Foto Situ Wanayasa

Tepian Situ Wanayasa dengan jalan pedestrian yang rapi, dihias lampu-lampu, dan pagar yang masih terlihat relatif baru. Sebuah patung manusia yang berpakaian seperti tokoh pewayangan, dalam posisi mementang busur berisi anak panah, menjadi penghias tepian danau.



Jalan pedestrian di belakang patung yang menuju ke arah jembatan penyeberang ke pulau di tengah situ terlihat rapi. Saya tidak sempat menyeberang ke pulau, namun kabarnya di sana disediakan beberapa tempat duduk bagi para pengunjung untuk bisa lama-lama menikmati suasana dan panorama Situ Wanayasa.



Pulau di tepian Situ Wanayasa itu, yang dihubungkan dengan sebuah jembatan dengan daratan di tepian danau. Di pulau ini terdapat makam RA Suriawinata, wafat pada 1827, salah seorang pendiri Kota Purwakarta yang juga merupakan Bupati Karawang ke-9. Air danau yang tenang menjadi cermin yang sempurna bagi pulau itu.



Tidak ada keterangan, atau prasasti, yang menjelaskan mengenai makna keberadaan patung di tepi Situ Wanayasa ini. Mudah-mudahan ketika anda mampir ke Situ Wanayasa, di bawah patung ini sudah ada tulisan yang menjelaskan mengenai keberadaan patung, serta sejarah singkat tentang Situ Wanayasa.



Pulau kecil dengan pepohonan yang cukup rimbun. Saat itu genangan air di dalam Situ Wanayasa tampak tidak terlalu tinggi, mungkin karena hujan sudah jarang jatuh. Dari arah pulau, atau dari seberang danau, tampaknya pengunjung bisa melihat panorama Gunung Burangrang jika saja cuaca sedang cerah dan tidak langit berawan.



Deretan perahu angsa yang masih berada di kandangnya, dan dermaga bambu sederhana di dekatnya. Mungkin pada pagi atau sore di akhir pekan bebek-bebek itu ramai disewa pelancong atau orang-orang sekitaran.



Dari arah belakang patung tokoh pewayangan itu juga terlihat indah, dengan kain poleng melilit di pinggangnya serta celana sebatas bawah lutut dengan ornamen pada ujungnya. Alas kaki yang digunakannya juga pas dengan dandanan pejalan atau pemburu. Meskipun bukan satu-satunya, namun pemanah handal dalam kisah pewayangan adalah Arjuna.



Di ujung kanan Situ Wanayasa terdapat sebuah pintu air yang tampaknya masih berfungsi dengan baik. Dari bawah cungkup yang melindungi pintu air dari hujan dan panas ini bisa dilihat bangunan besar yang bentuknya menyerupai pendopo terbuka di ujung sebelah sana situ. Di depan bangunan itu terdapat undakan lebar yang menuju ke tepian danau.



Pemandangan dari sisi kanan Situ Wanayasa yang memperlihatkan sisi kiri situ dengan patung wayangnya dan dinding situ yang rapi, serta ujung sebelah sana situ dengan pendopo besar dan bangunan di sebelahnya yang lebih kecil. Pepohonan di belakang bangunan itu terlihat rimbun.



Di sebelah sana rupanya ada sekitar enam orang yang berdiri di depan pendopo di puncak undakan yang tengah menikmati pemandangan ke arah situ. Ada pula seorang pria memotret dengan kameranya di undakan dekat air, sementara sejumlah orang lainnya duduk-duduk pada tembok rendah di pinggir situ sambil mengobrol.



Dari jauh orang-orang ini seperti sedang menjaring ikan, namun ketika sudah dekat, rupanya mereka tengah mengambil air menggunakan ember yang ditarik dengan tali, untuk menyiram tanaman di tepian danau. Beberapa perahu wisata tampak diparkir di tepi pulau.



Jika patung ini adalah salah satu tokoh pewayangan, maka kemungkinannya memang adalah Arjuna, meski pun saya tidak menemukan jenis anak panah yang dimiliki Arjuna dengan ujung seperti leher ular mematuk. Panah Arjuna yang terkenal itu bernama Pasopati, yang merupakan panah pemberian dari Sang Hyang Siwa.



Jalan pedestrian di tepian Situ Wanayasa yang sangat rapi. Salut untuk pemimpin daerah Purwakarta yang membangun lingkungan Situ Wanasaya menjadi tempat yang nyaman dan indah dilihat. Semoga saja tidak melupakan anggaran perawatan dan perbaikan berkala, untuk menjaganya agar tetap indah.



Jika saja saya tahu bahwa di pulau ini terdapat makam RA Suriawinata, pasti saya akan berjalan menuju jembatan penyeberangan ke pulau untuk melihat makamnya. Selain itu memang ada keterbatasan untuk tidak berlama-lama di sini agar terhindar dari kemacetan jalan saat di tol Cikampek - Jakarta nanti.



Situ Wanayasa merupakan tempat pemberhentian yang sangat strategis, karena berada di tepi jalan pada jalur wisata Purwakarta – Subang – Bandung, sehingga merupakan kebijakan sangat tepat jika terus diperbaiki dan ditingkatkan fasilitas wisata dan kulinernya.



©2021 Ikuti

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.