Foto Satu Karya 1

Pandangan dekat pada alat tenun tradisional, atau yang sering disebut ATBM (alat tenun bukan mesin). Sebagian terbesar bahannya terbuat dari kayu dan ada sejumlah bambu kecil. ATBM pada mulanya diciptakan oleh insinyur di Textiel Inrichting Bandoeng (TIB, sekarang Balai Besar Tekstil) pada tahun 1927, oleh karena itu alat ini dikenal pula sebagai alat tenun model TIB

Satu Karya Pandai Sikek Tanah Datar

Sudut pandang dari samping pada alat tenun tradisional yang ada di Toko Satu Karya Pandai Sikek. Setiap daerah punya kisahnya sendiri-sendiri tentang bagaimana mereka mulai menggunakan alat tenun seperti ini ketimbang menenun menggunakan tangan yang memakan waktu jauh lebih lama.

Satu Karya Pandai Sikek Tanah Datar

Sejumlah garang dagangan tenun Pandai Sikek yang dipajang di toko Satu Karya. Pada lemari kaca terlihat menempel deretan lembaran uang kertas dari berbagai negara yang menjadi semacam ‘pengakuan’ tentang popularitas toko ini diantara turis asing.

Satu Karya Pandai Sikek Tanah Datar

Si gadis yang tengah menunjukkan kepada saya bagaimana cara mengoperasikan mesin tenun bukan mesin versi Pandai Sikek ini. Setelan benang dan mesin tentu ditentukan oleh pola ornamen yang umumnya menjadi ciri khas daerahnya. Oleh sebab ciri khas itu yang membuat orang rela datang dari jauh untuk membelinya sebagai koleksi.

Satu Karya Pandai Sikek Tanah Datar

Si upik masih asik bekerja di alat mesin tenun bukan mesin di toko Satu Karya. Ini adalah cara yang bagus dan praktis untuk mendemonstrasikan cara menenun, ketimbang repot membawa pengunjung ke tempat kerja pengrajin atau workshop yang biasanya berada di dalam atau belakang toko.

Satu Karya Pandai Sikek Tanah Datar

©2021 Ikuti

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.