lambang kerajaan berwarna keemasan. Di bawah lambang terdapat tulisan "Raden Surya Kencana, Kerajaan Padjajaran". Lalu agak ke bawah terdapat tulisan "Dibangun oleh: Prof Dr Thomas Y Purba, 21 Maret 2003".



Halaman luar Situs Raden Surya Kencana Gunung Bunder Bogor yang merupakan lapangan rumput luas yang bisa digunakan untuk melakukan upacara adat tradisional pada waktu-waktu tertentu. Cukup tingginya curah hujan di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak membuat area situs ini terlihat hijau dengan rerumputan subur dan pepohonan yang cukup banyak.



Kuncen dan Lita di pendopo terbuka lainnya, yang juga berukuran cukup besar. Pendopo ini digunakan oleh para pengunjung untuk sejenak beristirahat meluruskan punggung atau untuk berbincang dengan kuncen.



Halaman dalam situs ini cukup luas, sehingga anak-anak pun senang berada di sini. Di pojok belakang sana ada lagi satu bangunan kecil untuk tempat membersihkan diri.



Di bagian atas "makam" berderet tiga buah payung berwarna hijau, satu berukuran besar di tengah, dan dikiri kanan berukuran lebih kecil namun bersusun tiga. Pada "nisan" terdapat lambang kerajaan berwarna keemasan.



Di bawah lambang keemasan itu ada tulisan “Raden Surya Kencana, Kerajaan Padjajaran”. Kata "Padjajaran" dikutip sesuai aslinya. Lalu agak ke bawah terdapat tulisan “Dibangun oleh: Prof Dr Thomas Y Purba, 21 Maret 2003". Di atas belakang payung ada lagi tulisan namun tak terbaca.



Pandangan dari arah pojok halaman sebelah kanan. Raden Surya Kencana juga dikenal sebagai Raga Mulya dan Pucuk Umun (Panembahan) Pulasari, karena ia menyingkir ke Pulasari, Pandeglang, saat Pakuan diserang Kesultanan Banten dan Cirebon.



Pada pilar ada tulisan tengara berbunyi "Pemagaran situs ini dibangun oleh H. Rudy Harsa Tanaya, Drs. H. Dedi Supardi, MM. Bogor, 3 Maret 2012." Di bawahnya terdapat Ciok Say jantan dengan bola di kakinya, sedangkan yang betina ada di sisi lainnya.



Patung kepala naga yang berada di puncak atap bagian depan pendopo utama Situs Raden Surya Kencana. Adanya patung ini juga mengingatkan pada ragam hias kelenteng, yang hampir selalu ada patung sepasang naga berhadapan yang tengah berebut mustika matahari.



©2021 Ikuti

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.